Minggu tanggal 25 November 2018 pukul
09.30 s.d 11.00 bertempat di Aula Sasono Kridhotomo Lapas Kelas II A Jl.Raya
Sukowati,Serma Subandi Babinsa Kel.Sragen Wetan memantau kegiatan Pembukaan
Launching Ekspor Keset bersama Mutiara Handycraft dan Peresmian Lapas Ramah
Anak oleh Ibu Sri Puguh Budi Utami (Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum
Ham RI) sebagai penanggungjawab Yosef Benyamin Yambise,SH.,MH (Ka Lapas Kelas
IIA Sragen) yang dihadiri sekitar 100 orang.
09.30 s.d 11.00 bertempat di Aula Sasono Kridhotomo Lapas Kelas II A Jl.Raya
Sukowati,Serma Subandi Babinsa Kel.Sragen Wetan memantau kegiatan Pembukaan
Launching Ekspor Keset bersama Mutiara Handycraft dan Peresmian Lapas Ramah
Anak oleh Ibu Sri Puguh Budi Utami (Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum
Ham RI) sebagai penanggungjawab Yosef Benyamin Yambise,SH.,MH (Ka Lapas Kelas
IIA Sragen) yang dihadiri sekitar 100 orang.
Hadir dalam acara tersebut Ibu Sri Puguh
Budi Utami (Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum Ham RI) beserta rombongan,
dr.Hj.Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Kapten Cpl Petrus Catur S
(Danramil 01/Srg mewakili Dandim 0725/Sragen), AKP Suhartono, SH (Kasat Bimaw
Polres Sragen mewakili Kapolres Sragen), Yosef Benyamin Yambise,SH.,MH (Ka
Lapas II A Kab.Sragen), Drs. Tatag Prabawanto B, MM (Sekda Kab.Sragen),Robert
Tumanggor Sitinjak (Kepala BRI Sragen), Ihwanusshoffa (Lazizmu Sragen) beserta
rombongan, Ibu Irma Suryani (Mutiara Handycraft Kebumen), Perwakilan Kadinas
Kab.Sragen, Seluruh Staf Lapas Kab.Sragen serta Tamu undangan lain.
Budi Utami (Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum Ham RI) beserta rombongan,
dr.Hj.Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Kapten Cpl Petrus Catur S
(Danramil 01/Srg mewakili Dandim 0725/Sragen), AKP Suhartono, SH (Kasat Bimaw
Polres Sragen mewakili Kapolres Sragen), Yosef Benyamin Yambise,SH.,MH (Ka
Lapas II A Kab.Sragen), Drs. Tatag Prabawanto B, MM (Sekda Kab.Sragen),Robert
Tumanggor Sitinjak (Kepala BRI Sragen), Ihwanusshoffa (Lazizmu Sragen) beserta
rombongan, Ibu Irma Suryani (Mutiara Handycraft Kebumen), Perwakilan Kadinas
Kab.Sragen, Seluruh Staf Lapas Kab.Sragen serta Tamu undangan lain.
Yosef Benyamin Yambise, SH.,MH (Ka Lapas
Kelas IIA Sragen) mengatakan tak henti-hentinya kami mengucap syukur pada Tuhan
Yang Maha Esa, sehingga pada hari ini kita melaksanakan kegiatan Pembukaan
Launching Ekspor Keset bersama Mutiara Handycraft dan Peresmian Lapas Ramah
Anak dan hari ini juga bertepatan 3 bulan beliau memimpin lapas Sragen dengam
berbagai suka dan duka namun sedikit demi sedikit perubahan banyak kami
lakukan. Perlu kami sampaikan bahwa penghuni di Lapas Kelas IIA Sragen
berjumlah 484 termasuk narapidana wanita dan teroris untuk anak sementara belum
ada, awala kami masuk ada 600 san, namun untuk normalisasi Lapas akhirnya kami
pindahkan, sehingga proses normalisasi berjalan dengan mengedepankan
ketertiban, kemandirian dan kepribadian yang baik di dalam lapas. Selama kami
mempimpin ada rekan kami dari Kebumen bahwa ibu Irma Suryani berniat untuk membantu
dalam proses ekspor Keset ke Australia, kerja sama ini tidak secara kebetulan
namun ini merupakan sebuah rencana yang telah diprogramkan. Tidak lupa kami
juga berterima kasih kepasa ibu bupati sragen yang tidak henti-hentinya
membangun komunikasi dengan baik dan kami akan selalu mendukung untuk program
pemerintah daerah dan juga teman-teman dari Forkompimda terima kasih atas kerja
sama yang telah dibangun selama ini.
Kelas IIA Sragen) mengatakan tak henti-hentinya kami mengucap syukur pada Tuhan
Yang Maha Esa, sehingga pada hari ini kita melaksanakan kegiatan Pembukaan
Launching Ekspor Keset bersama Mutiara Handycraft dan Peresmian Lapas Ramah
Anak dan hari ini juga bertepatan 3 bulan beliau memimpin lapas Sragen dengam
berbagai suka dan duka namun sedikit demi sedikit perubahan banyak kami
lakukan. Perlu kami sampaikan bahwa penghuni di Lapas Kelas IIA Sragen
berjumlah 484 termasuk narapidana wanita dan teroris untuk anak sementara belum
ada, awala kami masuk ada 600 san, namun untuk normalisasi Lapas akhirnya kami
pindahkan, sehingga proses normalisasi berjalan dengan mengedepankan
ketertiban, kemandirian dan kepribadian yang baik di dalam lapas. Selama kami
mempimpin ada rekan kami dari Kebumen bahwa ibu Irma Suryani berniat untuk membantu
dalam proses ekspor Keset ke Australia, kerja sama ini tidak secara kebetulan
namun ini merupakan sebuah rencana yang telah diprogramkan. Tidak lupa kami
juga berterima kasih kepasa ibu bupati sragen yang tidak henti-hentinya
membangun komunikasi dengan baik dan kami akan selalu mendukung untuk program
pemerintah daerah dan juga teman-teman dari Forkompimda terima kasih atas kerja
sama yang telah dibangun selama ini.
dr.Hj.Kusdinar Untung Yuni Sukowati
(Bupati Sragen) memberikan informasi bagu ibu Dirjen selama saya menjabat
selama 3 tahun, sudah beberapa kali ganti Kalapasz namun baru kali ini ada
Kalapas yang mempunyai ide, inovasi yang baik dan tidak menjaga jarak, banyak
program yang telah diberikan beliau untuk Kab.Sragen. Beliau mengatakan bahwa
akan ada MoU terkait dengan kerajinan tangan/ handycraf yang dibuat oleh
rekan-rekan dari warga binaan lapas, setiap saya ke lapas pasti disuguhkan
banyak kerajinan tangan namun permasalahan adalah dalam pemasaran kerajinan
tersebut, dan alhamdulilah pada hari ini Lapas sudah melaksanakan MoU dengan
Ibu Irma Suryani dari Kebumen dan juga dari BRI, sehingga ini bisa bermanfaat
bagi kesejahteraan bagi warga binaan Lapas. Inilah yang kami harapkan bahwa
warga binaan yang sudah keluar harus bisa berbaur dengan masyarakat dan
diterima serta bermanfaat bagi masyarakat, kami berharap untuk lapas untuk
setiap saat berinovasi dan kami akan selalu mendukung dan kami dari Kab.Sragen
sudah menjadi Kab.layak anak, dan sekarang Lapas Sragen sudah mendukung dengan
hal yang sama yakni memberikan Lapas Ramah Anak kami mengucapkan terima kasih
dan semoga sinergitas ini tertap terjalindengan baik dan mari kita laksanakan
terus menerus-menerus dan semoga kita selalu mendapatkan perlindungan dari
Allah SWT.
(Bupati Sragen) memberikan informasi bagu ibu Dirjen selama saya menjabat
selama 3 tahun, sudah beberapa kali ganti Kalapasz namun baru kali ini ada
Kalapas yang mempunyai ide, inovasi yang baik dan tidak menjaga jarak, banyak
program yang telah diberikan beliau untuk Kab.Sragen. Beliau mengatakan bahwa
akan ada MoU terkait dengan kerajinan tangan/ handycraf yang dibuat oleh
rekan-rekan dari warga binaan lapas, setiap saya ke lapas pasti disuguhkan
banyak kerajinan tangan namun permasalahan adalah dalam pemasaran kerajinan
tersebut, dan alhamdulilah pada hari ini Lapas sudah melaksanakan MoU dengan
Ibu Irma Suryani dari Kebumen dan juga dari BRI, sehingga ini bisa bermanfaat
bagi kesejahteraan bagi warga binaan Lapas. Inilah yang kami harapkan bahwa
warga binaan yang sudah keluar harus bisa berbaur dengan masyarakat dan
diterima serta bermanfaat bagi masyarakat, kami berharap untuk lapas untuk
setiap saat berinovasi dan kami akan selalu mendukung dan kami dari Kab.Sragen
sudah menjadi Kab.layak anak, dan sekarang Lapas Sragen sudah mendukung dengan
hal yang sama yakni memberikan Lapas Ramah Anak kami mengucapkan terima kasih
dan semoga sinergitas ini tertap terjalindengan baik dan mari kita laksanakan
terus menerus-menerus dan semoga kita selalu mendapatkan perlindungan dari
Allah SWT.
Ibu Sri Puguh Budi Utami (Direktur
Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum Ham RI), Program dari Dirjen Pemasyarakatan
Kemenkumham RI bahwa kemitraan ini harus dijalin karena wujud dari
penyelenggaraan pemasyarakatan adalah renintregrasi sosial dan semangat ini
sudah digulirkan sejak 1963 dan pada saatnya ada suatu kesenjangan bahwa prioritas
kita menekankan kita pada pengamanan, padahal kalau kita memahami presepsi
kemasyarakatan intinya adalah pemulihan kesatuan hidup kehidupan dan keamanan
itu adalah support dan satu-satunya yang dirasakan warga binaan pemasayrakat
itu karena kehilangan kemerdekaan dengan mutlak dan semua itu bisa berubah. Kami
ingin membangun lagi semangat para petugas lapas bagaimana integritasi bisa
dilaksanakan bagi kita semua, seperti Kalapas terbuka dalam kemitraan dan
apapun yang mereka hasilkan dan program kami adalah mengintegrasikan mereka
kembali ke masyarakat, kami sampaikan kepada para kalapas di rutab agar
memberikan kesempatan kepada para warga binaan dan kita harus memberikan
kontribusi kepada mereka untuk berintegrasi.
Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum Ham RI), Program dari Dirjen Pemasyarakatan
Kemenkumham RI bahwa kemitraan ini harus dijalin karena wujud dari
penyelenggaraan pemasyarakatan adalah renintregrasi sosial dan semangat ini
sudah digulirkan sejak 1963 dan pada saatnya ada suatu kesenjangan bahwa prioritas
kita menekankan kita pada pengamanan, padahal kalau kita memahami presepsi
kemasyarakatan intinya adalah pemulihan kesatuan hidup kehidupan dan keamanan
itu adalah support dan satu-satunya yang dirasakan warga binaan pemasayrakat
itu karena kehilangan kemerdekaan dengan mutlak dan semua itu bisa berubah. Kami
ingin membangun lagi semangat para petugas lapas bagaimana integritasi bisa
dilaksanakan bagi kita semua, seperti Kalapas terbuka dalam kemitraan dan
apapun yang mereka hasilkan dan program kami adalah mengintegrasikan mereka
kembali ke masyarakat, kami sampaikan kepada para kalapas di rutab agar
memberikan kesempatan kepada para warga binaan dan kita harus memberikan
kontribusi kepada mereka untuk berintegrasi.
Kami sampaikan kepada jajaran Lapas agar
kalau ada contoh kerja bakti pembersihan sungai, penghijauan agar dilakukan,
akan tetapi agar disesuaikan dengan syarat yang telah ditentukan, kami harapkan
program ini jangan berhenti sampai disini, harapan kami produk mereka harus
bisa memberika testimoni produk yang baik oleh karenanya kita harus memberikan
kesempatan kepada mereka untuk berkarya. Tugas dari jajaran pemasyarakatan saat
ini yang paling berat adalah untuk memberikan pembinaan bagi warga binaan lapas
dan di seluruh indonesia ini Lapas sudah Over, oleh karenanya kami sedang
melaksanakan program PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Tepat, Inovativ)
dan kami berharap bisa mengembalikan warga binaan kepada masyarakat dan menjadi
manusia yang lebih baik lagi dan dalam pembinaan kemandirian ini agar tetap
bejalan di Kab.Sragen, dan selalu menjaga kegiatan ini dan ditingkatkan
kembali.
kalau ada contoh kerja bakti pembersihan sungai, penghijauan agar dilakukan,
akan tetapi agar disesuaikan dengan syarat yang telah ditentukan, kami harapkan
program ini jangan berhenti sampai disini, harapan kami produk mereka harus
bisa memberika testimoni produk yang baik oleh karenanya kita harus memberikan
kesempatan kepada mereka untuk berkarya. Tugas dari jajaran pemasyarakatan saat
ini yang paling berat adalah untuk memberikan pembinaan bagi warga binaan lapas
dan di seluruh indonesia ini Lapas sudah Over, oleh karenanya kami sedang
melaksanakan program PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Tepat, Inovativ)
dan kami berharap bisa mengembalikan warga binaan kepada masyarakat dan menjadi
manusia yang lebih baik lagi dan dalam pembinaan kemandirian ini agar tetap
bejalan di Kab.Sragen, dan selalu menjaga kegiatan ini dan ditingkatkan
kembali.













