Berita  

BHAKTI SOSIAL DAN HARLAH IPHI KAB SRAGEN

BHAKTI SOSIAL DAN HARLAH IPHI KAB SRAGEN

Sabtu,12 Mei 2018 Pukul
08.30 – 11.00 Wib bertempat di Gedung IPHI Ds.Jeruk, Kecamatan Miri Kabupaten
Sragen Batituud Koramil 16 / Miri Serma Sukirman dan Babinsa Ds.Jeruk Serda
Samidi menghadiri Pengajian Jama’ah Haji dalam rangka ” BHAKTI SOSIAL dan
HARLAH IPHI ( Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) KE 28  ” Kabupaten Sragen  Tahun 2018,yang dihadiri – + 500 org.

Hadir dalam Pengajian  Bupati Sragen Ibu dr.H.Kusdinar Untung Yuni
Sukowati, Ketua IPHI Kabupaten Sragen Drs.H.Mukhtar beserta pengurus, Ketua
IPHI se Kabupaten Sragen, Camat Miri,Bp.Ancil Sudarto, AMP, Serma
Sukirman,Mewakili Danramil 16 / Miri, Kepala KUA Kecamatan miri Drs.Cholis
Saefullah, Kepala Desa se Kecamatan Miri, Pengurus IPHI Kecamatan Miri, Anggota
IPHI Kecamatan Miri serta Warga Masyarakat penerima sembako.

Dalam sambutannya Ketua IPHI
Kabupaten Sragen Bp.Drs.Mukhtar mengatakan bahwa acara Bhakti Sosial ini
diselenggarakan rutin 2 x setiap tahunya,semoga dapat bermanfaat dan menjadi
berkah bagi masyarakat yang menerimanya.

Bupati Sragen Ibu dr.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati 
menyampaikan permohonan maaf selama 2 tahun mempimpin Kabupaten Sragen
belum dapat memenuhi keingginan Warga Sragen secara menyeluruh dan secara
bertahap akan diselesaikan apa yang menjadi keinginan masyarakat Kabupaten
Sragen. Program kerja untuk Tahun 2018 akan di Fokuskan pada Infrastruktur
Jalan dan Jembatan.Tahun ini rencana Perbaikan Jalan di Ds.Gilirejo Baru.
Merubah bersama pola pikir masyarakat agar tidak selalu mengharap bantuan dari
Pemerintah dengan cara memberikan bantuan modal kepada Kepala Keluarga ( KK)
miskin untuk usaha.

Inti Tausiyah oleh
Drs.H.Sauman,S.Pd  Imam Al Ghazali
menerangkan bahwa bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan empat cara
yaitu seperti dikutip dari buku Amalan Pembuka Rezeki tulisan Karya Haris
Priyatna, Lisdy Rahayu. Bersyukur dengan hati, bersyukur dengan hati dilakukan
dengan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat dan rezeki yang didapatkan
semata-mata merupakan karunia dan kemurahan Allah. “Segala nikmat yang ada
pada kamu (berasal) dari Allah.” (QS An-Nahl [16]:53). Bersyukur dengan
hati bisa membawa seseorang pada sikap menerima karunia Allah, dengan penuh
keikhlasan tanpa kecewa atau keberatan betapa pun kecilnya nikmat tersebut.

Bersyukur dengan lisan bila
hati seseorang telah sangat yakin bahwa segala nikmat yang didapatkan berasal
dari Allah SWT. Dia pasti akan mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi
Allah). Oleh karena itu, jika mendapatkan nikmat dari seseorang lisannya tetap
memuji Allah. Karena mesti disadari bahwa orang itu sekedar perantara
Allah.  Bersyukur dengan tindakan
bersyukur dengan tindakan bermakna bahwa semua nikmat yang diperoleh harus
dimanfaatkan di jalan yang diridhaiNya. 
Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Allah SWT sangat suka melihat nikmat
yang diberikan kepada hambaNya dengan cara dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmatNya pada
hambaNya,” sabda Rasulullah. Maksud dari hadis ini ialah Allah sangat suka
pada hamba-hambaNya yang memperlihatkan dan mengakui segala nikmat yang
dilimpahkan kepadanya. Misalnya, orang kaya hendaklah membagi hartanya untuk
zakat sedekah dan sebagainya.

Merawat kenikmatan, Apabila
mendapatkan nikmat dari Allah SWT usahakan untuk merawatnya agar tidak rusak.
Hal ini seperti menjaga amanah dari Allah. Contohnya kita memiliki tubuh yang
sehat wajib menjaga agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Caranya
tentu saja makan makanan yang halal dan baik.

BHAKTI SOSIAL DAN HARLAH IPHI KAB SRAGEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *