Sragen, 9 Juni 2017
Sragen, 09
Juni 2017 pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai, Kodim 0725/Sragen melaksanakan
pembuatan lubang biopori di SMP N 1 Sidoharjo. Kegiatan itu merupakan rangkaian
kegiatan yang sudah dilaksanakan sebelumnya diantaranya di Makodim, Koramil
Sidoharjo, SMP N 6, SMP N 5, SMP N 4, SMP N 2 Karangmalang dan hari ini di SMP
N 1 Sidoharjo. Perlu diketahui Biopori adalah Lubang resapan yang dibuat dengan
sengaja dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan yaitu diameter 10-30cm
dengan panjang 30-100cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi sebagai
penyerap air kedalam tanah. Adapun tujuan atau manfaat biopori adalah
memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah,
mengurangi genangan air yang berpotensi menimbulkan penyakit, mengurangi resiko
banjir, maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah serta mencegah
erosi tanah dan bencana longsor.
Juni 2017 pukul 09.00 Wib sampai dengan selesai, Kodim 0725/Sragen melaksanakan
pembuatan lubang biopori di SMP N 1 Sidoharjo. Kegiatan itu merupakan rangkaian
kegiatan yang sudah dilaksanakan sebelumnya diantaranya di Makodim, Koramil
Sidoharjo, SMP N 6, SMP N 5, SMP N 4, SMP N 2 Karangmalang dan hari ini di SMP
N 1 Sidoharjo. Perlu diketahui Biopori adalah Lubang resapan yang dibuat dengan
sengaja dengan ukuran tertentu yang telah ditentukan yaitu diameter 10-30cm
dengan panjang 30-100cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi sebagai
penyerap air kedalam tanah. Adapun tujuan atau manfaat biopori adalah
memaksimalkan air yang meresap ke dalam tanah sehingga menambah air tanah,
mengurangi genangan air yang berpotensi menimbulkan penyakit, mengurangi resiko
banjir, maksimalisasi peran dan aktivitas flora dan fauna tanah serta mencegah
erosi tanah dan bencana longsor.
Kegiatan ini
terselenggara atas kerjasama Kodim 0725/Sragen dengan BBWS Bengawan Solo (Balai
Besar Wilayah Sungai) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen.Tiap satu lokasi
pembuatan biopori masing masing 20 lubang biopori. Komandan
Kodim 0725/Sragen Letkol Arh. Camas Sigit Prasetyo, M. MDS mengatakan kegiatan
pembuatan lubang resapan sebagai salah satu wujud upaya TNI untuk melestarikan
lingkungan dan penghijauan karena kehidupan dan aktivitas mikro organisme
membuat tanah menjadi gembur dan subur. “Menyadari pentingnya menjaga
lingkungan hidup, TNI beserta jajarannya ingin mempelopori pembuatan
berjuta-juta Lubang Resapan Biopori yang sangat mudah namun manfaatnya sangat
besar bagi bumi dan tanah”.
terselenggara atas kerjasama Kodim 0725/Sragen dengan BBWS Bengawan Solo (Balai
Besar Wilayah Sungai) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen.Tiap satu lokasi
pembuatan biopori masing masing 20 lubang biopori. Komandan
Kodim 0725/Sragen Letkol Arh. Camas Sigit Prasetyo, M. MDS mengatakan kegiatan
pembuatan lubang resapan sebagai salah satu wujud upaya TNI untuk melestarikan
lingkungan dan penghijauan karena kehidupan dan aktivitas mikro organisme
membuat tanah menjadi gembur dan subur. “Menyadari pentingnya menjaga
lingkungan hidup, TNI beserta jajarannya ingin mempelopori pembuatan
berjuta-juta Lubang Resapan Biopori yang sangat mudah namun manfaatnya sangat
besar bagi bumi dan tanah”.
Dandim
Sragen mengapresiasi kegiatan tersebut untuk menjaga kebersihan lingkungan,
karena setiap warga negara berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, air dan
udara bersih. Aksi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan perubahan
perilaku masyarakat bahwa pembuatan lubang resapan biopori tidak hanya
berdampak bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan lingkungan
dari dampak perubahan iklim.
Sragen mengapresiasi kegiatan tersebut untuk menjaga kebersihan lingkungan,
karena setiap warga negara berhak mendapatkan lingkungan yang sehat, air dan
udara bersih. Aksi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan perubahan
perilaku masyarakat bahwa pembuatan lubang resapan biopori tidak hanya
berdampak bagi lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan ketahanan lingkungan
dari dampak perubahan iklim.












