Sragen, 23 Desember 2015
Prajurit dan PNS Kodim 0725/Sragen melaksanakan upacara
bendera dalam rangka peringatan Hari Ibu ke 87 tahun 2015 bertempat di Lapangan
upacara Makodim 0725/Sragen, Rabu ( 23/12), bertindak sebagai Irup Dandim
0725/Sragen Letkol Inf. Denny Marantika.
bendera dalam rangka peringatan Hari Ibu ke 87 tahun 2015 bertempat di Lapangan
upacara Makodim 0725/Sragen, Rabu ( 23/12), bertindak sebagai Irup Dandim
0725/Sragen Letkol Inf. Denny Marantika.
Dalam Amanatnya Komandan Kodim 0725/Sragen menekankan
pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, tanggung jawab
seorang ibu pada era sekarang menjadi lebih berat, terutama dalam membentuk
karakter anak. Hal itu menjadi PR bagi para ibu untuk membawa anak-anak ke masa
depan yang lebih baik. Peran seorang ibu juga seperti seorang penjaga gawang
dalam menekan angka perceraian. Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk
mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas
bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari
berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.
pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, tanggung jawab
seorang ibu pada era sekarang menjadi lebih berat, terutama dalam membentuk
karakter anak. Hal itu menjadi PR bagi para ibu untuk membawa anak-anak ke masa
depan yang lebih baik. Peran seorang ibu juga seperti seorang penjaga gawang
dalam menekan angka perceraian. Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk
mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas
bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari
berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.
Kalau kita
melihat sejarah betapa heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat
itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan
peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan
dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut
seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti
masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah
untuk sang ibu. Peringatan Hari Ibu di Indonesia
saat ini lebih kepada ungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu,
memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado
istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak
dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik
sehari-hari.
melihat sejarah betapa heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat
itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan
peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan
dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut
seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti
masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah
untuk sang ibu. Peringatan Hari Ibu di Indonesia
saat ini lebih kepada ungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu,
memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado
istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak
dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik
sehari-hari.












