Sentuhan Humanis Di Lorong Kampung, Babinsa Intensifkan Komsos Dengan Nyambangi Warga Lansia

Sentuhan Humanis Di Lorong Kampung, Babinsa Intensifkan Komsos Dengan Nyambangi Warga Lansia

Jum’at (22/05/2026) Komunikasi Sosial (Komsos) tidak selalu harus dilakukan di forum resmi atau balai desa. Kali ini, Babinsa Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen Serda Siswanto memilih pendekatan yang lebih menyentuh hati dengan melakukan Komsos secara door-to-door, menyambangi langsung rumah-rumah warga lanjut usia (lansia) di wilayah binaannya.

​Kegiatan ini menjadi agenda rutin Babinsa untuk memantau kondisi kesehatan, mendengarkan kisah hidup, sekaligus memastikan bahwa para sesepuh desa tersebut tetap mendapatkan perhatian yang layak di hari tua mereka

​Duduk di teras rumah salah satu warga lansia, Serda Siswnato mengungkapkan bahwa mengobrol dengan para sesepuh memberikan ruang bagi dirinya untuk belajar kearifan lokal, sekaligus menjadi sarana deteksi dini terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar.

​”Menyambangi warga lansia itu seperti mengunjungi orang tua sendiri. Lewat Komsos santai seperti ini, kami bisa mengetahui secara langsung apakah mereka sedang sakit, membutuhkan bantuan medis, atau sekedar butuh teman mengobrol. Lansia adalah bagian dari prioritas moral kami di lapangan. Mendengar senyum dan doa tulus dari mereka adalah suntikan semangat tersendiri bagi kami dalam bertugas,” ungkap Siswanto dengan penuh ketulusan.

​Kehadiran Babinsa yang gemar mengetuk pintu rumah warga ini mendapat tempat spesial di hati para lansia. Mbah Citro (73), salah seorang warga sepuh, mengekspresikan rasa bahagianya saat dikunjungi oleh aparat TNI berbaju hijau tersebut.

​”Kulo nggih remen sanget dipun sambangi Pak Babinsa (Saya ya senang sekali dikunjungi Pak Babinsa). Beliau niku lho, entengan, mboten sungkan lungguh bareng wong tuwo, malah sering mriki tanglet dumateng kesehatan kulo (Beliau itu ringan tangan, tidak sungkan duduk bersama orang tua, bahkan sering ke sini menanyakan kesehatan saya).

Kehadiran tentara di kampung ngeten niki nggih damel ati kulo tentrem (Kehadiran tentara di kampung seperti ini ya membuat hati saya tenang),” tutur Mbah Citro menggunakan bahasa Jawa yang kental penuh rasa haru.

​Melalui jalinan komunikasi yang hangat dan penuh rasa hormat ini, Siswanto membuktikan bahwa ketahanan wilayah tidak hanya dibangun melalui kesiapan fisik dan keamanan semata, melainkan juga lewat kepedulian sosial yang tulus dari hati ke hati kepada setiap jengkal warga masyarakatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *