Sambirejo, 13 Mei 2015
Selasa, 12 Mei
2015 Pukul 09.00 s/d 12.00 Wib bertempat di Aula kantor Kec.
Sambirejo, Kab. Sragen telah dilaksanakan pertemuan dalam rangka
Optimalisasi Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) Kab. Sragen Tahun 2015 yang
diselenggarakan oleh dinkes kab. Sragen diikuti sekitar 70 0rang.
2015 Pukul 09.00 s/d 12.00 Wib bertempat di Aula kantor Kec.
Sambirejo, Kab. Sragen telah dilaksanakan pertemuan dalam rangka
Optimalisasi Gerakan Sayang Ibu dan Bayi (GSIB) Kab. Sragen Tahun 2015 yang
diselenggarakan oleh dinkes kab. Sragen diikuti sekitar 70 0rang.
Hadir
dalam kegiatan tersebut antara lain Ibu P. Yudo Triwidodo beserta 2 anggota
persit (Ketua Persit Koramil Sambirejo), Ibu Suratno beserta 1 Anggota persit
(Ketua Persit Koramil, Sambungmacan), Ibu Muryana beserta 1 anggota persit
(wakil ketua persit koramil Ngrampal), Ibu Tukimin beserta 1 anggota Persit
(Wakil Ketua Persit Koramil Gondang), Ibu Sri Rejeki (Kasubag Organisasi
Pemberdayaan Perempuan), Ibu Budiyanto (TP. PKK Kab.Sragen), Ibu Agustina
(Dikes Kab. Sragen) dan Bp. Suparman (Kasi Kesra Gondang).
dalam kegiatan tersebut antara lain Ibu P. Yudo Triwidodo beserta 2 anggota
persit (Ketua Persit Koramil Sambirejo), Ibu Suratno beserta 1 Anggota persit
(Ketua Persit Koramil, Sambungmacan), Ibu Muryana beserta 1 anggota persit
(wakil ketua persit koramil Ngrampal), Ibu Tukimin beserta 1 anggota Persit
(Wakil Ketua Persit Koramil Gondang), Ibu Sri Rejeki (Kasubag Organisasi
Pemberdayaan Perempuan), Ibu Budiyanto (TP. PKK Kab.Sragen), Ibu Agustina
(Dikes Kab. Sragen) dan Bp. Suparman (Kasi Kesra Gondang).
Adapun
Inti dari pengarahan tersebut adalah Peningkatan Kualitas Perempuan dan mengurangi
angka kematian pada Ibu dan bayi, Masyarakat sebagian besar sudah menyadari
pentingnya ASI eksklusif, sehingga tingkat kesehatan ibu dan bayi di Sragen
semakin terjaga dan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan, Guna menyukseskan
program GSIB, pihaknya bersama tim selalu menggelar kegiatan optimalisasi GSIB
di Kabupaten Sragen, Selain itu juga memberikan pembinaan dan pemantauan
seputar GSIB, di antaranya, suami siaga, ambulan siaga, senam kehamilan dan posyandu,
Ada 5 Pelayanan Dasar di Posyandu, yaitu : Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana,
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Penanggulangan Diare, Secara teratur ibu
hamil memeriksakan diri di Posyandu, dan membawa anak balitanya untuk
pemeriksaan kesehatan (penimbangan anak dan imunisasi), Penyuluhan tentang
kesehatan, gizi dan keluarga berencana diadakan di Posyandu, bahkan diadakan
pula pemberian makanan tambahan serta demonstrasi tentang makanan bergizi; dan Berbagai
gerakan tersebut, ternyata masih belum mampu memberikan hasil yang
menggembirakan, sehingga kemudian dilakukan terobosan Optimalisasi Program GSI
dengan Gerakan Masyarakat Cinta Ibu Hamil (Gemas Tabumil). l.Gerakan ini pada
dasarnya merupakan gerakan Pendampingan 1 Kader 1 Ibu Hamil, Gerkan Kunjungan
Rumah Bumil dengan Komplikasi, serta Gerakan KIE dan Rujukan Dini Berencana
(RDB).
Inti dari pengarahan tersebut adalah Peningkatan Kualitas Perempuan dan mengurangi
angka kematian pada Ibu dan bayi, Masyarakat sebagian besar sudah menyadari
pentingnya ASI eksklusif, sehingga tingkat kesehatan ibu dan bayi di Sragen
semakin terjaga dan angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan, Guna menyukseskan
program GSIB, pihaknya bersama tim selalu menggelar kegiatan optimalisasi GSIB
di Kabupaten Sragen, Selain itu juga memberikan pembinaan dan pemantauan
seputar GSIB, di antaranya, suami siaga, ambulan siaga, senam kehamilan dan posyandu,
Ada 5 Pelayanan Dasar di Posyandu, yaitu : Imunisasi, Gizi, Keluarga Berencana,
Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), dan Penanggulangan Diare, Secara teratur ibu
hamil memeriksakan diri di Posyandu, dan membawa anak balitanya untuk
pemeriksaan kesehatan (penimbangan anak dan imunisasi), Penyuluhan tentang
kesehatan, gizi dan keluarga berencana diadakan di Posyandu, bahkan diadakan
pula pemberian makanan tambahan serta demonstrasi tentang makanan bergizi; dan Berbagai
gerakan tersebut, ternyata masih belum mampu memberikan hasil yang
menggembirakan, sehingga kemudian dilakukan terobosan Optimalisasi Program GSI
dengan Gerakan Masyarakat Cinta Ibu Hamil (Gemas Tabumil). l.Gerakan ini pada
dasarnya merupakan gerakan Pendampingan 1 Kader 1 Ibu Hamil, Gerkan Kunjungan
Rumah Bumil dengan Komplikasi, serta Gerakan KIE dan Rujukan Dini Berencana
(RDB).













