Sukodono, 12 Mei 2015
Babinsa Koramil 13/Sukodono Serda Kasmudi Kodim
0725/Sragen melaksanakan pemupukan pada pada masa tanam II dengan pupuk
bersubsidi pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 pukul 09 00 s/d 11 30 Wib, tempat lahan Bp.Darmuji di Dk.Pakel Ds.Gebang Kec.Sukodono Kab.Sragen.
0725/Sragen melaksanakan pemupukan pada pada masa tanam II dengan pupuk
bersubsidi pada hari Senin tanggal 11 Mei 2015 pukul 09 00 s/d 11 30 Wib, tempat lahan Bp.Darmuji di Dk.Pakel Ds.Gebang Kec.Sukodono Kab.Sragen.
Dalam
pelaksanaan pemupukan padi masa tanam II dengan pupuk bersubsidi dari kios
Sendang Mulyo Babinsa Serda Kasmudi bersama Bp.Darmuji, sebagai upsus Babinsa
Gebang Serda Kasmudi untuk memotifasi petani dalam mengolah tanaman padi masa
tanam II dan mencari keterangan apakah pupuk yang diterima sesuai dengan RDKK
serta harga yang telah ditentukan keterangan dari petani I Desa Gebang sesuai
pelaksanaan pemupukan padi masa tanam II dengan pupuk bersubsidi dari kios
Sendang Mulyo Babinsa Serda Kasmudi bersama Bp.Darmuji, sebagai upsus Babinsa
Gebang Serda Kasmudi untuk memotifasi petani dalam mengolah tanaman padi masa
tanam II dan mencari keterangan apakah pupuk yang diterima sesuai dengan RDKK
serta harga yang telah ditentukan keterangan dari petani I Desa Gebang sesuai
Babinsa
Serda Kasmudi dapat merasakan petani yang mengerjakan lahan tadah hujan sangat
terasa kebutuhan air pada pemupukan masa tanam II curah hujan sudah berkurang
apalagi padi sudah mulai meteng maka petani sudah mulai memakai pompa air belum
lagi ditemukanya hama walang sangit sehingga berfikir lagi usaha penyemprotan
dimana harga obat dinilai petani mahal tapi semua dilewati petani demi
berhasilnya panen untuk mewujutkan swasembada pangan Nasional.
Serda Kasmudi dapat merasakan petani yang mengerjakan lahan tadah hujan sangat
terasa kebutuhan air pada pemupukan masa tanam II curah hujan sudah berkurang
apalagi padi sudah mulai meteng maka petani sudah mulai memakai pompa air belum
lagi ditemukanya hama walang sangit sehingga berfikir lagi usaha penyemprotan
dimana harga obat dinilai petani mahal tapi semua dilewati petani demi
berhasilnya panen untuk mewujutkan swasembada pangan Nasional.













