20 April 2015
Guna
mengembalikan fungsi Gunung Kemukus sebagai tempat Wisata Riligi dilaksanakan Pengajian
Akbar Jawa Tengah bersama Habib Syeh Bin Abdul Kodir Asegaf, yang di
selenggarakan oleh Kepala Desa Cepoko yang di ikuti 10.000 orang, pada Hari
Sabtu Tanggal 18 April 2015 Pukul 19.30 di lapangan Sepak Bola Ds. Ngandul Kec.
Sumber lawang, Kab. Sragen.
mengembalikan fungsi Gunung Kemukus sebagai tempat Wisata Riligi dilaksanakan Pengajian
Akbar Jawa Tengah bersama Habib Syeh Bin Abdul Kodir Asegaf, yang di
selenggarakan oleh Kepala Desa Cepoko yang di ikuti 10.000 orang, pada Hari
Sabtu Tanggal 18 April 2015 Pukul 19.30 di lapangan Sepak Bola Ds. Ngandul Kec.
Sumber lawang, Kab. Sragen.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah
H.Ganjar Pranowo, S.H, Asisten II Sekda Provinsi Jawa Tengah Ir. Joko
Sutrisno, Msi, Bapeda Provinsi Jawa Tengah
Urip Sihabudin, Bangda Provinsi Jawa Tengah Drs. Agus Suranto, Bupati
Kab. Sragen Bpk. Agus Fathurrahman, SH, MH, Dandim 0725/ Sragen Letkol Inf Edi
Saputra, S.I.P, Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri, SIK,SH,M.HUM, Kepala
Kejaksaan Bpk. Victor Saud Tampubolon, S.H, para Asisten Kab. Sragen, Muspika
Kec. Sumber Lawang, semua Camat Kab. Sragen, para Kyai dan Ustadz Kec. Sumber
lawang, dan para Jamaah dan Masyarakat kabupaten Sragen.
dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah
H.Ganjar Pranowo, S.H, Asisten II Sekda Provinsi Jawa Tengah Ir. Joko
Sutrisno, Msi, Bapeda Provinsi Jawa Tengah
Urip Sihabudin, Bangda Provinsi Jawa Tengah Drs. Agus Suranto, Bupati
Kab. Sragen Bpk. Agus Fathurrahman, SH, MH, Dandim 0725/ Sragen Letkol Inf Edi
Saputra, S.I.P, Kapolres Sragen AKBP Dwi Tunggal Jaladri, SIK,SH,M.HUM, Kepala
Kejaksaan Bpk. Victor Saud Tampubolon, S.H, para Asisten Kab. Sragen, Muspika
Kec. Sumber Lawang, semua Camat Kab. Sragen, para Kyai dan Ustadz Kec. Sumber
lawang, dan para Jamaah dan Masyarakat kabupaten Sragen.
Pengajian
Akbar tersebut untuk mengembalikan fungsi Gunung Kemukus sebagai tempat Wisata
Riligi, karena sekarang
ini ada 2 (dua) pemikiran negatif yang berkembang di tengah masyarakat tentang
Makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus. Pertama, adanya keyakinan di
sebagian masyarakat bahwa apabila ingin mendapat berkah atau permohonannya
terkabul, maka orang yang datang ke Makam Pangeran Samudro harus melakukan
ritual berhubungan intim dengan lawan jenis yang bukan suami atau istrinya
selama 7 (tujuh) kali dalam satu lapan ( 1 lapan = 35 hari).
Akbar tersebut untuk mengembalikan fungsi Gunung Kemukus sebagai tempat Wisata
Riligi, karena sekarang
ini ada 2 (dua) pemikiran negatif yang berkembang di tengah masyarakat tentang
Makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus. Pertama, adanya keyakinan di
sebagian masyarakat bahwa apabila ingin mendapat berkah atau permohonannya
terkabul, maka orang yang datang ke Makam Pangeran Samudro harus melakukan
ritual berhubungan intim dengan lawan jenis yang bukan suami atau istrinya
selama 7 (tujuh) kali dalam satu lapan ( 1 lapan = 35 hari).
Oleh
karena itu dalam pengajian Akbar tersebut untuk memberikan pengertian bagi para
peziarah supaya tidak terjebak dalam pemikiran negatif dan kepercayaan yang
keliru, untuk Setiap peziarah atau
pengunjung yang menginginkan permohonan atau keinginannya terkabul haruslah
memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan berdo’a dan berusaha di jalan yang
benar, yang berziarah di tempat tersebut supaya selalu ingat akan kematian
sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka akan lebih mendekatkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berbuat kebaikan sesuai dengan keluhuran jiwa
dan teladan dari figur yang diziarahi.
karena itu dalam pengajian Akbar tersebut untuk memberikan pengertian bagi para
peziarah supaya tidak terjebak dalam pemikiran negatif dan kepercayaan yang
keliru, untuk Setiap peziarah atau
pengunjung yang menginginkan permohonan atau keinginannya terkabul haruslah
memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, dengan berdo’a dan berusaha di jalan yang
benar, yang berziarah di tempat tersebut supaya selalu ingat akan kematian
sehingga dalam kehidupan sehari-hari mereka akan lebih mendekatkan diri kepada
Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berbuat kebaikan sesuai dengan keluhuran jiwa
dan teladan dari figur yang diziarahi.













