SRAGEN – Pemandangan berbeda terlihat di pemukiman warga Dk. Jirak Rt. 23 Desa Poleng Kec. Gesi, pagi ini. Tanpa seremonial formal atau pengawalan ketat, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil12/Gesi Kodim 0725/Sragen Sertu Kokok, tampak berjalan kaki menyusuri gang sempit, mengetuk satu per satu pintu rumah warga.
Bukan untuk melakukan penertiban atau membawa urusan birokrasi yang kaku, kehadiran prajurit TNI AD ini murni untuk satu alasan, merawat kedekatan dan memastikan warga binaannya dalam kondisi baik.
Aksi “ketuk pintu” yang humanis ini menjadi bagian dari program rutin yang digalakkan demi meruntuhkan sekat antara aparat keamanan dan masyarakat. Bagi Sertu Kokok, rumah warga adalah ruang terbaik untuk mendengar cerita, keluh kesah, sekaligus tawa masyarakat secara langsung.
”Kalau kami hanya berjaga di pos atau kantor, kami tidak akan pernah tahu apa yang benar-benar dirasakan warga. Mendatangi rumah mereka, duduk di teras sambil minum teh hangat bersama, itulah roh dari kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Kokok di sela-sela obrolannya bersama salah satu warga Rabu (20/05/2026).
Suasana akrab begitu terasa saat salah seorang warga, Bpk. Agus (43), menyambut kedatangan Babinsa dengan senyum lebar. Bagi Agus, kehadiran Babinsa ke rumahnya sudah dianggap seperti kunjungan anak sendiri.
”Awalnya dulu sempat kaget waktu pertama kali didatangi pak tentara seragam lengkap. Tapi sekarang malah senang sekali kalau dikunjungi. Pak Babinsa sering tanya kesehatan saya, kadang bantu kerja bakti juga. Kami merasa aman dan diwongke (dihargai),” ungkap Agus.










