SRAGEN – Sebagai ujung tombak komando kewilayahan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dituntut untuk mengenali setiap jengkal wilayah dan dinamika sosial warga binaannya. Siang ini, Babinsa Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen Serda Wahyudi bergerak cepat melakukan pendataan ulang (updating data) warga kurang mampu dari rumah ke rumah di wilayah Dk.Wates Kidul RT.06 Desa Jatibatur, Rabu (20/05/2026).
Langkah proaktif door-to-door ini diambil bukan tanpa alasan. Validasi data secara langsung di lapangan menjadi hal wajib yang harus digalakkan demi memastikan seluruh program bantuan sosial, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun TNI, dapat tersalurkan secara tepat sasaran, berkeadilan, dan tanpa salah alamat.
Bagi TNI AD, keakuratan data adalah kunci utama efektivitas penanggulangan kemiskinan dan pemenuhan kesejahteraan masyarakat di tingkat paling bawah.
”Data itu dinamis, ada warga yang kondisinya berubah, ada yang pindah, atau ada yang luput dari pendataan sebelumnya. Dengan turun langsung dan melihat realitas di dalam rumah warga, kami bisa memastikan siapa yang benar-benar prioritas membutuhkan uluran tangan. Kami tidak ingin ada warga yang berhak justru terlewati,” tegas Serda Wahyudi di sela-sela kegiatannya mencatat data keluarga di salah satu rumah warga.
Dalam pelaksanaannya, Serda Wahyudi tidak sekedar meminta dokumen administrasi seperti Kartu Keluarga (KK) atau KTP. Sang prajurit juga mengamati langsung kondisi fisik hunian, kelayakan sarana sanitasi, serta berdialog mengenai kondisi kesehatan dan mata pencaharian utama kepala keluarga yang bersangkutan.










