Sambungmacan, 24 Agustus 2016
Pada hari Selasa tanggal 23 Agustus 2016 pukul 0800 Wib s/d 09.00 Wib Babinsa Sambungmacan Koramil 09/Sambungmacan Serka
Surawan melaksanakan pendampingan kepada petani dalam rangka melaksanakan
pemupukan bertempat di sawah Bpk. Paidi Pok Tani. Usaha Abadi Dk. Patoman Ds.
Sambungmacan.
Surawan melaksanakan pendampingan kepada petani dalam rangka melaksanakan
pemupukan bertempat di sawah Bpk. Paidi Pok Tani. Usaha Abadi Dk. Patoman Ds.
Sambungmacan.
Program pemerintah khususnya dibidang
pertanian adalah dalam bentuk pencapaian swasembada pangan (padi, jagung,
kedelai, tebu, dan daging). Namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi
yang antara lain adalah Degradasi dan Penurunan Produktivitas Lahan, Konversi dan Fragmentasi Lahan, Kelangkaan/Keterbatasan Lahan Subur, Variabilitas & Perubahan Iklim, Terbatasnya infrastruktur.
pertanian adalah dalam bentuk pencapaian swasembada pangan (padi, jagung,
kedelai, tebu, dan daging). Namun ada beberapa tantangan yang harus dihadapi
yang antara lain adalah Degradasi dan Penurunan Produktivitas Lahan, Konversi dan Fragmentasi Lahan, Kelangkaan/Keterbatasan Lahan Subur, Variabilitas & Perubahan Iklim, Terbatasnya infrastruktur.
Di dalam konsep pemupukan berimbang,
pemberian sejumlah pupuk untuk mencapai ketersediaan hara-hara esensial yang
seimbang dan optimum ke dalam tanah, adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil pertanian;
Meningkatkan efisiensi pemupukan; Meningkatkan kesuburan dan kelestarian tanah;
serta Menghindari pencemaran lingkungan dan keracunan tanaman. Diharapkan
dengan pemupukan sesuai status hara tanah, maka kebutuhan tanaman dan target
hasil (neraca hara)bisa tercapai. Adapun penentuan dosis pupuk yang
sesuai status hara tanah dan kebutuhan tanaman ditetapkan dengan uji tanah.
Pengelolaan bahan organik dan pupuk hayati dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pupuk anorganik.
pemberian sejumlah pupuk untuk mencapai ketersediaan hara-hara esensial yang
seimbang dan optimum ke dalam tanah, adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil pertanian;
Meningkatkan efisiensi pemupukan; Meningkatkan kesuburan dan kelestarian tanah;
serta Menghindari pencemaran lingkungan dan keracunan tanaman. Diharapkan
dengan pemupukan sesuai status hara tanah, maka kebutuhan tanaman dan target
hasil (neraca hara)bisa tercapai. Adapun penentuan dosis pupuk yang
sesuai status hara tanah dan kebutuhan tanaman ditetapkan dengan uji tanah.
Pengelolaan bahan organik dan pupuk hayati dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pupuk anorganik.
Pupuk berimbang “bisa” tetapi “tidak
sama” dengan pupuk majemuk (disesuaikan status hara tanah, produktivitas padi
atau varietas), dimana formula pupuk majemuk harus bersifat “spesifik lokasi”
(sesuai status hara dan produktivitas). Pupuk majemuk tetap memerlukan
“Tambahan” pupuk tunggal seperti urea, SP-36 dan/atau KCl. Pr insip Pemupukan Berimbang adalah pemupukan dengan
empat tepat: (1) Tepat Dosis yaitu sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan
tanaman, dan target hasil; (2) Tepat Waktu, yaitu Hara tersedia saat tanaman
memerlukan dalam jumlah banyak; (3) Tepat Cara, yaitu Penempatan pupuk di
lokasi dimana tanaman secara efektif mengakses hara; (4) Tepat Jenis/Bentuk ,
yaitu Formula pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
sama” dengan pupuk majemuk (disesuaikan status hara tanah, produktivitas padi
atau varietas), dimana formula pupuk majemuk harus bersifat “spesifik lokasi”
(sesuai status hara dan produktivitas). Pupuk majemuk tetap memerlukan
“Tambahan” pupuk tunggal seperti urea, SP-36 dan/atau KCl. Pr insip Pemupukan Berimbang adalah pemupukan dengan
empat tepat: (1) Tepat Dosis yaitu sesuai dengan status hara tanah, kebutuhan
tanaman, dan target hasil; (2) Tepat Waktu, yaitu Hara tersedia saat tanaman
memerlukan dalam jumlah banyak; (3) Tepat Cara, yaitu Penempatan pupuk di
lokasi dimana tanaman secara efektif mengakses hara; (4) Tepat Jenis/Bentuk ,
yaitu Formula pupuk sesuai dengan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.













