Sidoharjo, 15 Mei 2017
Pada Hari Minggu Tanggal
14 Mei 2017. Pkl 09.00 – 12.15 Wib Babinsa Desa Taraman menghadiri
pengajian Rutin MWC NU Kec Sidoharjo dan Muslimat NU Kec Sidoharjo bertempat
di rumah Bp H. Sungadi Saiful Dk Kroyo Desa Taraman.
14 Mei 2017. Pkl 09.00 – 12.15 Wib Babinsa Desa Taraman menghadiri
pengajian Rutin MWC NU Kec Sidoharjo dan Muslimat NU Kec Sidoharjo bertempat
di rumah Bp H. Sungadi Saiful Dk Kroyo Desa Taraman.
Hadir dalam kegiatan Bp Ir Faturrahman Angota DPRD Sragen fraksi
PKB, Bp H. Amin Ari Wibowo, S.Ag M.Pd. Kepala MWC, Bp KH.Nur Amin dari Bangle
Tanon, Bp. Parimin Kasi Trantib mewakil Bp Camat Sidoharjo, Babinsa Ds
Taraman Sertu Andri S mewakili Danramil, Babinkamtibmas Aiptu Amen mewakili
Kapolsek, Kepala Ds Taraman Bpk Agus Widodo SH beserta Perangkatnya dan
masyarakat Ds Taraman.
PKB, Bp H. Amin Ari Wibowo, S.Ag M.Pd. Kepala MWC, Bp KH.Nur Amin dari Bangle
Tanon, Bp. Parimin Kasi Trantib mewakil Bp Camat Sidoharjo, Babinsa Ds
Taraman Sertu Andri S mewakili Danramil, Babinkamtibmas Aiptu Amen mewakili
Kapolsek, Kepala Ds Taraman Bpk Agus Widodo SH beserta Perangkatnya dan
masyarakat Ds Taraman.
Inti pengajian/
tausiah yang disampaikan yaitu Hadirnya Ramadhan sungguh menjadikan
momentum bagi kita untuk membersihkan diri dari segala noda dosa dan
kemaksiatan yang tidak kita sadari. Ibaratnya pakaian yang sehari-hari kita
pakai, meskipun tidak terkena lumpur atau kotoran yang jelas, tetap saja kita
harus mencucinya karena ada debu yang melekat erat.
tausiah yang disampaikan yaitu Hadirnya Ramadhan sungguh menjadikan
momentum bagi kita untuk membersihkan diri dari segala noda dosa dan
kemaksiatan yang tidak kita sadari. Ibaratnya pakaian yang sehari-hari kita
pakai, meskipun tidak terkena lumpur atau kotoran yang jelas, tetap saja kita
harus mencucinya karena ada debu yang melekat erat.
Begitupun diri kita, sekalipun kita tidak menjalani
dosa besar, namun tentu saja tanpa kita sadari terkadang ada hal yang kita
lakukan menyebabkan noda kecil dalam hati kita, bisa jadi melalui lisan,
pandangan, atau bahkan anggota badan kita. Inilah yang membuat kita
bersuka cita karena mendapat kesempatan untuk menyucikan diri dari kita. Maka
marilah kita menjalankan ibadah di dalamnya dengan penuh iman dan pengharapan,
serta memperbanyak istighfar, agar benar-benar Ramadhan ini menjadi bulan
pengampunan.
dosa besar, namun tentu saja tanpa kita sadari terkadang ada hal yang kita
lakukan menyebabkan noda kecil dalam hati kita, bisa jadi melalui lisan,
pandangan, atau bahkan anggota badan kita. Inilah yang membuat kita
bersuka cita karena mendapat kesempatan untuk menyucikan diri dari kita. Maka
marilah kita menjalankan ibadah di dalamnya dengan penuh iman dan pengharapan,
serta memperbanyak istighfar, agar benar-benar Ramadhan ini menjadi bulan
pengampunan.
Ramadhan merupakan bulan musim kebaikan, dimana kita
semua menjalankan ibadah dengan penuh semangat, berbondong-bondong dan sungguh
terasa lebih ringan. Inilah yang menjadikan kita bergembira, karena kebaikan
begitu mudah dijalankan. Bersama sama kita lihat di masjid, mushola, bahkan di
rumah-rumah kita, bagaimana Ramadhan menyinari kita dengan banyak amal dan
kegiatan yang tak putus dan henti-hentinya. Dari mulai pagi hari hingga malam
menjelang, bergantian kita melaksanakan amal kebaikan yang begitu
beragam.
semua menjalankan ibadah dengan penuh semangat, berbondong-bondong dan sungguh
terasa lebih ringan. Inilah yang menjadikan kita bergembira, karena kebaikan
begitu mudah dijalankan. Bersama sama kita lihat di masjid, mushola, bahkan di
rumah-rumah kita, bagaimana Ramadhan menyinari kita dengan banyak amal dan
kegiatan yang tak putus dan henti-hentinya. Dari mulai pagi hari hingga malam
menjelang, bergantian kita melaksanakan amal kebaikan yang begitu
beragam.













