Minggu ,03 – 06 – 2018 pukul
19.00 – 22.15 Wib Sertu Mukmin Babinsa Ds.Sunggingan melaksanakan Sholat Isyak
berjamaah dilanjutkan Sholat Tarawih dan Sholat Witir, selaku Imam Ustadz
Abdurrahman Hanif dari Padang – Sumatra Barat bersama 8 Ulama ( WNA ) dari
Negara India di Masjid Al IKHLAS Dk. Gagan RT. 11 Ds. Sunggingan Kec. Miri Kab.
Sragen, yang dihadiri – + 80 org.
19.00 – 22.15 Wib Sertu Mukmin Babinsa Ds.Sunggingan melaksanakan Sholat Isyak
berjamaah dilanjutkan Sholat Tarawih dan Sholat Witir, selaku Imam Ustadz
Abdurrahman Hanif dari Padang – Sumatra Barat bersama 8 Ulama ( WNA ) dari
Negara India di Masjid Al IKHLAS Dk. Gagan RT. 11 Ds. Sunggingan Kec. Miri Kab.
Sragen, yang dihadiri – + 80 org.
Hadir giat Ustadz
Abdurrahman Hanif,Ketua Rombongan 8 Ulama WNA – India, Mr.Mohammad Salim ( WNA
) India, Mr.Jmaluddin ( WNA) India, Mr.Mohammad Badruddin ( WNA ) India, Mr.AAS
Mohammad ( WNA ) India, Mr.Mohammad Imran ( WNA ) India, Mr.Mohammad Iqbal Khan
( WNA ) India, Mr.Zahoor Hasan ( WNA ) India, Mr.Sheruddin ( WNA ) India, Sertu
Mukmin,Babinsa Ds.Sunggingan mewakili Danramil 16 / Miri, Bp.Hidayatullah
Pengurus Masjid Al – Iklas serta Warga Dk.Gagan Ds.Sunggingan.
Abdurrahman Hanif,Ketua Rombongan 8 Ulama WNA – India, Mr.Mohammad Salim ( WNA
) India, Mr.Jmaluddin ( WNA) India, Mr.Mohammad Badruddin ( WNA ) India, Mr.AAS
Mohammad ( WNA ) India, Mr.Mohammad Imran ( WNA ) India, Mr.Mohammad Iqbal Khan
( WNA ) India, Mr.Zahoor Hasan ( WNA ) India, Mr.Sheruddin ( WNA ) India, Sertu
Mukmin,Babinsa Ds.Sunggingan mewakili Danramil 16 / Miri, Bp.Hidayatullah
Pengurus Masjid Al – Iklas serta Warga Dk.Gagan Ds.Sunggingan.
Secara bahasa khusyu’
berarti as-sukuun (diam/tenang) dan at-tadzallul (merendahkan diri). Sifat
mulia ini bersumber dari dalam hati yang kemudian pengaruhnya terpancar pada
anggota badan manusia. “Asal (sifat) khusyu’ adalah kelembutan, ketenangan,
ketundukan, dan kerendahan diri dalam hati manusia (kepada Allah Ta’ala).
Tatkala Hati manusia telah khusyu’ maka semua anggota badan akan ikut khusyu’,
karena anggota badan (selalu) mengikuti hati, sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada
segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuh
manusia, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh
manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia”.
berarti as-sukuun (diam/tenang) dan at-tadzallul (merendahkan diri). Sifat
mulia ini bersumber dari dalam hati yang kemudian pengaruhnya terpancar pada
anggota badan manusia. “Asal (sifat) khusyu’ adalah kelembutan, ketenangan,
ketundukan, dan kerendahan diri dalam hati manusia (kepada Allah Ta’ala).
Tatkala Hati manusia telah khusyu’ maka semua anggota badan akan ikut khusyu’,
karena anggota badan (selalu) mengikuti hati, sebagaimana sabda Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam: “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia ada
segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka akan baik seluruh tubuh
manusia, dan jika segumpal daging itu buruk maka akan buruk seluruh tubuh
manusia, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati manusia”.













