Berita  

BABINSA KROYO SAMPAIKAN MATERI 4 PILAR KEBANGSAAN PADA GIAT MOS

BABINSA KROYO SAMPAIKAN MATERI 4 PILAR KEBANGSAAN PADA GIAT MOS
Karangmalang, 19 Juli 2017
Pada hari ini Selasa tgl 18 Juli 2017
pkl 09.00 s/d 10.30 Peltu Suwarno dan Babinsa Kel.  Kroyo Sertu Sugito
memberi materi pada kegiatan MOS di SMK Entrepreneur Indonesia.  SMK
Entrepreneur ini berlokasi di wilayah Kel. Kroyo dan pada th 2017 ini adalah tahun
pertama menerima siswa.  Saat ini telah ada 19 orang siswa yang berasal
dari berbagai daerah.  Dengan berbasis agama islam dan Iptek SMK
Entrepreneur Indonesia ini memiliki visi penanaman nilai agama serta mencetak
generasi yang berwawasan kebangsaan yang tinggi.

Sedangkan
materi yang di sampaikan adalah 4 pilar kebangsaan yang meliputi :
Pilar Pancasila : Pilar mulailah bagi tegak kokoh berdirinya negara-bangsa Indonesia
adalah Pancasila. Timbul pertanyaan, mengapa Pancasila diangkat sebagai pilar
bangsa Indonesia. Perlu dasar pemikiran yang kuat dan meraih dipertanggung
jawabkan sehingga meraih diterima oleh seluruh warga bangsa, mengapa bangsa
Dalam negri menetapkan Pancasila sebagai base kehidupan berbangsa dan
bernegara.

Pilar
Undang-Undang Dasar 1945 :
Pilar kedua
kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia adalah Undang-Undang
Basis 1945. Dalam rangka memahami dan mendalami UUD 1945, diperlukan memahami
lebih dulu makna undang-undang dasar teruntuk kehidupan berbangsa dan bernegara
dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

Pilar Negara
Kesatuan Republik Indonesia :
Sebelum
kindertagesstätte bahas mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia ada baiknya
bila kita fahami jauh dahulu berbagai bentuk Pelosok yang terdapat di negara,
apa kelebihan dan kekurangannya, untuk selanjutnya kita fahami mengapa para
founding daddies negara ini memilih negeri kesatuan.

Pilar
Bhinneka Tunggal Ika  :
Sesanti atau semboyan Bhinneka Tunggal Ika
diungkapkan pertama kali oleh mPu Tantular, pujangga agung kerajaan Majapahit
yang hidup dalam masa pemerintahan Raja Hayamwuruk, di abad ke empatbelas
(1350-1389). Sesanti tersebut memiliki dalam karyanya, kakawin Sutasoma yang
berbunyi “Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa, ” yang artinya
“Berbeda-beda itu, 1 itu, tak ada pengabdian yang mendua. “

BABINSA KROYO SAMPAIKAN MATERI 4 PILAR KEBANGSAAN PADA GIAT MOS

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *