Berita  

BATUUD NGRAMPAL SAMPAIKAN MATERI 4 PILAR KEBANGSAAN DI BLK SRAGEN

BATUUD NGRAMPAL SAMPAIKAN MATERI 4 PILAR KEBANGSAAN  DI BLK SRAGEN

Selasa, 24  April 2018 Pelda Sukardi
Batuud Koramil 07/Ngrampal dan Serka Darminto Babinsa Ngarum pukul 07.30 –
09.00 Wib melaksanakan penyuluhan kepada peserta pelatihan ketenagakerjaan yang
bertempat di BLK Kabupaten Sragen yang diikuti 108 orang.
Setelah melaksanakan senam pagi Pelda Sukardi menyampaikan materi empat
pilar kebangsaan Isi 4 Pilar Kebangsaan, Pilar Pancasila : Pilar mulailah bagi
tegak kokoh berdirinya negara-bangsa Indonesia adalah Pancasila. Timbul
pertanyaan, mengapa Pancasila diangkat sebagai pilar bangsa Indonesia. Perlu
dasar pemikiran yang kuat dan meraih dipertanggung jawabkan sehingga meraih
diterima oleh seluruh warga bangsa, mengapa bangsa Dalam negri menetapkan
Pancasila sebagai base kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pilar Undang-Undang Dasar 1945 : Pilar kedua kehidupan berbangsa dan
bernegara bagi bangsa Indonesia adalah Undang-Undang Basis 1945. Dalam rangka
memahami dan mendalami UUD 1945, diperlukan memahami lebih dulu makna
undang-undang dasar teruntuk kehidupan berbangsa dan bernegara dan
prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Tanpa memahami
prinsip yang terkandung dalam Pembukaan ini tidak mungkin mengadakan evaluasi
terhadap pasal-pasal yang memiliki dalam batang tubuhnya serta barbagai
undang-undang yang akhirnya menjadi derivatnya.
Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelum membahas mengenai Negara
Kesatuan Republik Indonesia ada baiknya bila kita fahami jauh dahulu berbagai
bentuk Pelosok yang terdapat di negara, apa kelebihan dan kekurangannya, untuk
selanjutnya kita fahami mengapa para founding daddies negara ini memilih negeri
kesatuan. Bentuk Negara contohnya konfederasi, federasi dan kesatuan, menurut
Carl J. Friedrich, merupakan bentuk pembagian kekuasaan secara teritorial atau
local division oif power. Beserta penjelasan mengenai bentuk-mentuk Pelosok
tersebut.
Pilar Bhinneka Tunggal Ika : Sesanti atau semboyan Bhinneka Tunggal Ika
diungkapkan pertama kali oleh mPu Tantular, pujangga agung kerajaan Majapahit
yang hidup dalam masa pemerintahan Raja Hayamwuruk, di abad ke empatbelas
(1350-1389). Sesanti tersebut memiliki dalam karyanya, kakawin Sutasoma yang
berbunyi “Bhinna ika tunggal ika, tan hana dharma mangrwa, ” yang artinya
“Berbeda-beda itu, 1 itu, tak ada pengabdian yang mendua. “

BATUUD NGRAMPAL SAMPAIKAN MATERI 4 PILAR KEBANGSAAN  DI BLK SRAGEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *