Guna mengantisipasi kelangkaan serta mencegah praktik penyelewengan yang merugikan petani, Babinsa Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen Serka Tri Mawardi melakukan investigasi dan pengecekan langsung ke sejumlah kios pengecer resmi pupuk bersubsidi di Dk. Wahyu RT. 04 Ds. Blangu Kec. Gesi, Kamis (21/05/2026).
Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya laporan dari masyarakat mengenai kekhawatiran tersendatnya pasokan pupuk menjelang musim tanam. Tri Mawardi turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kesesuaian harga eceran tertinggi (HET), ketersediaan stok, hingga validitas data rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) petani.
Dalam investigasi tersebut, Mawardi memeriksa manifes keluar-masuk barang dan memastikan bahwa pupuk yang disalurkan oleh distributor benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak, bukan ditimbun atau dijual ke pihak yang tidak berwenang.
”Kami tidak ingin ada oknum yang bermain-main dengan pupuk bersubsidi ini. Kasihan petani yang sudah bersusah payah modal, jangan sampai produktivitas mereka terganggu hanya karena ulah pihak yang mencari keuntungan pribadi. Tugas kami adalah memastikan hak mereka aman,” ujar Mawardi saat ditemui di lokasi pengecekan.
”Investigasi dan monitoring ini sifatnya berkala dan humanis. Jika ditemukan adanya indikasi kecurangan, seperti harga di atas HET atau kelangkaan yang tidak wajar akibat penimbunan, kami akan segera melaporkan ke pihak Kepolisian dan Dinas Pertanian untuk diambil tindakan tegas,” ungkap Mawardi.
Dari hasil pengecekan di beberapa kios pengecer hari ini, stok pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK di wilayah Desa Blangu terpantau masih dalam batas aman dan penyaluran berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan pemerintah.












