Cegah Pernikahan Dini, Baur Data Karangmalang Dampingi PKK Kab. Sragen Keliling Desa Sosialisasi Dampak Negatif Nikah Usia Muda

Kodim SragenCegah Pernikahan Dini, Baur Data Karangmalang Dampingi PKK Kab. Sragen Keliling Desa Sosialisasi Dampak Negatif Nikah Usia Muda

Sertu Eko Kristanto Baur Data Koramil 02/Karangmalang mewakili Danramil 02 /Karangmalang Kodim 0725/Sragen dampingi Ibu-ibu PKK keliling ke sejumlah desa untuk mencegah pernikahan dini di Kec. Karangmalang. Dalam kunjungannya ke desa-desa, para pengurus PKK Kabupaten Sragen itu memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang dampak negatif pernikahan dini.

Sertu Eko menyampaikan, bahwa tujuan dari sosialisasi ini untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini dan peranan remaja sangat penting untuk mencegah stanting khususnya di Kel. Kroyo.

“ Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap generasi bangsa sehingga perlu adanya sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini untuk mencegah stunting demi terciptanya masyarakat yang berkualitas dan harmonis,” katanya.

Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat menambah pengetahuan para pemuda dan remaja mengenai dampak dari pernikahan dini salah satunya terjadinya stunting.

Ka UPTD Puskesmas Karangmalang dr Yoesi Nirmiyanto  mengatakan Ada 2 pokok pembahasan dari sosialisasi ini yaitu pertama terkait Stunting, dan kedua Pernikahan Dini dan menyampaikan mulai dari pengertian Stunting, Tingkat Stunting di Indonesia, Dampak Stunting dll.

Menurutnya, pernikahan di bawah umur memberikan dampak negatif. Mulai dari masalah kesehatan, kesiapan mental, kematangan emosi, ekonomi hingga cara fikir yang dapat mempengaruhi harmonisasi keluarga. Untuk itu. edukasi terkait permasalan tersebut penting diberikan.

“Melalui peran kader PKK Desa diharapkan bisa membantu mencegah dan menurunkan maraknya pernikahan di bawah umur sekaligus permasalahan stunting,” lanjutnya.

Dikatakan Yoesi, pernikahan pada usia muda juga rentan menyebabkan perceraian maupun kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Faktor penyebabnya, belum cukupnya kesiapan para remaja baik dalam aspek kesehatan, mental emosional, pendidikan, sosial ekonomi dan juga reproduksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *