Kodim Sragen – Selasa (28/4) pagi, matahari mulai terik. Namun Serma Supriyanto Bati Wanwil Koramil 02/Karangmalang Kodim 0725/Sragen tak bergeming. Bersama anggota Kelompok Tani “Makmur”, ia jongkok di petak sawah, mencabuti gulma yang tumbuh subur di sela tanaman padi umur 30 hari.
“Ini suket teki, Pak. Akarnya dalam. Kalau dicabut harus sampai umbinya, biar tidak tumbuh lagi,” ujar Supriyanto ke Pak Sugeng sambil memperagakan cara mencabut yang benar. Kegiatan pendampingan pencabutan gulma ini rutin dilakukan Anggota Koramil Karangmalang.
Tujuannya jelas, bantu petani tekan kehilangan hasil akibat persaingan unsur hara antara padi dan gulma.“Gulma itu musuh utama padi. Kalau dibiarkan, pupuk yang kita tabur dimakan suket. Padinya jadi kerdil, anakan kurang, hasil panen turun,” jelas Supriyanto.
Di lahan seluas 2 hektar milik Pak Sugeng, gulma jenis teki, eceng, dan grinting mulai merajalela usai hujan deras pekan lalu. Tanpa komando, Anggota Koramil langsung terjun.
Pak Sugeng, 58 tahun, mengaku sangat terbantu. “ Bapak – Bapak Koramil tidak cuma ngomong. Beliau langsung nyontohin, langsung kerja. Kami jadi semangat. Biasanya pencabutan gulma ini berat, butuh orang banyak,” katanya.
Selain cabut gulma manual, Supriyanto juga edukasi petani soal waktu penyiangan yang tepat. Pertama, saat padi umur 15-20 hari. Kedua, umur 35-40 hari sebelum pemupukan kedua.
“Kalau telat, gulma sudah berbunga, bijinya jatuh. Musim depan tumbuh lagi,” pesannya.
“Gulma dicabut, padi sehat. Petani senang, lumbung desa aman,” Pungkas Supriyanto.












