Sragen, 28 Februari 2014.
Kegiatan
kunjungan Bupati Sragen ke desa-desa yang dikemas dalam acara Srawung Warga
tahun 2014, kembali dilaksanakan. Namun untuk pelaksanaan tahun 2014 ini format
acara agak sedikit mengalami perubahan. Kalau pada dua tahun sebelumya,
dialog dengan warga masyarakat dilaksanakan di awal kegiatan, yang
dilanjutkan dengan kegiatan fisik pada keesokan harinya. Untuk tahun 2014 ini,
susunan acara dibalik. Kegiatan yang sifatnya fisik, seperti
pengecoran jalan, penanaman bibit pohon, pengobatan gratis, penyuluhan
kesehatan dll nya, dilaksanakan pada sore hari, sedangkan
malam harinya dilanjutkan dengan dialog dengan warga masyarakat.
Kali pertama srawung warga tahun 2014, diselenggarakan di kecamatan
Sragen, tepatnya di dukuh Tugu desa Tangkil (Selasa, 26/2).
kunjungan Bupati Sragen ke desa-desa yang dikemas dalam acara Srawung Warga
tahun 2014, kembali dilaksanakan. Namun untuk pelaksanaan tahun 2014 ini format
acara agak sedikit mengalami perubahan. Kalau pada dua tahun sebelumya,
dialog dengan warga masyarakat dilaksanakan di awal kegiatan, yang
dilanjutkan dengan kegiatan fisik pada keesokan harinya. Untuk tahun 2014 ini,
susunan acara dibalik. Kegiatan yang sifatnya fisik, seperti
pengecoran jalan, penanaman bibit pohon, pengobatan gratis, penyuluhan
kesehatan dll nya, dilaksanakan pada sore hari, sedangkan
malam harinya dilanjutkan dengan dialog dengan warga masyarakat.
Kali pertama srawung warga tahun 2014, diselenggarakan di kecamatan
Sragen, tepatnya di dukuh Tugu desa Tangkil (Selasa, 26/2).
Acara
Srawung Warga di desa Tangkil diawali dengan peninjauan
Jembatan di Dukuh Bugel yang menghubungkan Desa Tangkil dengan Desa
Karang Tengah. Dengan berjalan kaki Bupati Sragen, Agus Fatcur Rahman
SH, MH beserta Forum Pimpinan Daerah dan seluruh kepala satker di
lingkungan pemkab Sragen dan warga desa Tangkil mengelilingi wilayah desa
Tangkil untuk meninjau jembatan tersebut.
Srawung Warga di desa Tangkil diawali dengan peninjauan
Jembatan di Dukuh Bugel yang menghubungkan Desa Tangkil dengan Desa
Karang Tengah. Dengan berjalan kaki Bupati Sragen, Agus Fatcur Rahman
SH, MH beserta Forum Pimpinan Daerah dan seluruh kepala satker di
lingkungan pemkab Sragen dan warga desa Tangkil mengelilingi wilayah desa
Tangkil untuk meninjau jembatan tersebut.
Beberapa
rangkaian kegiatan lain dalam Acara Srawung Warga di desa Tangkil
tersebut antara lain : pelayanan kesehatan ternak sapi dan kambing,
seperti pemeriksaan kebuntingan, penyemprotan kandang, pelayanan kawin
suntik dan penyerahan bantuan ternak mentok. Pada kesempatan tersebut
warga Tangkil menyuguhkan kesenian lesung untuk menghantarkan perjalanan
Bupati dan jajarannya menuju ke pengecoran jalan, penanaman turus jalan
dan panen padi, serta peninjauan pelaksanaan perbaikan RTLH. Acara
Srawung Warga dilanjutkan dengan dialog dengan warga masyarakat,
bertempat di halaman rumah Kasiyo (45) salah satu warga desa Tangkil.
Dialog yang
dihadiri oleh ratusan warga desa Tangkil tersebut, diawali dengan
tampilan berbagai macam kesenian yang ditampilkan oleh anak-anak dan
generasi muda dari berbagai desa / kelurahan di kecamatan Sragen.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya
sarasehan ini adalah untuk meningkatkan persaudaraan antara pemerintah
dengan rakyat. “ Kalau negara rukun, segala masalah apapun bisa
terselesaikan secara gotong-royong” kata Bupati.
dihadiri oleh ratusan warga desa Tangkil tersebut, diawali dengan
tampilan berbagai macam kesenian yang ditampilkan oleh anak-anak dan
generasi muda dari berbagai desa / kelurahan di kecamatan Sragen.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya
sarasehan ini adalah untuk meningkatkan persaudaraan antara pemerintah
dengan rakyat. “ Kalau negara rukun, segala masalah apapun bisa
terselesaikan secara gotong-royong” kata Bupati.
Lebih lanjut,
Bupati menghimbau sebagai manusia yang menganut agama pada
dasarnya mengajarkan kebaikan, untuk itu kita hendaknya mempunyai greget untuk
memberikan pengorbanan yang terbaik kepada sesama. “ Agama apapun
pasti mengajarkan untuk menolong sesama dan memberikan yang terbaik bagi
sesamanya” Bupati menegaskan. Malam itu, Bupati juga memberikan apresiasi
kepada anak-anak yang telah menampilkan berbagai macam kesenian dengan apiknya.
Bupati mengatakan anak-anak harus dididik sejak awal agar memiliki rasa saling
mengasihi sesama. Dan hal itu dapat dibangkitkan melalui gerakan
pramuka yang mendidik mereka untuk berguna bagi agama, sesama dan negara.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga
menyerahkan beberapa bantuan secara simbolis kepada masyarakat,
diantaranya pemugaran Rumah Tidak Layak Huni yang bersumber dari MATRA,
yakni program pemkab Sragen untuk membantu warga miskin.
yang dananya
merupakan iuran dari para pejabat eselon 2,3 dilingkungan
Pemkab Sragen dan para kepala sekolah SMA dan SMU. Melalui
program MATRA tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan
kemiskinan khususnya untuk perbaikan RTLH di kabupaten Sragen.
merupakan iuran dari para pejabat eselon 2,3 dilingkungan
Pemkab Sragen dan para kepala sekolah SMA dan SMU. Melalui
program MATRA tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan
kemiskinan khususnya untuk perbaikan RTLH di kabupaten Sragen.
Selain
itu, Bupati juga menjelaskan salah satu program pemkab Sragen untuk
mengentaskan kemiskinan yaitu program Pakesra (Paguyuban Kesejahteraan Rakyat).
Melalui Pakesra ini dibentuk KRPL ( Kawasan Rumah Pangan Lestari)
disetiap rumah warga, khususnya KK miskin. Untuk mewujudkan KRPL
tersebut, pemerintah melalui Dinas Pertanian memberikan pelatihan cara
bercocok tanam yang benar, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan,
khususnya sayur-mayur untuk kebutuhan sehari-hari tanpa tanpa
mengeluarkan biaya.
itu, Bupati juga menjelaskan salah satu program pemkab Sragen untuk
mengentaskan kemiskinan yaitu program Pakesra (Paguyuban Kesejahteraan Rakyat).
Melalui Pakesra ini dibentuk KRPL ( Kawasan Rumah Pangan Lestari)
disetiap rumah warga, khususnya KK miskin. Untuk mewujudkan KRPL
tersebut, pemerintah melalui Dinas Pertanian memberikan pelatihan cara
bercocok tanam yang benar, sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan,
khususnya sayur-mayur untuk kebutuhan sehari-hari tanpa tanpa
mengeluarkan biaya.
Acara Srawung
Warga juga diisi dengan sosialisasi pemilihan Umum dari i Komisi
Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Sragen. Salah satu komisioner KPUD
Kabupaten Sragen , Dodok Sartono dalam kesempatan itu menyampaikan berbagai hal
ikhwal tentang pelaksanaan Pemilu tahun 2014 yang akan dilaksanakan
pada tanggal 9 April 2014. Menurut Dodok Sartono dalam rangka
mengingatkan kepada masyarakat tentang pelaksanan pemilu 2014, KPUD
Sragen akan menggelar jalan sehat menyongsong Pemilu 2014. Jalan Sehat
akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 9 Maret dengan start dan Finish
Alun-Alun Sasono Langen Putro. Jalan sehat yang dapat diikuti secara
gratis, oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sragen
tersebut menyediakan berbagai macam hadiah dan doorprize
menarik seperti TV, lemari es, dan berbagai macam alat elektronik.
Warga juga diisi dengan sosialisasi pemilihan Umum dari i Komisi
Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Sragen. Salah satu komisioner KPUD
Kabupaten Sragen , Dodok Sartono dalam kesempatan itu menyampaikan berbagai hal
ikhwal tentang pelaksanaan Pemilu tahun 2014 yang akan dilaksanakan
pada tanggal 9 April 2014. Menurut Dodok Sartono dalam rangka
mengingatkan kepada masyarakat tentang pelaksanan pemilu 2014, KPUD
Sragen akan menggelar jalan sehat menyongsong Pemilu 2014. Jalan Sehat
akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 9 Maret dengan start dan Finish
Alun-Alun Sasono Langen Putro. Jalan sehat yang dapat diikuti secara
gratis, oleh seluruh masyarakat Kabupaten Sragen
tersebut menyediakan berbagai macam hadiah dan doorprize
menarik seperti TV, lemari es, dan berbagai macam alat elektronik.













