Sragen, 10 November 2016
Pada tanggal 10 November 1945 terjadi
peristiwa heroik untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kedaulatan negara
akhirnya tetap berada di tangan anak bangsa, meski harus ditebus dengan jutaan
korban jiwa. Sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan
para pejuang, Bangsa Indonesia memperingati momen bersejarah itu dengan Upacara
Bendera Hal ini, sesuai dengan ungkapan ” Hanya bangsa yang selalu menghargai
jasa para pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar”.
peristiwa heroik untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kedaulatan negara
akhirnya tetap berada di tangan anak bangsa, meski harus ditebus dengan jutaan
korban jiwa. Sebagai salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan
para pejuang, Bangsa Indonesia memperingati momen bersejarah itu dengan Upacara
Bendera Hal ini, sesuai dengan ungkapan ” Hanya bangsa yang selalu menghargai
jasa para pahlawannya, dapat menjadi bangsa yang besar”.
Adapun Pemkab Sragen menyelenggarakan upacara di halaman Kantor Setda Kabupaten Sragen, Kamis (10/11/16).Upacara diikuti
unsur Muspida, Kodim 0725/Sragen, YONIF 408, Polres, Pimpinan Satker, Camat
PNS, pelajar, Pramuka, Organisasi Pemuda dan Gabungan Organisasi Wanita.
Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Sragen,dr Kusdinar Untung Yuni
Sukowati.
unsur Muspida, Kodim 0725/Sragen, YONIF 408, Polres, Pimpinan Satker, Camat
PNS, pelajar, Pramuka, Organisasi Pemuda dan Gabungan Organisasi Wanita.
Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Sragen,dr Kusdinar Untung Yuni
Sukowati.
Amanat Amanat
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa yang dibacakan Irup : Setiap
tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen
reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa,
dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. peringatan
Hari Pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam
ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang,
berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan
umum di atas kepentingan pribadi. Semangat Kepahlawanan adalah semangat
persatuan, persatuan yang bulat-mutak dengan tiada mengecualikan sesuatu
golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan
membangun negara.
Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa yang dibacakan Irup : Setiap
tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen
reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa,
dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. peringatan
Hari Pahlawan harus mampu menggali apinya, bukan abunya. Dengan meminjam
ungkapan Bung Karno, semangat kepahlawanan itu adalah semangat rela berjuang,
berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan
umum di atas kepentingan pribadi. Semangat Kepahlawanan adalah semangat
persatuan, persatuan yang bulat-mutak dengan tiada mengecualikan sesuatu
golongan dan lapisan. Semangat Kepahlawanan adalah semangat membentuk dan
membangun negara.
Melalui momentum Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2016
yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, kita dapat mengambil makna yang
terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang divariskan
kepada kita semua seperti taqwa kepada Tuhan YME, pantang menyerah, jujur dan
adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun
Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para Pahlawan Bangsa. Setelah upacara dilanjutkan ziarah bersama di Taman Makam
Pahlawan (TMP) Hastana manggala negara sragen.
yang dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, kita dapat mengambil makna yang
terkandung didalamnya dengan meneladani nilai-nilai luhur yang divariskan
kepada kita semua seperti taqwa kepada Tuhan YME, pantang menyerah, jujur dan
adil, percaya kepada kemampuan sendiri serta kerja keras untuk membangun
Indonesia yang sejahtera sebagaimana cita-cita para Pahlawan Bangsa.
Pahlawan (TMP) Hastana manggala negara sragen.












