Dandim 0725/Sragen Letkol Inf. Edi Saputra S.I.P, beserta 440 Babinsa dan Gapotan menghadiri kegiatan
“Pencanangan Tanam Padi Organik Rojolele, Ketan Hitam dan IR 64″ di Desa
Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Kamis (15/1) sebagai momentum
mencanangkan swasembada pangan.
“Pencanangan Tanam Padi Organik Rojolele, Ketan Hitam dan IR 64″ di Desa
Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Kamis (15/1) sebagai momentum
mencanangkan swasembada pangan.
Saat
apel Komandan Satuan secara Terpusat (Dansat) di Pangkalan Bun, Kalimantan
Tengah, akhir Desember 2014
lalu, Presiden Joko Widodo meminta para Pangdam, Danrem dan Dandim membantu
tugas-tugas pemerintah daerah, terutama dalam rangka pencapaian target
swasembada pangan nasional dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. “Arahan
Pak Presiden di Pangkalan Bun itu, TNI bersama dengan Kementerian Pertanian
membuat MoU (memorandum of understanding) untuk mencapai target
swasembada pangan dan harus tercapai pada 2017. Apabila kita cermati, saya
optimis pencapaian hasil maksimal itu dapat dilakukan. Jadikan kegiatan hari
ini sebagai mementum untuk mencanangkan swasembada pangan,” tandas Mayjen Bayu
Purwiyono, Kamis (15/1).
apel Komandan Satuan secara Terpusat (Dansat) di Pangkalan Bun, Kalimantan
Tengah, akhir Desember 2014
lalu, Presiden Joko Widodo meminta para Pangdam, Danrem dan Dandim membantu
tugas-tugas pemerintah daerah, terutama dalam rangka pencapaian target
swasembada pangan nasional dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. “Arahan
Pak Presiden di Pangkalan Bun itu, TNI bersama dengan Kementerian Pertanian
membuat MoU (memorandum of understanding) untuk mencapai target
swasembada pangan dan harus tercapai pada 2017. Apabila kita cermati, saya
optimis pencapaian hasil maksimal itu dapat dilakukan. Jadikan kegiatan hari
ini sebagai mementum untuk mencanangkan swasembada pangan,” tandas Mayjen Bayu
Purwiyono, Kamis (15/1).
Sementara itu, Bupati Klaten Sunarna menyampaikan, pihaknya
mempunyai cita-cita besar mempertahankan Klaten sebagai penyangga pangan
nasional. Kabupaten Klaten memiliki luas 65.556 kilometer persegi tercatat 60,7
persen adalah daerah lahan pertanian. Hal ini menunjukan kehidupan masyarakat
Klaten tak bisa lepas dari aktivitas pertanian.
mempunyai cita-cita besar mempertahankan Klaten sebagai penyangga pangan
nasional. Kabupaten Klaten memiliki luas 65.556 kilometer persegi tercatat 60,7
persen adalah daerah lahan pertanian. Hal ini menunjukan kehidupan masyarakat
Klaten tak bisa lepas dari aktivitas pertanian.
Pada
2012, luas sawah di Klaten 33.220 hektar atau terus mengalami penurunan dalam
tiga tahun terakhir. Namun penurunan luas lahan sawah ini tak selalu
berpengaruh terhadap tingkat produksi padi. Justru di tahun sama, tingkat
produksi padi Kabupaten Klaten mengalami surplus 72.811 ton. “Bahkan hingga
penghujung 2014, produktivitas padi di Kabupaten Klaten surplus sekitar 100
ribu ton. Tanah yang relatif subur dan pasokan air irigasi yang baik memberi
daya dukung optimal dalam menopang ketahanan pangan nasional,” ucap Bupati
Sunarna.
2012, luas sawah di Klaten 33.220 hektar atau terus mengalami penurunan dalam
tiga tahun terakhir. Namun penurunan luas lahan sawah ini tak selalu
berpengaruh terhadap tingkat produksi padi. Justru di tahun sama, tingkat
produksi padi Kabupaten Klaten mengalami surplus 72.811 ton. “Bahkan hingga
penghujung 2014, produktivitas padi di Kabupaten Klaten surplus sekitar 100
ribu ton. Tanah yang relatif subur dan pasokan air irigasi yang baik memberi
daya dukung optimal dalam menopang ketahanan pangan nasional,” ucap Bupati
Sunarna.
Dalam
kegiatan itu juga terjalian kerjasama antara Pemprov Jateng dan TNI tercantum
dalam Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Produktivitas Hasil
Pertanian. MoU ditandatangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pangdam IV/Diponegoro
Mayjen TNI Bayu Purwiyono, disaksikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
kegiatan itu juga terjalian kerjasama antara Pemprov Jateng dan TNI tercantum
dalam Memorandum of Understanding (MoU) tentang Peningkatan Produktivitas Hasil
Pertanian. MoU ditandatangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pangdam IV/Diponegoro
Mayjen TNI Bayu Purwiyono, disaksikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.












