Sragen, 13 Pebruari 2017
Pada hari Sabtu tanggal 11 Februari 2017 pukul 10.25 s/d
12.35 bertempat di Aula Distan Kab.Sragen telah dilaksanakan koordinasi masalah
sergap dan LTT ( luas tambah tanam) di Kab.Sragen diselenggarakan oleh Dinas
pertanian Sragen sebagai penanggungjawab Ir.Eka Rini Mumpuni Titi Lestari (
kepala dinas pertanian)Kab.Sragen dihadiri lk 50 orang.
12.35 bertempat di Aula Distan Kab.Sragen telah dilaksanakan koordinasi masalah
sergap dan LTT ( luas tambah tanam) di Kab.Sragen diselenggarakan oleh Dinas
pertanian Sragen sebagai penanggungjawab Ir.Eka Rini Mumpuni Titi Lestari (
kepala dinas pertanian)Kab.Sragen dihadiri lk 50 orang.
Hadir dalam acara tersebut sbb: Dadi Permana (Dirjen kementan
pusat jakarta), Bandel Hartopo (Pj.Upsus wil ProvJateng), Letkol Arh Cawas
Sigit Prasetyo MM. DS ( Dandim 0725/Sragen), Ibu Dina dari dinas ketahanan
pangan (prov jateng), Bp.Ashadi waka Subdivre dari Bulog Surakarta), Ir.Eka
Rini Mumpuni Titi Lestari ( Kepala dinas pertanian) Kab.Sragen, Bp.Juzairi
(Kepala dinas ketahanan pangan ) Kab.Sragen, Kapten Inf Rusdi (Pj.Pasi Ter
Kodim 0725/Sragen), PPL.PPH Kecamatan dan Tamu undangan lain.
pusat jakarta), Bandel Hartopo (Pj.Upsus wil ProvJateng), Letkol Arh Cawas
Sigit Prasetyo MM. DS ( Dandim 0725/Sragen), Ibu Dina dari dinas ketahanan
pangan (prov jateng), Bp.Ashadi waka Subdivre dari Bulog Surakarta), Ir.Eka
Rini Mumpuni Titi Lestari ( Kepala dinas pertanian) Kab.Sragen, Bp.Juzairi
(Kepala dinas ketahanan pangan ) Kab.Sragen, Kapten Inf Rusdi (Pj.Pasi Ter
Kodim 0725/Sragen), PPL.PPH Kecamatan dan Tamu undangan lain.
Adapun penyampaian dariIr.Eka Rini Mumpuni Titi Lestari ( Kepala
dinas pertanian) Kab.Sragen, Ucapan selamat datang, kami dari pihak pertanian
melaporkan hasil pajale di kab sragen pada tahun 2016 s/d tahun 2017 ini
alhamdulilah cukup besar dan bisa mencapai target pemerintahan Kab.Sragen
sehingga kami.berharap kedepan Kab.Sragen bisa mendapatkan hasil yang lebih
banyak lagi tetapi semua itu melihat cuaca sekarang tidak menentu mudah-mudah
an kedepan tetap bisa berhasil sesuai dengan harapan kami semua.
dinas pertanian) Kab.Sragen, Ucapan selamat datang, kami dari pihak pertanian
melaporkan hasil pajale di kab sragen pada tahun 2016 s/d tahun 2017 ini
alhamdulilah cukup besar dan bisa mencapai target pemerintahan Kab.Sragen
sehingga kami.berharap kedepan Kab.Sragen bisa mendapatkan hasil yang lebih
banyak lagi tetapi semua itu melihat cuaca sekarang tidak menentu mudah-mudah
an kedepan tetap bisa berhasil sesuai dengan harapan kami semua.
Dadi Permana (Dirjen kementan pusat jakarta) : Kami
sebagai Ditjen kementan sudah melaksanakan sorve di lapangan bahwa di
Kab.Sragen sdh panen 3 kali da tetapi dari pemerintah tetap tidak mau menerima
laporan begitu saja presiden maunya meninjau langsung kelapangan sehingga tahu
betul kondisi dilapangan dan yang dilaporkan bisa sama. Sekarang panen padi
harganya anjlok hanya 3200 rupiah dan harga di tengkulak Rp 3300 karena
padi tersebut terkena banjir sehingga hasil panen kurang baik dan harga jualnya
turun. Sebenarnya pihak bulog dan pertanian akan membeli beras dan gabah
harganya yang anjlok dari petani tetapi petani sendiri sudah menjual sendiri ke
tengkulak dengan harga yang agak rendah. Kami berharap kerjasamanya antara
bulog dan pertanian selalu berkomonikasi dengan penanggungjawab upsus dengan
tujuan untuk memasukan hasil panen dari petani di setorkan ke bulog untuk setok
beras pemerintah dengan tujuan ketahanan pangan nasional.dan kami berharap
kepada bulog untuk menerima hasil panen padi dari petani biarpun kadar airnya
agak tinggi dan mohon harganya juga harus di perhatikan biar.Para petani tidak
rugi terlalu banyak dan mohon untuk dipermuda dalam penerimaan petani menjual
padi di bulog.
sebagai Ditjen kementan sudah melaksanakan sorve di lapangan bahwa di
Kab.Sragen sdh panen 3 kali da tetapi dari pemerintah tetap tidak mau menerima
laporan begitu saja presiden maunya meninjau langsung kelapangan sehingga tahu
betul kondisi dilapangan dan yang dilaporkan bisa sama. Sekarang panen padi
harganya anjlok hanya 3200 rupiah dan harga di tengkulak Rp 3300 karena
padi tersebut terkena banjir sehingga hasil panen kurang baik dan harga jualnya
turun. Sebenarnya pihak bulog dan pertanian akan membeli beras dan gabah
harganya yang anjlok dari petani tetapi petani sendiri sudah menjual sendiri ke
tengkulak dengan harga yang agak rendah. Kami berharap kerjasamanya antara
bulog dan pertanian selalu berkomonikasi dengan penanggungjawab upsus dengan
tujuan untuk memasukan hasil panen dari petani di setorkan ke bulog untuk setok
beras pemerintah dengan tujuan ketahanan pangan nasional.dan kami berharap
kepada bulog untuk menerima hasil panen padi dari petani biarpun kadar airnya
agak tinggi dan mohon harganya juga harus di perhatikan biar.Para petani tidak
rugi terlalu banyak dan mohon untuk dipermuda dalam penerimaan petani menjual
padi di bulog.
Saya harap para petugas di lapangan seperti penyuluh,UPTD tidak hilang
kedaulatan kalah dengan penebas,penyuluh harus bisa menjadi penebas yang baik
ayo mulai dari sekarang jangan nunggu sampai pensiun,kedaulatan petani sekarang
ada dipenebas mari kita kembalikan kepemerintah atau ke bulog. kita kawal
petani kita dan kita bina pedagang tengkulak dan memastikan pemerintah butuh
cadangan pangan untuk ketahanan pangan nasional. Kementan siap menyediakan
pupuk untuk para petani tepi penyalurannya harus dikawal sampai
ketujuan,selanjutnya pemda diharapkan menyediakan lahan pertanian dan
pemerintah siap membantu Alsintannya dan apabila pemda menyiapkan lahan
pertanian yang luas maka alsintan yang dibantukan dapat dihibahkan ke petani
melalui gapoktan. Jangan lupa kepala dinas pertanian untuk melaporkan masa
tanam minggu pertama bulan Februari jangan sampai terlambat laporannya.
Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo.MM.DS (Dandim 0725/Srg): Dandim
melaksanakan perkenalan pada acara tersebut dan menggambarkan pergantian
pemimpin itu bagaikan jam antik ditengahnya ada roda kalau roda itu rusak harus
cepat diganti biar menunjukkan waktu yang tepat ini merupakan sistim harus ada
kerja sama yang baik agar selalu menunjukkan waktu yang tepat.
melaksanakan perkenalan pada acara tersebut dan menggambarkan pergantian
pemimpin itu bagaikan jam antik ditengahnya ada roda kalau roda itu rusak harus
cepat diganti biar menunjukkan waktu yang tepat ini merupakan sistim harus ada
kerja sama yang baik agar selalu menunjukkan waktu yang tepat.











