Berita  

DANDIM 0725/SRAGEN UPACARA HARI SANTRI NASIONAL DI ALUN-ALUN SASONO LANGEN PUTRO

DANDIM 0725/SRAGEN UPACARA HARI SANTRI NASIONAL DI ALUN-ALUN SASONO LANGEN PUTRO
Sragen, 24 Oktober 2016
Pada hari, Sabtu tanggal
22 Oktober 2016 pukul 07.45 s/d 10.05 Wib bertempat di Alun-alun Sasono Langen
Putro Kab.  Sragen telah berlangsung Upacara hari Santri Nasional.,
sebagai Irup dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) Danup Kapten
Arh Sugeng Riyanto (Danramil 09/Sambungmacan) yang diselenggarakan dari PBNU
Sragen, Ketua penyelenggara dr. H. Agus Budiharto, yang diikuti lk 5000 orang.

Hadir dalam acara tersebut : dr.  Hj. Kusdinar Untung
Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Letkol Inf Denny Marantika (Dandim 0725/Sragen),
Kompol Danu Panungkas, SIK (Wakapolres Sragen), Drs. Tatag Prabawanto B. MM
(Sekda Kab. Sragen), Minnanul Aziz (Ketua MUI Sragen), dr. Agus Budiharto
(Ketua PC NU Sragen), KH. Nur Amin (Katib NU Sragen), Pengurus PKB Kab. Sragen,
Pengurus PCNU Sragen, Para Kyai / ulama Kab. Sragen serta Tamu undangan
lainnya.

Amanat PBNU Pusat yang di bacakan oleh Irup Bupati Sragen
: Hari ini Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia
memperingati sebuah peristiwa yang sangat penting dalam rangka mengenang jasa
para ulama dan kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan Negara Republik
Indonesia dari rongrongan penjajahan. Penghormatan dan pengakuan negara atas
jasa serta peran para ulama dankaum santri ini termaktub dalam Keputusan
Presiden Republik Indonesia Nornor 22 Tahun 2015 tentang HARI SANTRI. Sejarah
mencatat bahwa para ulama dan santri telah mewakafkan hidupnya untuk
mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan
sebagai pintu gerbang menuju masyarakat adil dan makmur. 

Para santri dengan
caranya masing-masing bergabung dengan seluruh elemen bangsa melawan penjajah.  Mengajarkan tentang arti kedaulatan
dan kebhinekaan bangsa indonesia, tidak bisa yang lalu, saja mengalami situasi
peikdan hampir melepaskan diri dari penjajahan. Meletusnya pertempuran tanggal
26 Oktober hingga 9 Nopember 1945 di Surabaya antara rakyat  dengan
tentara sekutu NICA pemicu utamanya adalah fatwa RESOLUSI NU yang dikeluarkan
pada 22 0ktober 1945 oleh para ulama dibawah komando Rois Akbar Jamlyyah
Nahdlatul Ulama yakni KH Muhammad Hasyim Asyari Resolusi Jihad NU adalah
perintah lurus dari para alim ulama kepada umat Islam untuk membela Tanah Air.
Kewajiban membela tanah air artinya saat itu adalah perintah untuk melawan
tentara sekutu NICA. Ketika itu, ulama-ulama dari Jawa dan Madura berkumpul di
Surabaya dipimpin langsung oleh KH. Muhammad Hasyim Asyari, dan dikuti tokoh
tokoh antara lain: KH Abdul Wahai Hasbullah, KH Bisri S
Ahmad Hasan, Ka Halm, dan banyak lagi. Rapat ini sempat tertunda sampai dengan
datangnya ulama yang dikenal dengan julukan Singa dari Jawa Barat’ yakni KH.
Abbas Abdul Jamil dari Pesantren Banten Cirebon yang kemudian ditunjuk sebagai
komandan Laskar Hizbullah. 
Para komandan resimen
yang turut membantu Kiai Abbas antara lain KH. Abd. Wahab Hasbullah, Bung Tomo,
Cak Roeslan Abdulgani, KH. Mas Mansur, dan Cak Doel Amowo.

Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar semangat para
pejuang dengan pekik takbimya untuk bersiap syahid dijalan Allah SWT. ALLAHU
AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR. Fakta sejarah perlawanan terhadap NICA yang
berujung pada pertempuran sengitinilah yang kemudian kita kenal dengan
peristiwa 10 Nopember. Kaum santriberhasil merobek bendera Merah Putih Biru
yang diganti dengan bendera Merah Putih di atas Hotel Orange Surabaya. Kaum
santri berhasil merebut kembali keadaan dengan mengalahkan pasukan NICA yang
dipimpin oleh Brigjen Mallaby. Tak kurang dari 20.000 santri gugur dalam
pertempuran tersebut. Atas peranannya yang begitu dahsyat, Sayyid Muhammad
As’ad Shihab menyebutkan dalam salah satu karyanya bahwa Kh. Muhammad Hasyim
AsyariSantri menjadi aktor utamanya, mata dunia perfahan mulai terbuka. Mereka
mengakui fakta baru bahwa Indonesia adalah negara yang telah merdeka dan
berdaulat . Tanpa RESOLUSI JIHAD
NU tentu tidak pernah ada peristiwa 10 Nopember.

Tanpa oleh Bung Kamo dan
Bung Hatta RESOLUSI JIHAD NU, kemerdekaan yang telah diproklamasikan Pada
tanggal 17 Agustus 1945, tentu akan tercabik-cabik kembali oleh upaya
pengambaalihan kedaulatan yang dimotori tentara NICA Inilah wujud ajaran dari
Hadratussyeikh yang meletakkan kewajiban bela negara adalah sama pentingnya
dengan kewajiban membela agama. Cinta Tanah Air adalah bagian dari luar Marilah
kita jadikan momentum Hari Santi 22 Oktober ini untuk meneguhkan kesetiaan
mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI serta UUD 1945. Membaca sejarah
nasional tidak mungkin mengabaikan kaum santri yang telah teruji dalam mengawal
negeri ini. Di tengah berbagai masalah yang mendera bangsa Indonesia saat ini
perlukiranya seluruh elemen bangsa merenungi kiprah dan etos jihad kaum santri,
Etos jihad kaum santri berdiri di atas tiga pilar, yaitu Nahdlatul Wathan
(pilar kebangsaan), Tashwirul Afkar (pilar ke cendekia an. dan Nahdlatut tujjar
(pilar kemandirian). Pilar kebangsaan perlu terus dipupuk dan dikembangkan di
tengah tarikan faham agama karena
kecendekiaan adalah pilar peradaban dan syarat sebuah bangsa meraih harkat dan
martabatnya di hadapan bangsalain. Kecendekiaan tidak hanyadiukur dari
pendidikan formal tetapi mental dan nalar intelektual yang terbuka terhadap
pemkiran dan inovasibaru, dengan berpedoman  melestarikan tradisi lama
yang baik dan menciptakan tradisi baru yang lebih baik. Khazanah intelektual
lslam yang diakrabi pesantren merupakan modal intelektual tak ternilai yang
menempatkan santri sebagai pewaris sah kebangkitan lslam masa depan. kaum
santri perlu dipupuk di tengah ketertinggalan umat Islam.

 Dalam memperingati Hari Santri, tugas kita
hari ini adalah : Jinad melawan segala bentuk anarkisme, radikalisme dan
terorisme yang bertentangan dengan Pancasila & NKRI. Jihad memerangi
kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan kita. Jihad melawan narkoba, dan
bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai negara yang bersih dari peredaran
Narkoba. Dalam momentum hari santri kali ini, yang paling utama dan penting
untuk diteladani adalah bahwa KH Muhammad Hasyim Asyari adalah sosok kiai yang
seganjang hayatnya tetap mengindentifikasi dirinya sebagai santri. Sikap santri
inilah yang melahirkan sikap tawaddu’ dan juga rendah hati di hadapan siapapun.
Kita harus bersyukur memiliki seorang ulama yang bukan saja jemih melihat,
namun juga cerdas bertindak, dan teguh dalam memegang prinsip. KH Muhammad
Hasyim Asyari tidak lahir kemudian menjadi tokoh begitu saja. Hadratussyeich
sebagaimana lazimnya manusia lainnya, digembleng melalui pendidikan agama yang
penuh kedisiplinan dan ketaatan. Hari Santri 22 oktober adalah milik semua
golongan. Maka dalam momentum peringatan Hari Santri 22 Oktober ini, marilah
kita jadikan sebagai tonggak untuk bersatu, jangan sekali-kali kita berpecah
belah. Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di
Sepanjang zaman. Mari kita songsong kehidupan yang lebih baik yang maslahah
untuk semua.

Tausyiah dr. Agus Budiharto (Ketua PC NU Sragen): Pada
hari ini Allah SWT telah memberikan masyarakat Sragen ayem tenteram dibawah
kepemimpinan Bupati Sragen dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Peringatan hari Santri ini hubungannya
sangat erat dengan revolusi jihad yang dikobarkan oleh KH. Muhammad Hasyim
Anzhori. Pada zaman dahulu banyak orang menganggab  bahwa kemerdekaan
bangsa Indonesia merupakan hadiah dari negara lain, namun setelah peperangan di
Surabaya dunia mengakui peperangan yang menggugurkan Jendral adalah peperangan
di Surabaya. Pejuang Indonesia sangat hebat yang tidak takut akan senjata, dan
semangat dikobarkan jihad oleh KH. Muhammad Hasyim Asyari. Ada majalah yang
terbit di Negara Irlandia dengan judul the muslim merangking 54 tokoh muslim
yang berpengaruh didunia dari ke 54 muslim itu 4 muslim berasal dari Indonesia
mereka adalah :  Ir. H. Joko
Widodo, Prof. Dr. Said, Prof. Din samsudin, Kyai Habib Lutfia. Setelah upacara
dilanjutkan acara hiburan marcing band dari Ponpes Wali Songgo dan atraksi
atraksi dari Pencak silat NU Pagar Nusa  Kab Sragen.

DANDIM 0725/SRAGEN UPACARA HARI SANTRI NASIONAL DI ALUN-ALUN SASONO LANGEN PUTRO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *