Sragen, 13 September 2016
Pada hari Senin, tanggal
12 September 2016 pukul 06.00 s/d 06.35 bertempat di jl Raya
Sukowati depan Pemkab dan Alun – alun Sasono Langen Putro Sragen telah
dilaksanakan Sholat Idul Adha 1437 H dengan tema ” Idul Adha dan Kesalehan
Sosial” sebagai Imam Drs. H. Mahmudi, M.Ag ( MUI Sragen)dan Khotib Drs. H
Ahmad Badowi, ( Hakim pengadilan Agama Sragen) yang diikuti 5.000 orang jamaah. Tampak hadir dr. Kusdinar
Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), AKBP Cahyo widiarso. SH. Sik. (
Kapolres Sragen), Letkol Inf. Denny Marantika (Dandim 0725/Sragen), Herrus
Batubara, SH MH ( Kajari Sragen), Muspika Sragen, Kabag,Kadinas dan
instansi terkait Kab.Sragen, Toga,Tomas
dan masyarakat Sragen.
12 September 2016 pukul 06.00 s/d 06.35 bertempat di jl Raya
Sukowati depan Pemkab dan Alun – alun Sasono Langen Putro Sragen telah
dilaksanakan Sholat Idul Adha 1437 H dengan tema ” Idul Adha dan Kesalehan
Sosial” sebagai Imam Drs. H. Mahmudi, M.Ag ( MUI Sragen)dan Khotib Drs. H
Ahmad Badowi, ( Hakim pengadilan Agama Sragen) yang diikuti 5.000 orang jamaah. Tampak hadir dr. Kusdinar
Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), AKBP Cahyo widiarso. SH. Sik. (
Kapolres Sragen), Letkol Inf. Denny Marantika (Dandim 0725/Sragen), Herrus
Batubara, SH MH ( Kajari Sragen), Muspika Sragen, Kabag,Kadinas dan
instansi terkait Kab.Sragen, Toga,Tomas
dan masyarakat Sragen.
Inti khotbah yang di sampaikan oleh : Marilah bersama-sama
kita sadari sepenuh hati, bahwa setiap perintah Allah yang harus kita
laksanakan dan setiap larangan Nya yang kita tinggalkan,keduanya bertujuan
untuk kemaslahatan,kebaikan dan kebahagiaan kita umat manusia,sebagai makhluk
Allah SWT kalau kesadaran ini telah tumbuh dan berkembang dalam sanubari kita
masing-masing serta ditindaklanjuti dengan melaksanakan perintah Allah dan
meninggalkan larangan-larangan Nya,insya Allah kriteria,derajat dan predikat
Muttaqin akan kita raih dengan Righo Allah SWT. Pada pagi hari yang cerah ini
kita semua masih diberikan nikmat,sehat dan tempat sehingga kita dapat
menjalankannya salah satu perintah Allah,yakni Sholat Idul Adha pada tahun 1437
H ini, muda-mudaan segala aktifitas ibadah kita,termasuk bacaan takbir,tahlul
dan tahmid yang kita kumandangkan sejak kemarin sore akan menjadi saksi bagi
kita,bahwa kita adalah hamba Allah yang pandai mensyukuri nikmat-nikmat Nya,
yang pada gilirannya Allah berkenan memberikan tambahan nikmat-nikmat lain
kepada kita.
kita sadari sepenuh hati, bahwa setiap perintah Allah yang harus kita
laksanakan dan setiap larangan Nya yang kita tinggalkan,keduanya bertujuan
untuk kemaslahatan,kebaikan dan kebahagiaan kita umat manusia,sebagai makhluk
Allah SWT kalau kesadaran ini telah tumbuh dan berkembang dalam sanubari kita
masing-masing serta ditindaklanjuti dengan melaksanakan perintah Allah dan
meninggalkan larangan-larangan Nya,insya Allah kriteria,derajat dan predikat
Muttaqin akan kita raih dengan Righo Allah SWT. Pada pagi hari yang cerah ini
kita semua masih diberikan nikmat,sehat dan tempat sehingga kita dapat
menjalankannya salah satu perintah Allah,yakni Sholat Idul Adha pada tahun 1437
H ini, muda-mudaan segala aktifitas ibadah kita,termasuk bacaan takbir,tahlul
dan tahmid yang kita kumandangkan sejak kemarin sore akan menjadi saksi bagi
kita,bahwa kita adalah hamba Allah yang pandai mensyukuri nikmat-nikmat Nya,
yang pada gilirannya Allah berkenan memberikan tambahan nikmat-nikmat lain
kepada kita.
Bulan Dzulhijjah,disebut ” Syahru Mau’idhoh
wa’tibaar” bulan yang sarat nasehat dan pelajaran,sebab didalamnya
terdapat peristiwa-peristiwa agung dalam hal ini figur Nabi Ibrahim AS dan
keluarganya,ibadah korban serta ibadah haji seyogyanya menjadi pelajaran dan
nasehat berharga untuk kita pedomani dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari di
dunia yang sementara dan terbatas. Belajar dari figur Nabi Ibrahim AS,membuat
kita harus memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kesinambungan
generasi yg memperjuangkan tegaknya nilai-nilai kebenaran hal ini tergambar
dalam siri Nabi Ibrahim AA,meski usia beliau sudah sedemikian tua nun kerinduan
beliau terhadap generasi penerus perjuangan justru semakin besar dan beliau
senantiasa berdoa kepada Allah SWT berkenan menganugerahkan keturunan yang
Sholih bagi diri beliau.
wa’tibaar” bulan yang sarat nasehat dan pelajaran,sebab didalamnya
terdapat peristiwa-peristiwa agung dalam hal ini figur Nabi Ibrahim AS dan
keluarganya,ibadah korban serta ibadah haji seyogyanya menjadi pelajaran dan
nasehat berharga untuk kita pedomani dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari di
dunia yang sementara dan terbatas. Belajar dari figur Nabi Ibrahim AS,membuat
kita harus memberikan perhatian yang lebih serius terhadap kesinambungan
generasi yg memperjuangkan tegaknya nilai-nilai kebenaran hal ini tergambar
dalam siri Nabi Ibrahim AA,meski usia beliau sudah sedemikian tua nun kerinduan
beliau terhadap generasi penerus perjuangan justru semakin besar dan beliau
senantiasa berdoa kepada Allah SWT berkenan menganugerahkan keturunan yang
Sholih bagi diri beliau.
Pelajaran dari propil
Nabi Ibrahim AS adalah keharusan mempertahankan dan memperkokoh idealisme
sebagai seorang mukmin yang selalu berusaha untuk tetap berada pada jalan hidup
yang benar dan Nabi Ibrahim AS saat remaja beliau menghancurkan berhala-berhala
yang menjadi sesembahan masyarakat sekitar, dan di saat beliau menerima Wahyu
yang menakjubkan printah dari Allah SWT yaitu agar menyembelihbputra
jesayangannya,Ismail AS Nabi Ibrahim AS pun melaksanakan perintahnya mekispun
hal ini lebih berat jika dibandingkan dengan menghancurkan berhala-berhala saat
usia mudanya. Peraturan Allah ada dua macam yaitu satu: printah Allah harus
kita laksanakan dan kedua : larangannya harus kita tinggalkan dan kita harus
menerima dan mengamalkannya dengan ikhlas hati,tanpa mengeluh sedikitpun
Sami’na wa-atho- naa kita dengar dan kita taati meskipun kita tidak mampu
mengetahui rahasia ataupun hikmah dari ajaran agama tersebut.
Nabi Ibrahim AS adalah keharusan mempertahankan dan memperkokoh idealisme
sebagai seorang mukmin yang selalu berusaha untuk tetap berada pada jalan hidup
yang benar dan Nabi Ibrahim AS saat remaja beliau menghancurkan berhala-berhala
yang menjadi sesembahan masyarakat sekitar, dan di saat beliau menerima Wahyu
yang menakjubkan printah dari Allah SWT yaitu agar menyembelihbputra
jesayangannya,Ismail AS Nabi Ibrahim AS pun melaksanakan perintahnya mekispun
hal ini lebih berat jika dibandingkan dengan menghancurkan berhala-berhala saat
usia mudanya. Peraturan Allah ada dua macam yaitu satu: printah Allah harus
kita laksanakan dan kedua : larangannya harus kita tinggalkan dan kita harus
menerima dan mengamalkannya dengan ikhlas hati,tanpa mengeluh sedikitpun
Sami’na wa-atho- naa kita dengar dan kita taati meskipun kita tidak mampu
mengetahui rahasia ataupun hikmah dari ajaran agama tersebut.













