Berita  

DANDIM SRAGEN PERINGATI HUT RI KE-73 DI STADION TARUNA

DANDIM SRAGEN PERINGATI HUT RI KE-73 DI STADION TARUNA

Sragen,
jumat tanggal 17 Agustus 2018 pukul 09.20 s/d 10.25 bertempat di Stadion Taruna
Kp Taman Asri Kel. Kroyo Kec. Karangmalang Kab. Sragen telah dilaksanakan
kegiatan upacara Upacara 17 an dalam rangka memperingati hari Ulang tahun kemerdekaan
Republik Indonesia yang ke 73 tahun 2018 sebagai Inspektur Upacara Kusdinar
Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) dan Komandan Upacara AKP Agus Jumadi
(Kapolsek Masaran) dihadiri kurang lebih 1500 orang.

Hadir
dalam upacara Dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Letkol Arh
Camas Sigit Prasetyo M.MDS (Dandim 0725/Sragen), AKBP Arif Budiman, SIK,MH
(Kapolres Sragen), Mayor Inf Joni Eko Prasetyo (Danyonif R 408/Sbh), Kapten CPM
Eko Heriyanto (Dan sub denpom IV / 4-1 Sragen), Bambang Samekto, SH,MH (Ketua
DPRD Kab.Sragen), Muhammad Sumartono, SH MH ( Ka jari Kab. Sragen), Drs. Tatag
Prabawanto, MM (Sekertaris Daerah Kab. Sragen), Nuruli Mahdilis SH, MH (Ka
Pengadilan Negeri Sragen), Drs.Suhardi SH.MH (Ka Pengadilan Agama Sragen), H.
Untung Wiyono (Mantan Bupati Sragen),  Agus Faturahman (Mantan Bupati Sragen), Ka
SKPD se Kab Sragen, Toga, Tomas Kab. Sragen, Perwakilan Parpol se Kab Sragen
jumlah 16 Parpol dan Tamu undangan.

Susunan
upacara diantaranya SST Korsik gabungan TNI dan Polri, SSK gabungan TNI dan
Polri, SSK gabungan Linmas, Satpam dan Korpri, 2 SSK  gabungan Ormas wanita : Persit Candra kirana,
Bhayangkari, Dharma wanita, PKK,  SSK 
gabungan OPD (organisasi perangkat Daerah) : BPBD,Dishub, Satpol PP,
Damkar dan Ormas Kepemudaan :MTA,Senkom,Kokam,KWS (Kumpulan Warga Sragen)
FKPPI,Poldes,Orari,IPSI, SSK gabungan Mahasiswa, Osis dan Pramuka.
Inti
Amanat / Sambutan Gubernur Jateng yang dibacakan Bupati Sragen adalah “
Bapak-Ibu hadirin yang saya hormati, seluruh warga Jawa Tengah yang saya cintai
dan saya banggakan, serta peserta upacara yang berbahagia, Hari ini, Jumat 17
Agustus 2018, rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, menyelimuti
hati dan jiwa seluruh bangsa Indonesia. Sebagai bangsa, kita sudah 73 tahun
menghirup udara merdeka, lepas dari belenggu penjajahan, kita yang ada di Jawa
Tengah hari ini pun turut berhikmat me|aksanakan Upacara Pengibaran Bendera
Merah Putih. Inilah seremoni untuk mengenang jasa perjuangan para pahla~ wan,
sekaligus bertujuan menggugah semangat kebangsaan, yaitu semangat seluruh
rakyat untuk mencintai dan membangun bangsa dan Tanah Airnya, Indonesia”.

“Bapak-Ibu
hadirin yang berbahagia, Setiap menyaksikan semangat rakyat menyambut dan
merayakan kemerdekaan Indonesia, hati saya selalu bergetar dan bangga. Saya
menangkap nuansa kegembiraan dan kesukacitaan rakyat dalam kegiatan lomba yang
dihelat, even seni budaya yang digelar, maupun kreasi lingkungan yang makin
apik dan semarak. Gotong royong tampak jelas ditunjukkan pada saat mereka
mengecat gapura dan jalan, memasang bendera merah putih, Iampu penjor,
umbulumbul dan lain-Iain,  Memang, 17
Agustus bukan sekedar re5/kresik kampung, lomba balap karung, pawai keliling
kota atau kegiatan lainnya. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menunjukkan
kepada kita, betapa bangga dan cintanya rakyat kepada Ibu Pertiwi. Kebersamaan
dan persaudaraan, keikhlasan dan kebersahajaan, tampak jelas dari raut wajah
mereka. Oleh karena itu sedih rasanya, dan sungguh tidak rela, kalau di antara
anak-anak bangsa masih ada yang saling menebar rasa benci, fitnah dan saling
menjelekkan, serta membuat dan menyebar hoaks, karena perbedaan. Batin saya mau
berteriak, dan dada saya terus bergolak. Mestinya, keragaman itu dapat diterima
sebagai keniscayaan; perbedaan apapun bentuknya merupakan berkah alam. Justru
dalam perbedaan selalu terjadi keindahan, karena taman yang indah selalu ditumbuhi
beraneka ragam kembang”.

“Bapak-Ibu
hadirin yang berbahagia, Percayalah, Negara telah dan akan hadir guna
menyelesaikan persoalan warganya. Negara terus berupaya menciptakan rasa aman
dan nyaman. Negara terus memberikan pelayanan terbaik dan berusaha mewujudkan
kesejahteraan dan keadilan sosial, Maka sebagai warga negara, kita harus ikut
merawat capaian dan kemajuan pembangunan dengan berbagai macam cara yang bisa
kita Iakukan. Kita harus berperan aktif untuk membantu menyelesaikan
masalah-masalah kebangsaan kita. Munculnya paham-paham antiPancasila, tampilnya
sikap-sikap anti-NKRI, serta menggejalanya praktik-praktik terorisme, harus
kita hadapi dengan tegas: lawan! Sudah seharunya kita meneladani nilai-nilai
kejuangan para pahlawan dalam kehidupan nyata. Praktikkan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari: selalu berpikir positif, jujur dalam ucapan, teguh
dalam pendirian, disiplin menjalankan tugas, punya unggah ungguh dalam
pergau|an, toleran dalam bermasyarakat, tepo se/iro dan selalu semangat untuk
bergotong royong, serta bangga dan cinta atas karya anak bangsa sendiri”.

“Bapak-Ibu
hadirin yang berbahagia, hari ini saudara-saudara kita di Lombok masih berduka.
Derai air mata mereka adalah kesedihan kita, dan senyum tawa mereka juga adalah
kebahagiaan kita. Hari ini juga kemiskinan yang dialami sebagian saudara kita
juga masih menjadi PR bersama. Mari kita kembangkan terus rasa empati, sikap
peduli dan saling berbagi. Mari jadikan bahu ini kokoh bak baja, karena masih
banyak saudara kita memerlukan tempat untuk bersandar”.

“Bapak-Ibu
hadirin yang berbahagia, Besok, Presiden Jokowi akan membuka Asian Games. Para
pejuang olahraga akan bertarung habis-habisan demi nama harum dan harga diri
bangsa. Meski tidak ada event diseIenggarakan di Jawa Tengah, tetapi kita tetap
merasa ikut bangga. Kita dukung dan sukseskan kegiatan olahraga mu/t/‘event
antar negara Asia ini, Kita berikan semangat kepada para pejuang olahraga
bangsa. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita adalah tuan rumah yang baik dan
sekaligus mampu menorehkan prestasi membanggakan. Buktikan pula bahwa kita
adalah bangsa besar yang punya jiwa sportivitas tinggi, dan nilai-nilai kejuangan
yang tidak pernah padam, Ibu Pertiwi selalu memanggil putra-putrinya untuk
berkarya. Maka, jadilah bagian dari perubahan, dan jangan hanya diam saja, demi
kemajuan bangsa. Bersama kita berantas setiap ancaman terhadap ideologi
Pancasila dan tegaknya NKRI. Berbuatlah terbaik dari setiap tetesan keringat
demi kibaran Merah Putih di angkasa raya. Kepakkan sayap Garuda untuk Indonesia
unggul di pentas dunia”.

“Bapak-Ibu
hadirin, seluruh warga Jawa Tengah yang saya cintai, serta peserta upacara yang
berbahagia, Hari ini, 17 Agustus 2018 saya menyeru kepada seluruh masyarakat
Jawa Tengah untuk terus berhimpun dalam sumbangan pemikiran serta gagasan
kreatif guna diwakafkan bagi bangsa. Hari ini saya juga mengajak, ayo ambil
bagian memberikan peran untuk kemajuan bangsa dan negara. Mari bergotong royong
membangun bangsa dan memperkuat negara. Sebab, kerja kita adalah prestasi
bangsa!”
“Akhirnya,
saya sampaikan selamat kepada anak-anak kita, khususnya dari Jawa Tengah yang
telah berprestasi membawa nama bangsa, seperti Timnas U-16. Terima kasih dan
apresiasi juga saya sampaikan kepada warga Jawa Tengah lainnya yang telah dan
terus berkarya memberikan prestasi demi Jawa Tengah dan nama harum Indonesia di
mata dunia, Selamat berjuang Saudaraku, dan selamat berkarya. Indonesia adalah
kita”.

DANDIM SRAGEN PERINGATI HUT RI KE-73 DI STADION TARUNA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *