Sidoharjo, 19 Juni 2017
Komandan Kodim 0725/Sragen Letkol Arh
Camas Sigit Prasetyo, M.MDS melaksanakan sosialisasi bahaya radikal &
terorisme yang bertempat di kantor MWC
NU Kec Sidoharjo. Hadir dalam acara tsb Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit
Prasetyo, M.MDS, Ir Faturrohman Wakil Dewan Kab Sragen fraksi PKB, Musika
Kec Sidoharjo, Ruh Ketua DPC NU ranting se Kec Sidoharjo dan Tamu undangan -+
100 orang.
Camas Sigit Prasetyo, M.MDS melaksanakan sosialisasi bahaya radikal &
terorisme yang bertempat di kantor MWC
NU Kec Sidoharjo. Hadir dalam acara tsb Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit
Prasetyo, M.MDS, Ir Faturrohman Wakil Dewan Kab Sragen fraksi PKB, Musika
Kec Sidoharjo, Ruh Ketua DPC NU ranting se Kec Sidoharjo dan Tamu undangan -+
100 orang.
Inti sambutan yang disampaikan oleh
Dandim 0725/Sragen : Dandim mengajak para tamu undangan untuk menengok ke masa
penjajahan, dimana para pejuang kemerdekaan ada dua komponen/laskar pertama
laskar yang bersenjata disebut pejuang yang melawan penjajah, yang kedua
laskar tidak bersenjata yag tugasnya membantu dan menyiapkan kebutuhan yang
diperlukan termasuk tenaga pembantu evakuasi bila ada yg luka/korban. Kita
mrpkan satuan kewilayahan yang selalu membaca situasi & kondisi wil, sehingga
perlu menyiapkan komponen cadangan yang harus dilatih &
dipersiapkan, untuk mengantisipasi timbulnya bahaya yg akan merong rong
keutuhan NKRI.
Dandim 0725/Sragen : Dandim mengajak para tamu undangan untuk menengok ke masa
penjajahan, dimana para pejuang kemerdekaan ada dua komponen/laskar pertama
laskar yang bersenjata disebut pejuang yang melawan penjajah, yang kedua
laskar tidak bersenjata yag tugasnya membantu dan menyiapkan kebutuhan yang
diperlukan termasuk tenaga pembantu evakuasi bila ada yg luka/korban. Kita
mrpkan satuan kewilayahan yang selalu membaca situasi & kondisi wil, sehingga
perlu menyiapkan komponen cadangan yang harus dilatih &
dipersiapkan, untuk mengantisipasi timbulnya bahaya yg akan merong rong
keutuhan NKRI.
Perlu diwaspadai adanya bahaya
radikalisme & tetorisme, di wilayah solo raya perlu menjadikan perhatian
& pengawasan yang lebih extra, mengingat kejadian- kejadian yang di
banyumas merupakan ancaman yang harus menjadikan perhatian. Jumlah penduduk indonesia
-+ 250 juta, terkait dengan adanya terorisme , baik yang simpatisan biasa
sampai simpatisan panatik, bahwa sudah mencapai -+ 0,03% dari jumlah penduduk,diperkirakan
hampir -+ 7 ribu jiwa, Hal yang perlu diperhatikan Hubungan/pergaulan anak
perlu diperhatikan, Penggunaan medsos sangat
berpengaruh perkembangan anak, jangan sampai salah jalan, Pendidikan anak jangan
diserahkan kepada guru pengajar, tapi peran orang tua sangat dominan terhadap
pembentukan karakter anak.
radikalisme & tetorisme, di wilayah solo raya perlu menjadikan perhatian
& pengawasan yang lebih extra, mengingat kejadian- kejadian yang di
banyumas merupakan ancaman yang harus menjadikan perhatian. Jumlah penduduk indonesia
-+ 250 juta, terkait dengan adanya terorisme , baik yang simpatisan biasa
sampai simpatisan panatik, bahwa sudah mencapai -+ 0,03% dari jumlah penduduk,diperkirakan
hampir -+ 7 ribu jiwa, Hal yang perlu diperhatikan Hubungan/pergaulan anak
perlu diperhatikan, Penggunaan medsos sangat
berpengaruh perkembangan anak, jangan sampai salah jalan, Pendidikan anak jangan
diserahkan kepada guru pengajar, tapi peran orang tua sangat dominan terhadap
pembentukan karakter anak.













