16.00 bertempat di Ruang Krida Manggala Sukowati Kab. Sragen telah dilaksanakan
Rapat Koordinasi Penyerapan Gabah yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan
Kab. Sragen dihadiri + 70 orang.
Hadir dalam giat dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Dedy
Endriyatno (Wakil Bupati Sragen), Letkol Inf Denny Marantika ( Dandim
0725/Sragen, Tatag Prabawanto B. MM ( Setda Kab.Sragen), Ir. Endang Handayani
MM ( AS II Setda Sragen), Ir. Eka Rini Mumpuni (Ka Dinas Pertanian Sragen),
Plt. Heru Martono ( Ka Dinas Perdagangan Kab. Sragen), Kapten Inf Daryanto
(Dantim Sergab Kodim 0725/Sragen), Jasiri ( Ka Bapluh Sragen), Marno (Kabid
Pengembangan Perdagangan Kab. Sragen), Muhari ( Kepala Bulog Divre Duyungan), Erwan
(PT. Sakti Duyungan Sidoharjo) serta Mitra Bulog/pengusaha Beras dan Gabah Kab
Sragen.
sambutan yang di sampaikan dalam rakor tersebut sbb dr. Kusdinar Untung Yuni
Sukowati (Bupati Sragen) : Puji syukur kami panjatkan kehadirat Nya karena pada
hari ini kita semua dapat berkumpul di ruangan ini dalam keadaan sehat walafiat
untuk melaksanakan rapat koordinasi serapan Gabah, semoga kita semua mengerti
dan menyadari demi mencari jalan keluar dalam pencapaian penyerapan Gabah di
Kab Sragen pada tahun ini yang ditetapkan sebesar 65.000 ton beras dan
gabah. Sengaja bapak-bapak dan ibu-ibu saya undang untuk kumpul di ruangan ini
dengan tujuan kerjasamanya untuk memecahkan atau mencari jalan keluar masalah
pencapaian penyerapan Gabah di Kab.Sragen karena ini program nasional yang
harus kita kerjakan bersama maka dari itu saya mohon kepada para pengusaha
mitra Bulog untuk ikut memikirkannya supaya pencapaian sergap terpenuhi.
targetnya, karena Sragen mempunyai dua gudang yang bisa untuk menampung beras
dan gabah kiriman dari Mitra Bulog dan bisa menyuplai beras ke daerah lain. Kemarin
PT Sakti menghubungi Bupati bahwa beras yang dikirim ke Bulog tidak
diterima/ditolak sehingga Bulog kita undang ke sini untuk mencari jalan keluar
karena kita semua dituntut untuk pencapaian target serapan beras dan gabah di
Kab. Sragen karena ini merupakan program nasional, kita semua minta kepada
Bulog kalau para mitra Bulog mengirim beras agar diterima karena batas waktu
pencapaian target tinggal 1 bulan lagi yaitu bulan September 2016.
(Dandim 0725/Sragen) mengatakan Kita semua minta bantuan kepada rekan-rekan
mitra pengusaha Bulog dan Bulog sendiri untuk kerjasamanya dalam pencapaian
serapan Gabah di Kab. Sragen bisa tercapai yaitu 65.000 ton beras/gabah. Kalau
dibandingkan dengan daerah lain lahan di wilayah Kab. Sragen lebih kecil tetapi
Kab. Sragen di bebani target lebih banyak sendiri karena Sragen mempunyai dua
gudang Bulog sehingga Sragen targetnya lebih banyak. Mengentaskan target pangan
di tingkat nasional dan Sragen sendiri sebagai lumbung padi terbesar tetapi
kalau kita tidak bisa mencukupi target tersebut apa kata dunia, maka dari itu
kita duduk bersama di sini mencari jalan keluarnya dalam pemenuhan pencapaian target
sergap di Sragen ini. Sebenarnya kami ini anggota TNI yang tergabung dalam
sergap adalah sebagai pendamping saja tetapi sekarang malah dijadikan garda
terdepan dalam pemenuhan Sergap di Kab. Sragen sebesar 65.000 ton.
Dedy Endriyatno (Wakil Bupati Sragen) : Saya mengharapkan setiap Perusahaan
agar dapat mengirim beras ke Bulog untuk memenuhi target di akhir bulan
September tahun 2016 dan untuk Bulog yang ada di Ds. Krikilan saya mengharapkan
untuk menerima pasokan gabah dari para mitra. Mohon kerja samanya kepada Kepala
Gudang Bulog Krikilan dan Kepala Gudang Bulog Duyungan adanya toleransi
terhadap Mitra Bulog, atas Prakarsa mengenahi ketahanan Pangan lokal maupun
Nasional bisa terpenuhi dengan tujuan untuk mensejahterakan Seluruh rakyat. Setelah
kegiatan ini antara Mitra Bulog dengan pihak Bulog dan Pemerintah agar membuat
MOU terlebih dulu.
Ir. Eka Rini Mumpuni (Ka Dinas Pertanian
Sragen) : Kondisi riil dilapangan gudang Bulog kurang memenuhi syarat untuk
menampung beras sebesar 65.000 ton, kalau dipaksakan kualitas beras akan
menurun oleh karena itu kedepan untuk direvisi karena gudang penyimpanan beras
kurang memenuhi syarat. Kebijakan impor beras dari luar supaya dikurangi dengan
harapan Mitra Bulog bisa mendapatkan keuntungan. Perwakilan Mitra Bulog dari
PT. Cahaya Intan : Mitra Bulog siap
mengirim beras ke Bulog Sragen tetapi tinggal Bulog mau menerima atau tidak dan
Mitra Bulog tidak hanya mengurusi Bulog Sragen saja bahkan se Solo Raya.
Duyungan) : Target Bulog Kab Sragen tahun ini sebesar 65.000 ton gabah atau
32.000 ton beras dan saat ini baru mencapai 21.000 ton beras, jadi masih
kekurangan 11.000 ton. Kendala dari Mitra Bulog, masalah kwalitas beras karena
Bulog dituntut penyerapan gabah tidak dibatasi, namun demikian dengan mengacu
kepada Inpres nomor 5 tahun 2015 bahwa aturan Bulog harus dilaksanakan
diantaranya kadar air harus 14% apabila kadar air terlalu tinggi maka beras akan
mengalami penyusutan. Gudang Bulog Sragen merupakan gudang utama karena bisa
menyuple beras ke daerah lain.
pernyataan kesanggupan Sergab dari petani tahun 2016 diantaranya : PT. Sakti Jl
Raya Solo-Sragen KM 3 Duyungan Kec. Sidoharjo sanggup mengirim 4.000 Ton. PT.
Cahaya Intan Krujo RT. 28 Ds. Toyogo, Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 500
Ton. Indo Rapi Tunjungan Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 500 Ton. Hidup Baru
Jatisomo Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 300 Ton. Wiwit Putra Krujon
Kec. Sambungmacan sanggup mengirim 1000 Ton. Sumber Hidup Kauman Masaran
sanggup mengirim 150 Ton. CV. Mutiara Bumi Kwangen Kec. Gemolong sanggup
mengirim 300 Ton. Sumber Tani Sambungmacan sanggup mengirim 300 Ton. CV. Santan
Bumi sejahtera Benersari Kec. Ngrampal sanggup mengirim 300 Ton.












