Plupuh, 10 Agustus 2017
Pada hari Kamis Tgl. 10 Agustus 2017
Danramil 20/Plupuh mewakili Dandim 0725/Sragen menghadiri undangan Dewan
pimpinan cabang Legiun Veteran Republik Indonesia Kab Sragen di Gedung
Juang 45/Veteran ,Jln Veteran No.18 Sragen dalam acara sarasehan Kejuangan dalam
rangka Pewarisan dan Pelestarian JSN ’45.
Dalam giat tsb Danramil 20/Plupuh Kapten Inf. Sudarmin diminta sebagai Narasumber untuk
mengisi materi Kondisi mental juang Generasi penerus saat ini dan yang
diharapkan, penyampaian materi berjalan selama 45 menit.
Danramil 20/Plupuh mewakili Dandim 0725/Sragen menghadiri undangan Dewan
pimpinan cabang Legiun Veteran Republik Indonesia Kab Sragen di Gedung
Juang 45/Veteran ,Jln Veteran No.18 Sragen dalam acara sarasehan Kejuangan dalam
rangka Pewarisan dan Pelestarian JSN ’45.
Dalam giat tsb Danramil 20/Plupuh Kapten Inf. Sudarmin diminta sebagai Narasumber untuk
mengisi materi Kondisi mental juang Generasi penerus saat ini dan yang
diharapkan, penyampaian materi berjalan selama 45 menit.
Hadir dalam acara tsb Ketua Markas Cab.
LVRI Sragen Bp.Maryoto, Ketua Ranting khusus LVRI Bp.Suroto, Ketua Pepabri
Lab.Srg Bo. Sutar, Ketua PPM Kab. Sragen
Drs Ari Sudarsono, Palakhar Kaminvetcad IV/31 Kab. Sragen Kapten CPL
Bambang, Anggota Veteran sebanyak 160 orang.
LVRI Sragen Bp.Maryoto, Ketua Ranting khusus LVRI Bp.Suroto, Ketua Pepabri
Lab.Srg Bo. Sutar, Ketua PPM Kab. Sragen
Drs Ari Sudarsono, Palakhar Kaminvetcad IV/31 Kab. Sragen Kapten CPL
Bambang, Anggota Veteran sebanyak 160 orang.
Dalam
kesempatan tersebut Danramil 20/Plupuh Kapten Inf. Sudarmin
seiring berkembangnya zaman atau yang lebih kita kenal dengan zaman
globalisasi, rasa nasionalisme di kalangan generasi semakin memudar. Hal ini
dibuktikan dari berbagai sikap para generasi muda dalam memaknai berbagai hal
penting bagi Negara Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa dalam kehidupan
bermasyarakat telah memudarnya sikap cinta akan tanah air. Jati diri bangsa
yang kian memudar ditengah modernsasi membuat identitas bangsa semakin merosot.
Di kalangan generasi muda kesadaran akan pentingnya peran mereka terhadap
tanah air juga kian tidak dipedulikan.
kesempatan tersebut Danramil 20/Plupuh Kapten Inf. Sudarmin
seiring berkembangnya zaman atau yang lebih kita kenal dengan zaman
globalisasi, rasa nasionalisme di kalangan generasi semakin memudar. Hal ini
dibuktikan dari berbagai sikap para generasi muda dalam memaknai berbagai hal
penting bagi Negara Indonesia. Dapat kita ketahui bahwa dalam kehidupan
bermasyarakat telah memudarnya sikap cinta akan tanah air. Jati diri bangsa
yang kian memudar ditengah modernsasi membuat identitas bangsa semakin merosot.
Di kalangan generasi muda kesadaran akan pentingnya peran mereka terhadap
tanah air juga kian tidak dipedulikan.
Sekarang ini generasi muda indonesia telah
mengalami krisis kebangsaan. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya generasi
muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai dengan butir-butir pancasila.
Sekarang ini banyak generasi muda yang tidak bertaqwa kepada Tuhan YME. Kita
lihat saja,sekarang ini banyak pemuda-pemudi muslim yang tidak memegang teguh
agamanya dan syariah Islam. Disamping itu, ada juga prilaku generasi muda yang
tidak sesuai dengan sila kedua sebagai jati diri bangsa indonesia.
Sekarang ini banyak diantara pemuda indonesia yang tidak memanusiakan manusia
lain. Maksudnya yaitu mereka tidak menganggap manusia berhakekat sebagai
manusia yang mempunyai hak dan kewajiban yang harus dihargai. Lalu yang
mencerminkan terjadinya krisis jati diri pada generasi muda sesuai sila ke-3
yaitu, memudarnya rasa persatuan dan kesatuan yang terjadi pada generasi
penerus bangsa Indonesia kita ini.
mengalami krisis kebangsaan. Hal itu dapat dibuktikan dengan banyaknya generasi
muda yang saat ini telah berprilaku tidak sesuai dengan butir-butir pancasila.
Sekarang ini banyak generasi muda yang tidak bertaqwa kepada Tuhan YME. Kita
lihat saja,sekarang ini banyak pemuda-pemudi muslim yang tidak memegang teguh
agamanya dan syariah Islam. Disamping itu, ada juga prilaku generasi muda yang
tidak sesuai dengan sila kedua sebagai jati diri bangsa indonesia.
Sekarang ini banyak diantara pemuda indonesia yang tidak memanusiakan manusia
lain. Maksudnya yaitu mereka tidak menganggap manusia berhakekat sebagai
manusia yang mempunyai hak dan kewajiban yang harus dihargai. Lalu yang
mencerminkan terjadinya krisis jati diri pada generasi muda sesuai sila ke-3
yaitu, memudarnya rasa persatuan dan kesatuan yang terjadi pada generasi
penerus bangsa Indonesia kita ini.
Selanjutnya pada sila ke-4 yaitu mengenai
kepemimpinan yang demokratis. Maksutnya pemimpin di negara kita ini harus
bersifat demokratis baik dalam hal pemilihannya maupun ketika telah membuat
keputusan/kebijakan umum yang terkait dengan masyarakat karena kekuasaan
tertinggi di negara kita ini sebenarnya berada di tangan rakyat, dan para
pemimpin hanya sebagai wakil/pelayan bagi rakyat untuk mengatur dan mengambil
kebijakan dalam negara demi tercapainya kemakmuran bersama. Sekarang ini fenomena-fenomena
pemimpin yang tidak demokratis sudah banyak terjadi pada generasi muda saat
ini, dan apabila hal itu dibiarka saja berlanjut maka kelak ketika mereka
menjadi pemimpin bangsa ini, mereka akan bertindak seperti apa yang mereka
biasakan saat ini. Selanjutnya mengenai keadilan, banyak fakta-fakta mengenai
ketidak adilan yang di lakukan oleh generasi muda bangsa Inonesia saat ini.
kepemimpinan yang demokratis. Maksutnya pemimpin di negara kita ini harus
bersifat demokratis baik dalam hal pemilihannya maupun ketika telah membuat
keputusan/kebijakan umum yang terkait dengan masyarakat karena kekuasaan
tertinggi di negara kita ini sebenarnya berada di tangan rakyat, dan para
pemimpin hanya sebagai wakil/pelayan bagi rakyat untuk mengatur dan mengambil
kebijakan dalam negara demi tercapainya kemakmuran bersama. Sekarang ini fenomena-fenomena
pemimpin yang tidak demokratis sudah banyak terjadi pada generasi muda saat
ini, dan apabila hal itu dibiarka saja berlanjut maka kelak ketika mereka
menjadi pemimpin bangsa ini, mereka akan bertindak seperti apa yang mereka
biasakan saat ini. Selanjutnya mengenai keadilan, banyak fakta-fakta mengenai
ketidak adilan yang di lakukan oleh generasi muda bangsa Inonesia saat ini.













