Jum’at ( 03/07/2026) Di desa, warung kelontong tak hanya menjadi tempat membeli gula, kopi, atau beras. Dari balik etalase sederhana, berbagai cerita, keluhan, hingga harapan warga mengalir setiap hari. Ruang itulah yang dimanfaatkan Serka Slamet Babinsa Desa Soko Koramil 16/Miri Kodim 0725/Sragen, untuk memperkuat komunikasi sosial dengan masyarakat.
Serka Slamet menyambangi warung kelontong milik Margono di Dukuh Baran RT 15, Desa Doyong, Kecamatan Miri. Sambil menikmati suasana warung yang ramai didatangi warga, ia berdialog mengenai perkembangan usaha kecil, kondisi ekonomi masyarakat, serta situasi keamanan lingkungan.
Menurut Serka Slamet, komunikasi yang dibangun secara santai justru lebih efektif dalam menyerap aspirasi masyarakat dibandingkan menunggu adanya forum resmi.
“Warung kelontong adalah denyut kehidupan desa. Di sinilah kami bisa mendengar langsung suara masyarakat, mengetahui persoalan yang dihadapi, sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan kerukunan,” ujarnya.
Margono (39) mengaku kehadiran Babinsa di warung miliknya sudah menjadi hal yang akrab. Baginya, Babinsa bukan sekedar aparat kewilayahan, tetapi juga sahabat warga yang selalu terbuka mendengarkan setiap masukan.
“Pak Babinsa tidak datang hanya saat ada kegiatan. Beliau sering mampir, ngobrol, bahkan memberi semangat kepada pelaku usaha kecil seperti kami. Hubungan seperti ini membuat warga merasa dekat dengan TNI,” Tutur Margono.












