Berita  

KASDIM 0725/SRAGEN HADIRI UPACARA HARI IBU DI PEMDA

KASDIM 0725/SRAGEN HADIRI UPACARA HARI IBU DI PEMDA
Mayor inf. Tato Sugiyarto, S. Pd ( Kasdim 0725/sragen ) menghadiri
Upacara dalam rangka memperingati hari ibu ke-88 tahun 2016. Pada hari Kamis
tanggal 22 Desember 2016 pkl. 07. 15 s/d. 08. 35 wib, Bertempat di Halaman
Pemda Sragen. Sebagai Irup ( Inspektur Upacara ) Dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni
Sukowati ( Bupati Sragen ), sebagai Dan Up ( Komandan Upacara ) Aipda Heni (
polwan polres Sragen ) Peserta upacara 450 orang.

Hadir dalam acara tersebut Dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati
( Bupati Sragen ), Letkol inf. Andi Bagus Dian Arika ( Danyon 408 / Sbh )
beserta ibu, Mayor inf. Tato Sugiyarto, S. Pd ( Kasdim 0725/sragen ) beserta
Ibu Dandim 0725/Sragen Ibu Mairina Megawati Marantika, Kompol Danu Pamungkas
Totok, SH. SIK ( Wakapolres Sragen ) beserta ibu, Herus Batubara, SH. MH (
Kajari Sragen ), Dedy Endriyatno ( wakil Bupati Sragen ), Kompol Supandi.
S.Sos. MH ( Wakaden Brimob Surakarta ), Peltu Amdul Sukur ( Mewakili DanSubdenpom
IV/1-4 Sragen ), serta instansi terkait

Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI ITD
Yohana Yembise yang dibacakan Bupati Sragen
selaku Irup bahwa Peringatan
Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai
perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum
laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang meningkatkan kualitas
hidupnya. Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan Peringatan
“Mother Days” di beberapa negara di dunia. Hari Ibu di
KASDIM 0725/SRAGEN HADIRI UPACARA HARI IBU DI PEMDA

Indonesia dilandasi oleh tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan
kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju
kemerdekaan Indonesia yang aman, tenteram, damai, adil, dan makmur sebagaimana
dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22
Desember 1928 di Yogyakarta.
Peristiwa inilah yang kemudian dijadikan sebagai tonggak sejarah
bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu, baik di
dalam maupun luar negeri. Komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan
diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang
menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional
bukan hari libur.
Peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum
perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan
persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya
merupakan sumber daya potensial yang menentukan keberhasilan pembangunan.
Momentum Hari Ibu juga dijadikan sebagai refleksi dan renungan bagi kita semua,
tentang berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan
perempuan di semua bidang pembangunan. Perjalanan panjang selama 88 tahun,
telah mengantarkan berbagai keberhasilan bagi kaum perempuan dan kaum laki-laki
dalam menghadapi berbagai tantantan global dan multi dimensi, khususnya
perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.
Sementara itu di era kekinian, Peringatan Hari Ibu diharapkan
dapat mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung
dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia,
terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat unfuk
bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan
dan kesatuan.
Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara
di dalam mencapai tujuan negara serta di dalam memperjuangkan kesejahteraan di
semua bidang pembangunan seperti bidang pendidikan, ekonomi, sosial, politik,
dan hukum. Perempuan dan laki-laki juga mempunyai kesempatan, akses serta
peluang yant sama sebagai sumber daya pembangunan.
Hal ini juga sesuai dengan target yang harus dicapai dalam tujuan
pembangunan nasional, baik jangka menengah dan jangka panjang ataupun target
goals dari Suistainable
Deueloptnent Goals (SDGs) sampai dengan tahun 2030 mendatang.
Dengan mempertimbangkan kondisi dan isu-isu prioritas saat ini, PHI ke- 88
Tahun 2016 mengangkat tema “Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan untuk
Mewujudkan Indonesa yang Bebas dari Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak,
Perdagangan Orang dan Kesenjangan Akses Ekonomi terhadap Perempuan.”
Hal ini didasari oleh situasi dan kondisi di masyarakat saat ini,
manakala persoalan kekerasan, perdagangan orang dan kesenjangan akses ekonomi
perempuan, masih sangat tertinggal dibandingkan laki-laki. Berbicara kekerasan
dan perdagangan orang (humon trafficking), saat ini juga menjadi salah satu
perhatian yang sangat serius dari pemerintah. Korban terbesar dari kasus-kasus
kekerasan dan perdagangan orang, baik yang terlaporkan ataupun tidak
terlaporkan adalah perempuan dan anak. Maraknya kekerasan khususnya kejahatan
seksual terhadap anak juga menjadi permasalahan bangsa, yang harus segera
dituntaskan oleh berbagai kalangan. Hal ini mengingat bahwa anak adalah tunas
muda harapan bangsa, yang kelak akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan
bangsa di masa mendatang.
Untuk itu seiring dengan perkembangan jaman dan globalisasi dunia
yang tenrs berjalan, saat ini pun peran dan kontribusi perempuan dalam
pembangunan tidak dapat dipungkiri lagi. Di Indonesia, saat ini telah banyak
kaum perempuan yang memiliki peran dan posisi strategis di berbagai kehidupan.
Hal ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu
meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Perempuan dalam berbagai dimensi
kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor
perubahan (agent of
change).
Pergerakan perempuan dalam pembangunan, tentunya tidak terlepas
dari dukungan semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha ataupun masyarakat.
Untuk itu, semua rangkaian kegiatan dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu
ke-88 Tahun 2016 ini diharapkan mampu berjalan sesuai dengan prinsip
“equal partnership”. Prinsip ini mencerminkan bagaimana perempuan Indonesia
bersama kaum laki-laki berperan membangun bangsa, sekaligus juga berperan aktif
membangun kesejahteraan dan menjalin hubungan yang erat dengan berbagai bangsa
di dunia, baik di tingkat regional maupun internasional

Pada kesempatan PHI ke-88 Tahun 2016 ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa
pelibatan dan peningkatan peran kaum lakilaki dan keluarga dalam pembangunan,
juga menjadi bagian yang penting dalam rangka penghapusan segala bentuk
diskriminasi dan tindak kekerasan lainnya serta berbagi upaya untuk mewujudkan
kesejahteraan bangsa. Pelibatan laki-laki dalam berbagai upaya untuk mewujudkan
kesetaraan gender juga sejalan dengan dideklarasikan kampanye global “He
for She” di mana Bapak Presiden Joko Widodo, menjadi salah satu dari 10
(sepuluh) Kepala Negara di dunia yang didaulat untuk menjadi duta kampanye.
Tentunya ini membawa makna positif bagi bangsa Indonesia, untuk terus
menggaungkan pentingnya kesetaraan gender dalam berbagai dimensi pembangunan
dan kehidupan masyarakat.
Sementara itu di lain sisi pentingnya ketahanan keluarga juga
menjadi bagian yang harus “dikampanyekan” kembali dalam sendi-sendi
kehidupan berbangsa dan bernegara. Apabila kita cermati bersama, maraknya
berbagai persoalan bangsa dan kompleksitas masalah-masalah sosial yang terjadi
di masyarakat seperti : kekerasan, traficking, p0rn0grafi, Infeksi Menular
S*e*k*su*al dan HIV/AIDS, narkoba, kriminalitas dan lainnya disebabkan karena
runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga. Untuk itu ketahanan keluarga
(melalui penanaman nilai-nilai budi pekerti dan iman dan takwa) menjadi salah
satu pilar untuk menjawab dan mengatasi berbagai masalah sebagaimana tersebut
di atas. Peran keluarga dituntut untuk lebih diperkuat, dibarengi dengan
penanaman nilai-nilai kekeluargaan. Pentingnya peran keluarga, apabila dipahami
secara mendalam telah diwariskan oleh para leluhur kita sejak puluhan tahun
yang lalu.
Akhirnya, saya mengajak semua masyarakat khususnya kaum perempuan
Indonesia untuk terus berkarya, mampu menjaga sosok yang mandiri, kreatif,
inovatif,  percaya diri dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas dirinya,
sehingga bersama lakilaki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun bangsa.

Selamat Hari Ibu ke-88 bagi
kita semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melindungi semua langkah dan
perjuangan dalam membangun bangsa dan negara tercinta.

setelah
upacara dilanjutkan Penandatanganan Deklarasi Warga Oleh Bupati Sragen/Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah dan Ormas Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Forum
Persaudaraan Bangsa Indonesia dan Forum Kerukunan Umat Beragama 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *