Sragen, 12
Juni 2013.
Juni 2013.
Kodim 0725/Sragen melaksanakan menyelenggarakan penataran
Mobil Team Training lanjutan yang diikuti 193 personel (5 orang Danramil dan
188 Babinsa) Kodim 0725/Sragen mulai Tgl, 10 s/d 12 Juni 2013 di Makodim
0725/Sragen.
Mobil Team Training lanjutan yang diikuti 193 personel (5 orang Danramil dan
188 Babinsa) Kodim 0725/Sragen mulai Tgl, 10 s/d 12 Juni 2013 di Makodim
0725/Sragen.
Upacara Pembukaan penataran Mobil Team Training lanjutan Kodim
0725/Sragen dibuka oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu Sugiarto,S.IP pada
Hari Senin, 10/06/2013 usai pelaksanaan Upacara Bendera.
0725/Sragen dibuka oleh Dandim 0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu Sugiarto,S.IP pada
Hari Senin, 10/06/2013 usai pelaksanaan Upacara Bendera.
Dalam amanatnya Dandim 0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu
Sugiarto,S.IP menyampaikan bahwa kegiatan penataran mobile training team (mtt) lanjutan ini dimaksudkan untuk meningkatkan
kemampuan serta keterampilan para aparat kowil khususnya Danramil & Babinsa
di Jajaran Kodim 0725/Sragen. Diharapkan
seluruh Aparat Kowil akan mampu melaksanakan tugas secara optimal sehingga
permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul di wilayah dapat segera di
antisipasi dan dicegah. Sebagaimana kita pahami, bahwa perkembangan global dan
dinamika kehidupan sosial masyarakat saat ini telah berubah dengan cepat,
sehingga menimbulkan dampak yang kadang sulit diprediksi sebelumnya. “saat ini bangsa indonesia masih dihadapkan
pada perkembangan situasi keamanan yang kurang menguntungkan, seperti
terjadinya aksi terorisme, konflik komunal, demo anarkhis, bencana alam dan
lain sebagainya” Imbuhnya.
Sugiarto,S.IP menyampaikan bahwa kegiatan penataran mobile training team (mtt) lanjutan ini dimaksudkan untuk meningkatkan
kemampuan serta keterampilan para aparat kowil khususnya Danramil & Babinsa
di Jajaran Kodim 0725/Sragen. Diharapkan
seluruh Aparat Kowil akan mampu melaksanakan tugas secara optimal sehingga
permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul di wilayah dapat segera di
antisipasi dan dicegah. Sebagaimana kita pahami, bahwa perkembangan global dan
dinamika kehidupan sosial masyarakat saat ini telah berubah dengan cepat,
sehingga menimbulkan dampak yang kadang sulit diprediksi sebelumnya. “saat ini bangsa indonesia masih dihadapkan
pada perkembangan situasi keamanan yang kurang menguntungkan, seperti
terjadinya aksi terorisme, konflik komunal, demo anarkhis, bencana alam dan
lain sebagainya” Imbuhnya.
Lebih lanjut Dandim
0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu Sugiarto,S.IP mengatakan untuk mencermati
kondisi tersebut, maka seluruh aparat kowil termasuk para babinsa sebagai
pengemban terdepan tugas pemberdayaan pertahanan di darat dituntut untuk
mengoptimalkan kinerjanya. aparat
kowil harus mampu melaksanakan deteksi dini dan cegah dini serta temu cepat dan
lapor cepat terhadap setiap gejala yang berpotensi menimbulkan gangguan
keamanan di wilayah tugasnya pada kesempatan pertama.
0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu Sugiarto,S.IP mengatakan untuk mencermati
kondisi tersebut, maka seluruh aparat kowil termasuk para babinsa sebagai
pengemban terdepan tugas pemberdayaan pertahanan di darat dituntut untuk
mengoptimalkan kinerjanya. aparat
kowil harus mampu melaksanakan deteksi dini dan cegah dini serta temu cepat dan
lapor cepat terhadap setiap gejala yang berpotensi menimbulkan gangguan
keamanan di wilayah tugasnya pada kesempatan pertama.
Dihadapkan dengan realitas tersebut dan berdasarkan evaluasi pimpinan tni ad
terhadap kinerja aparat kowil khususnya babinsa, masih ditemukan beberapa
kelemahan antara lain : lambatnya aparat kowil dalam mendeteksi
terjadinya konflik dan masih ragu-ragu atau bahkan takut untuk bertindak serta
kurang proaktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi keamanan di wilayahnya.
terhadap kinerja aparat kowil khususnya babinsa, masih ditemukan beberapa
kelemahan antara lain : lambatnya aparat kowil dalam mendeteksi
terjadinya konflik dan masih ragu-ragu atau bahkan takut untuk bertindak serta
kurang proaktif dalam mengantisipasi dan menanggulangi keamanan di wilayahnya.
Agar dapat mengantisipasi dan mencegah tindak terjadinya
hal tersebut diatas, maka kata kunci yang perlu diketahui oleh seluruh aparat
kowil khususnya babinsa adalah bagaimana kita sebagai aparat kowil dapat
bersikap, berbuat dengan berpedoman kepada 8 wajib tni sebagai sikap yang harus
dilakukan oleh seluruh aparat kowil guna mencegah dan membantu kesulitan rakyat
disekitarnya.
hal tersebut diatas, maka kata kunci yang perlu diketahui oleh seluruh aparat
kowil khususnya babinsa adalah bagaimana kita sebagai aparat kowil dapat
bersikap, berbuat dengan berpedoman kepada 8 wajib tni sebagai sikap yang harus
dilakukan oleh seluruh aparat kowil guna mencegah dan membantu kesulitan rakyat
disekitarnya.
Adapun materi penataran MTT meliputi lima kemampuan
teritorial, sikap teritorial, bahaya terorisme, pertanian, perikanan,
peternakan dan kehutanan/go green serta dilanjutkan dengan aplikasi kegiatan Babinsa dalam
menghadapi suatu permasalahan di Desa Binaannya. Yang akan
disampaikan oleh Tim yang telah mengikuti Penataran MTT di Puslatpur Klaten
serta Tim penyaji dari Instansi terkait.
teritorial, sikap teritorial, bahaya terorisme, pertanian, perikanan,
peternakan dan kehutanan/go green serta dilanjutkan dengan aplikasi kegiatan Babinsa dalam
menghadapi suatu permasalahan di Desa Binaannya. Yang akan
disampaikan oleh Tim yang telah mengikuti Penataran MTT di Puslatpur Klaten
serta Tim penyaji dari Instansi terkait.
Melalui penataran MTT lanjutan ini, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf. R. Wahyu Sugiarto,S.IP memerintahkan
kepada para Danramil dan Babinsa untuk mengikuti kegiatan
ini dengan serius serta bertanggung jawab terhadap peningkatan kemampuan para aparat
kowil diwilayah tugas masing-masing.
kepada para Danramil dan Babinsa untuk mengikuti kegiatan
ini dengan serius serta bertanggung jawab terhadap peningkatan kemampuan para aparat
kowil diwilayah tugas masing-masing.
















