Sragen, 22 Agustus 2016
Sebanyak 312 Anggota TNI, PNS serta Anak- anak dari anggota Kodim baik Tni
maupun PNS mengikuti sosialisasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan
dan peredaran gelap narkoba ( P4GN ) pada Hari Senin Tanggal 22 Agustus 2016 yang
bertempat di Gedung Kartini Kab. Sragen.
maupun PNS mengikuti sosialisasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan
dan peredaran gelap narkoba ( P4GN ) pada Hari Senin Tanggal 22 Agustus 2016 yang
bertempat di Gedung Kartini Kab. Sragen.
Andy Sri Haryadi, penyuluh BNNP Jawa Tengah mengatakan
bahwa narkoba sekarang tidak memandang apakah wilayah tersebut perkotaan yang
identik dengan gemerlap dunia malam atau kota kecil yang ada di pinggiran
seperti sragen. Narkoba ini telah merambah ke pelosok kota bahkan hingga
pedesaan. “Kali ini narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh kalangan
masyarakat. Ia berharap pemerintah di Kabupaten sragen baik Bupati, Polres,
Kodim sragen dan jajaran lainnya untuk selalu waspada dan terus meningkatkan
operasi secara rutin baik pencegahan maupun penyebaran narkoba.
bahwa narkoba sekarang tidak memandang apakah wilayah tersebut perkotaan yang
identik dengan gemerlap dunia malam atau kota kecil yang ada di pinggiran
seperti sragen. Narkoba ini telah merambah ke pelosok kota bahkan hingga
pedesaan. “Kali ini narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh kalangan
masyarakat. Ia berharap pemerintah di Kabupaten sragen baik Bupati, Polres,
Kodim sragen dan jajaran lainnya untuk selalu waspada dan terus meningkatkan
operasi secara rutin baik pencegahan maupun penyebaran narkoba.
Menurutnya sampai saat ini wilayah eks karesidenan
Surakarta merupakan wilayah yang paling rawan penyebaran narkoba di Jawa
Tengah, disusul oleh Kota Semarang, Tegal, Magelang, Jepara, Pekalongan,
Temanggung. Ia mengapresiasi upaya pencegahan yang dilakukan oleh Kodim 0725
sragen “Seperti yang dilaksanakan di Kodim ini (kemarin-red) bagus untuk
mewaspadai penyebaran narkoba dengan mengadakan tes urine di kalangan anggota
TNI. Semoga instansi lain juga banyak yang mengikuti,” jelasnya.
Surakarta merupakan wilayah yang paling rawan penyebaran narkoba di Jawa
Tengah, disusul oleh Kota Semarang, Tegal, Magelang, Jepara, Pekalongan,
Temanggung. Ia mengapresiasi upaya pencegahan yang dilakukan oleh Kodim 0725
sragen “Seperti yang dilaksanakan di Kodim ini (kemarin-red) bagus untuk
mewaspadai penyebaran narkoba dengan mengadakan tes urine di kalangan anggota
TNI. Semoga instansi lain juga banyak yang mengikuti,” jelasnya.
Setidaknya ada 50 anggota TNI yang mengikuri tes urine
oleh BNNP Jateng yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh anggota Kodim
0725 sragen semuanya bebas dari Narkoba. Sementara itu Dandim 0725 sragen,
Letkol Inf. Denny Marantika mengemukakan bahwa pemeriksaan urine terhadap
personel dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya anggota, yang terlibat
penyalahgunaan Narkoba. ”Kalau sampai ada personel yang terbukti terlibat baik
sebagai pengguna maupun pengedar akan langsung kami tindak tegas, dan diproses
sesuai hukum yang berlaku. Sanksinya bisa langsung dikeluarkan dari dinas
keprajuritan. Terlebih, saat ini sasaran peredaran narkoba sudah merasuk ke
semua lini. Tidak hanya masyarakat biasa, namun juga sudah masuk di lingkungan
personel TNI,” tandas Dandim.
oleh BNNP Jateng yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh anggota Kodim
0725 sragen semuanya bebas dari Narkoba. Sementara itu Dandim 0725 sragen,
Letkol Inf. Denny Marantika mengemukakan bahwa pemeriksaan urine terhadap
personel dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya anggota, yang terlibat
penyalahgunaan Narkoba. ”Kalau sampai ada personel yang terbukti terlibat baik
sebagai pengguna maupun pengedar akan langsung kami tindak tegas, dan diproses
sesuai hukum yang berlaku. Sanksinya bisa langsung dikeluarkan dari dinas
keprajuritan. Terlebih, saat ini sasaran peredaran narkoba sudah merasuk ke
semua lini. Tidak hanya masyarakat biasa, namun juga sudah masuk di lingkungan
personel TNI,” tandas Dandim.













