Sragen, 21 Juni 2017
Kodim
0725/Sragen bekerjasama dengan DKK Kabupaten Sragen melaksanakan sosialisasi
percepatan ODF (Open Defecation Free / Stop buang air besar sembarangan ) bertempat di Gedung Korpri Kab. Sragen, Rabu
( 21/6/17 ).
0725/Sragen bekerjasama dengan DKK Kabupaten Sragen melaksanakan sosialisasi
percepatan ODF (Open Defecation Free / Stop buang air besar sembarangan ) bertempat di Gedung Korpri Kab. Sragen, Rabu
( 21/6/17 ).
Dalam
kesempatan tersebut Kasi Kesehatan Lingkungan DKK Kab. Sragen Bp., Mulyono, KM, KL mengatakan tentang perilaku buang air besar sembarangan,
masyarakat tidak boleh buang air sembarangan, karena efeknya bisa menjadi
sumber barbagai penyakit. Untuk itu harus digerakkan Stop Buang Air Besar
Sembarangan. “Stop buang air besar sembarangan ini sebenarnya untuk menciptakan
supaya masyarakat hidup sehat,”katanya.
Upaya yang dilakukan, selain penyuluhan penyadaran perilaku buang air besar
sembarangan, juga mengupayaan pengadaan jamban. Dikatakan, seharusnya tiap
rumah memiliki jamban, namun jika dalam suatu tempat belum memungkinkan, maka
bisa membuat jamban umum.
kesempatan tersebut Kasi Kesehatan Lingkungan DKK Kab. Sragen Bp., Mulyono, KM, KL mengatakan tentang perilaku buang air besar sembarangan,
masyarakat tidak boleh buang air sembarangan, karena efeknya bisa menjadi
sumber barbagai penyakit. Untuk itu harus digerakkan Stop Buang Air Besar
Sembarangan. “Stop buang air besar sembarangan ini sebenarnya untuk menciptakan
supaya masyarakat hidup sehat,”katanya.
Upaya yang dilakukan, selain penyuluhan penyadaran perilaku buang air besar
sembarangan, juga mengupayaan pengadaan jamban. Dikatakan, seharusnya tiap
rumah memiliki jamban, namun jika dalam suatu tempat belum memungkinkan, maka
bisa membuat jamban umum.
Lebih lanjut dikatakan bahwa Babinsa di
desa-desa sangat dibutuhkan untuk ikut memberikan penyadaran kepada masyarakat
agar tidak buang air besar sembarangan. “Orang buang air sembarangan itu kadang
bukan karena tidak punya jamban atau tidak mampu membuat jamban,tapi karena
perilaku yang dianggap biasa. Makanya perlu dilakukan penyadaran,”katanya.
desa-desa sangat dibutuhkan untuk ikut memberikan penyadaran kepada masyarakat
agar tidak buang air besar sembarangan. “Orang buang air sembarangan itu kadang
bukan karena tidak punya jamban atau tidak mampu membuat jamban,tapi karena
perilaku yang dianggap biasa. Makanya perlu dilakukan penyadaran,”katanya.












