Sragen, 22 Juni 2016
Pada tanggal 10 Juni 2016 Danramil 01/Sragen
Kapten Inf Muayat melaksanakan Komsos
dengan para tokoh masyarakat Kec Sragen
bertempat di Aula Koramil 01/Sragen yang dihadiri oleh ± 50 orang. Koramil
01/Sragen berperan aktif sengan mengundang para tokoh, baik tomas, toga dan
toda di wilyah Kec Sragen untuk hadir di Koramil. Kegiatan tersebut sekaligus
sebagai wadah untuk bertatap muka dan lebih dekatl dengan para tomas toga dan
toda yang berada di wilayah kec Sragen, maklumlah Kapten Muayat masih terhitung
baru menjabat sebagai Komandan Koramil 01/Sragen yakni 2 bulan.
Kapten Inf Muayat melaksanakan Komsos
dengan para tokoh masyarakat Kec Sragen
bertempat di Aula Koramil 01/Sragen yang dihadiri oleh ± 50 orang. Koramil
01/Sragen berperan aktif sengan mengundang para tokoh, baik tomas, toga dan
toda di wilyah Kec Sragen untuk hadir di Koramil. Kegiatan tersebut sekaligus
sebagai wadah untuk bertatap muka dan lebih dekatl dengan para tomas toga dan
toda yang berada di wilayah kec Sragen, maklumlah Kapten Muayat masih terhitung
baru menjabat sebagai Komandan Koramil 01/Sragen yakni 2 bulan.
Moment tersebut juga digunakan oleh Kapten Muayat untuk memberikan ceramah kepada para tokoh
tentang bahaya radikalisme dan proxy war. Secara garis besar proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar
dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari
konfrontasi secara langsung (tidak melalui kekuatan militer) sehingga tidak bisa terlihat siapa lawan dan
siapa kawan, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara. Baik melalui politik, melalui ekonomi, sosial budaya, termasuk hukum
Dalam proxy war,.
tentang bahaya radikalisme dan proxy war. Secara garis besar proxy war merupakan sebuah konfrontasi antar
dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari
konfrontasi secara langsung (tidak melalui kekuatan militer) sehingga tidak bisa terlihat siapa lawan dan
siapa kawan, tetapi perang melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara. Baik melalui politik, melalui ekonomi, sosial budaya, termasuk hukum
Dalam proxy war,.
Kapten Inf Muayat menambahkan Indikasi proxy
war di sekitar kita , antara lain adalah, demonstrasi massa anarkis, sistem
regulasi dan perdagangan yang merugikan, peredaran narkoba, pemberitaan media
yang provokatif, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok, serta penyebaran
pornografi. Namun Kita tidak perlu berkecil hati menghadapi ancaman-ancaman
tersebut diatas, melainkan harus mulai melakukan langkah-langkah penangkalan
dan antisipasi sejak dini.
war di sekitar kita , antara lain adalah, demonstrasi massa anarkis, sistem
regulasi dan perdagangan yang merugikan, peredaran narkoba, pemberitaan media
yang provokatif, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok, serta penyebaran
pornografi. Namun Kita tidak perlu berkecil hati menghadapi ancaman-ancaman
tersebut diatas, melainkan harus mulai melakukan langkah-langkah penangkalan
dan antisipasi sejak dini.
“Kuncinya adalah gunakan nurani, logika dan
akal pikiran kita,”. Khususnya para tokoh sebagai cermin dan contoh di
lingkungannya harus mampu memimpin dan
mengarahkan para generasi muda dan masyarakat di sekelilingnya untuk lebih memahami
dan mengamalkan Pancasila secara utuh, bercermin pada sejarah Indonesia yang
jelas-jelas telah mengajarkan pada kita semua bahwa kesatuan dan persatuan
adalah langkah yang ampuh dalam menghalau segala bentuk penjajahan dan ancaman.
akal pikiran kita,”. Khususnya para tokoh sebagai cermin dan contoh di
lingkungannya harus mampu memimpin dan
mengarahkan para generasi muda dan masyarakat di sekelilingnya untuk lebih memahami
dan mengamalkan Pancasila secara utuh, bercermin pada sejarah Indonesia yang
jelas-jelas telah mengajarkan pada kita semua bahwa kesatuan dan persatuan
adalah langkah yang ampuh dalam menghalau segala bentuk penjajahan dan ancaman.













