Sukodono, 20 Juli 2017
Pada hari Rabu tanggal 19 Juli 2017 pukul 09.30-12.30 wib tempat Lapangan
Upacara dan Aula SMP N 1 Sukodono Pelda Gilig Suprasto (Batuud), Serma Suwardi (Babinsa
Karanganom), Sertu Joko Waliman (Babinsa Bendo), Serda Rohmad (Babinsa
Baleharjo), Serda Heryawan (Babinsa Gebang) dan Kopda Giman Haryanto (Tayanrad)
Koramil 13/Sukodono Kodim 0725/Sragen melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada 218 Siswa baru kelas VII SMP N 1 Sukodono Tahun
pelajaran 2017/2018. Dengan Tema “Saya Indonesia Saya Pancasila”. Materi yang
disampaikan Dalam Aula Bela Negara 4
Pilar Kebangsaan : Pancasila, UUD Negara
Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI di Lapangan Upacara PBB dan Outbone terdiri Permadani terbang, Bola tali, Holahob
estafet, Tongkat estafet, Bloduzer , Air Estafet dan Yel Yel.
Upacara dan Aula SMP N 1 Sukodono Pelda Gilig Suprasto (Batuud), Serma Suwardi (Babinsa
Karanganom), Sertu Joko Waliman (Babinsa Bendo), Serda Rohmad (Babinsa
Baleharjo), Serda Heryawan (Babinsa Gebang) dan Kopda Giman Haryanto (Tayanrad)
Koramil 13/Sukodono Kodim 0725/Sragen melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada 218 Siswa baru kelas VII SMP N 1 Sukodono Tahun
pelajaran 2017/2018. Dengan Tema “Saya Indonesia Saya Pancasila”. Materi yang
disampaikan Dalam Aula Bela Negara 4
Pilar Kebangsaan : Pancasila, UUD Negara
Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI di Lapangan Upacara PBB dan Outbone terdiri Permadani terbang, Bola tali, Holahob
estafet, Tongkat estafet, Bloduzer , Air Estafet dan Yel Yel.
Materi Bela Negara 4 Pilar Kebangsaaan di sampaikan Serda Rohmad
(Babinsa Baleharjo) sbb : PILAR adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa
berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh maka
bangunan akan mudah runtuh. EMPAT
adalah tiang peyangga
ditengah ini disebut soko
guru, yg
kualitasnya terjamin shg pilar ini akan memberikan rasa aman tenteram dan
memberi kenikmatan. Pancasila sbg Dasar Neg & Ideologi Nasional membawa
konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan pokok,
landasan fundamental bagi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila berisi lima
sila yang pada hakekatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental nilai-nilai
dasar Pancasila tersebut adalah nilai ketuhanan Yang Maha Esa, nilai kemanusiaan yang adil
dan beradab, nilai Persatuan Indonesia, dan Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
(Babinsa Baleharjo) sbb : PILAR adalah tiang penyangga suatu bangunan agar bisa
berdiri secara kokoh. Bila tiang rapuh maka
bangunan akan mudah runtuh. EMPAT
adalah tiang peyangga
ditengah ini disebut soko
guru, yg
kualitasnya terjamin shg pilar ini akan memberikan rasa aman tenteram dan
memberi kenikmatan. Pancasila sbg Dasar Neg & Ideologi Nasional membawa
konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan pokok,
landasan fundamental bagi bangsa dan negara Indonesia. Pancasila berisi lima
sila yang pada hakekatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental nilai-nilai
dasar Pancasila tersebut adalah nilai ketuhanan Yang Maha Esa, nilai kemanusiaan yang adil
dan beradab, nilai Persatuan Indonesia, dan Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dalam
UUD 1945 disana tertuang tujuan negara yang tertuang dalam Preambule UUD 1945
adalah “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia” hal ini
merupakan tujuan negara hukum material yang secara keseluruhan sebagai tujuan
khusus atau nasional. Rumusan “memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa”. Hal
ini merupakan tujuan negara hukum material
yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau
nasional. Adapun tujuan umum atau internasional adalah “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Sesanti atau semboyan
Bhineka Tunggal Ika diungkapkan pertama kali oleh Mpu Tantular, pujangga agung
kerajaan Majapahit yang hidup pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, diabad
ke empat belas (1350 – 1389), sesanti tersebut terdapat dalam karyanya kakawin
suta soma yang berbunyi : Berbeda-beda itu, tak ada pengabdian yang mendua”. Dimana Pancasila yang
menjadi sumber nilai menjadi ideologi, UUD 1945 sebagai aturan yang semestinya
diataati dan NKRI adalah harga mati,
serta Bhineka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat.
UUD 1945 disana tertuang tujuan negara yang tertuang dalam Preambule UUD 1945
adalah “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia” hal ini
merupakan tujuan negara hukum material yang secara keseluruhan sebagai tujuan
khusus atau nasional. Rumusan “memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan
kehidupan bangsa”. Hal
ini merupakan tujuan negara hukum material
yang secara keseluruhan sebagai tujuan khusus atau
nasional. Adapun tujuan umum atau internasional adalah “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Sesanti atau semboyan
Bhineka Tunggal Ika diungkapkan pertama kali oleh Mpu Tantular, pujangga agung
kerajaan Majapahit yang hidup pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, diabad
ke empat belas (1350 – 1389), sesanti tersebut terdapat dalam karyanya kakawin
suta soma yang berbunyi : Berbeda-beda itu, tak ada pengabdian yang mendua”. Dimana Pancasila yang
menjadi sumber nilai menjadi ideologi, UUD 1945 sebagai aturan yang semestinya
diataati dan NKRI adalah harga mati,
serta Bhineka Tunggal Ika adalah perekat semua rakyat.













