Sragen, 23 Oktober 2014
Kapten
Inf. Sudarmin (Pasi Min mewakili Dandim 0725/Srg) menghadiri penandatanganan
“International Compassionate City (Kota Welas Asih Dunia) dengan
International Compassion” oleh Bp. Agus Fatchur Rahman, SH, MH (Bupati
Sragen) pada hari Rabu tanggal 22
Oktober 2014 pukul 10.50 s/d 12.00 bertempat di Pendopo Sumonegaran rumah dinas
Bupati Kab. Sragen yang dihadiri ± 400 orang.
Inf. Sudarmin (Pasi Min mewakili Dandim 0725/Srg) menghadiri penandatanganan
“International Compassionate City (Kota Welas Asih Dunia) dengan
International Compassion” oleh Bp. Agus Fatchur Rahman, SH, MH (Bupati
Sragen) pada hari Rabu tanggal 22
Oktober 2014 pukul 10.50 s/d 12.00 bertempat di Pendopo Sumonegaran rumah dinas
Bupati Kab. Sragen yang dihadiri ± 400 orang.
Inti
Sambutan sbb :
Sambutan sbb :
a. Agus Fatchur Rahman, SH, MH (Bupati
Sragen) :
Sragen) :
1) Saya
ucapkan terima kasih kepada undangan yang telah hadir dan hari ini adalah
hari pemberian kesaksian penandatangan Sragen sebagai Kota Welas Asih Dunia.
ucapkan terima kasih kepada undangan yang telah hadir dan hari ini adalah
hari pemberian kesaksian penandatangan Sragen sebagai Kota Welas Asih Dunia.
2) Seluruh
komponen yang ada di Kab. Sragen untuk menumbuhkan
rasa welas asih sehingga akan
menjadi kota yang damai sejahtera.
menjadi kota yang damai sejahtera.
3) Ketika
kita membuat kantor Kemiskinan itu merupakan wujud untuk mencicil janji kepada
rakyat tentang kesejahteraan.
kita membuat kantor Kemiskinan itu merupakan wujud untuk mencicil janji kepada
rakyat tentang kesejahteraan.
4) Saya
sampaikan marilah kita keluarkan duit dari dompet kita untuk membantu rakyat
miskin yang ada di Kab.Sragen agar mereka juga bisa tidur enak dan nyenyak.
sampaikan marilah kita keluarkan duit dari dompet kita untuk membantu rakyat
miskin yang ada di Kab.Sragen agar mereka juga bisa tidur enak dan nyenyak.
5) Tugas
kita hari ini menandatangani yang menjadikan bukti Sragen menjadi kota yang
welas asih dan semoga bisa diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
kita hari ini menandatangani yang menjadikan bukti Sragen menjadi kota yang
welas asih dan semoga bisa diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
6) Buat
apa kita merdeka dan Sholat tiap hari kalau kepedulian kita kepada sesama yang
hidup miskin kita tidak mau membantunya.
apa kita merdeka dan Sholat tiap hari kalau kepedulian kita kepada sesama yang
hidup miskin kita tidak mau membantunya.
b. DR.
Haidar Bagir (Member of Compassionate Kounsil From Compassionate Action
International) :
Haidar Bagir (Member of Compassionate Kounsil From Compassionate Action
International) :
1) Kami
marasa terhormat sudah bisa bekerja sama dengan Kab.Srg dalam mewujudkan kota
Sragen menjadi Kota Welas Asih Dunia.
marasa terhormat sudah bisa bekerja sama dengan Kab.Srg dalam mewujudkan kota
Sragen menjadi Kota Welas Asih Dunia.
2) Belakangan
ini saya mempelajari Bahasa, Budaya dan Agama di Indonesia biarpun tidak
keseluruhan tetapi saya terus berusaha untuk bisa mengetahuinya.
ini saya mempelajari Bahasa, Budaya dan Agama di Indonesia biarpun tidak
keseluruhan tetapi saya terus berusaha untuk bisa mengetahuinya.
3) Budaya
Indonesia yang sudah kuat itu sejak sebelum agama masuk ke Indonesia dengan
prinsip welas asih.
Indonesia yang sudah kuat itu sejak sebelum agama masuk ke Indonesia dengan
prinsip welas asih.
4) Saya
akan usulkan Indonesia menjadi penyelenggara kota welas asih tingkat dunia.
akan usulkan Indonesia menjadi penyelenggara kota welas asih tingkat dunia.
5) Kota
welas asih itu dengan ciri hidupnya tidak tentram karena masih banyaknya rakyat
yang perlu dibantu.
welas asih itu dengan ciri hidupnya tidak tentram karena masih banyaknya rakyat
yang perlu dibantu.
6) Kota
Sragen ini kota yang masuk dalam kota welas asih dengan nomor urut ke 46.
Sragen ini kota yang masuk dalam kota welas asih dengan nomor urut ke 46.
7) Tentang
Pelayanan terpadu yang ada di Sragen saya sudah promosikan ke mana-mana agar
Kabupaten lain menyontoh ke Sragen?
Pelayanan terpadu yang ada di Sragen saya sudah promosikan ke mana-mana agar
Kabupaten lain menyontoh ke Sragen?
8) Manusia
bergaul dengan sesama manusia bukan yang kaya bergaul dengan yang kaya yang
miskin bergaul dengan yang miskin maka diharapkan yang kaya bisa merasakan apa
yang dirasakan orang miskin sehingga bisa tergugah untuk bisa saling membantu.
bergaul dengan sesama manusia bukan yang kaya bergaul dengan yang kaya yang
miskin bergaul dengan yang miskin maka diharapkan yang kaya bisa merasakan apa
yang dirasakan orang miskin sehingga bisa tergugah untuk bisa saling membantu.
9) Kita
di Indonesia belum bisa memberikan perhatian kepada Difabel (Anak-anak
penyandang cacat).
di Indonesia belum bisa memberikan perhatian kepada Difabel (Anak-anak
penyandang cacat).
10) Kota
Sragen semoga bisa terus mempertahankan dan meningkatkan Sragen menjadi Kota
yang welas asih dan kami akan selalu menjadi Fasilitator dan bisa menjadi
contoh kota – kota lain.
Sragen semoga bisa terus mempertahankan dan meningkatkan Sragen menjadi Kota
yang welas asih dan kami akan selalu menjadi Fasilitator dan bisa menjadi
contoh kota – kota lain.
Kegiatan penandatanganan “International
Compassionate City (Kota Welas Asih Dunia) dengan International
Compassion” di Kab. Sragen ini merupakan penghargaan dari Dunia atas
program-program yang dijalankan oleh Pemerintah Kab. Sragen yang memperhatikan
kepada warga masyarakat yang tidak mampu
untuk hidup lebih baik dan layak.
Compassionate City (Kota Welas Asih Dunia) dengan International
Compassion” di Kab. Sragen ini merupakan penghargaan dari Dunia atas
program-program yang dijalankan oleh Pemerintah Kab. Sragen yang memperhatikan
kepada warga masyarakat yang tidak mampu
untuk hidup lebih baik dan layak.













