Kodim Sragen – Rabu (29/4) pagi, suasana Dk.Srawung RT.08 Desa Srawung Kecamatan Gesi, tampak ramai. Puluhan warga berbaur dengan Serda Yasin, Babinsa Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen. Mereka bukan rapat, tapi kerja bakti membangun talud penahan jalan sepanjang 70 meter.
“Kalau nunggu anggaran desa lama, keburu hujan lagi. Jalan ini urat nadi warga. Lebih baik kita kerjakan bareng-bareng. Saya yang koordinir,” ujar Yasin.
Pagi-pagi, warga datang bawa cangkul, linggis, ember. Ibu-ibu siapkan logistik, kopi, teh, dan nasi bungkus. Pak Kadus sediakan material swadaya. Babinsa hadir tidak hanya memberi komando, tapi ikut angkat batu, pasang cetakan, cor talud.
Kepala Desa Srawung mengaku bangga. “Pak Babinsa itu pemersatu. Begitu beliau ngajak kerja bakti, warga langsung gerak. Tidak ada yang hitung-hitungan. Gotong royong yang hampir luntur, sekarang hidup lagi,” katanya.
Tukang batu desa, Pak Samin, 60 tahun, merasa kerja jadi ringan. “Ada Pak Tentara, semangat kami naik. Beliau tidak cuma tunjuk-tunjuk. Ikut kotor, ikut capek. Jadi kita malu kalau leha-leha,” ujarnya sambil tersenyum.
Target 3 hari ke depan rampung. Dengan talud ini, jalan desa aman dari longsor, anak sekolah dan petani tidak was-was lagi saat lewat.
Usai kerja bakti, Serda Yasin dan warga makan bersama di pinggir jalan. Sederhana, tapi penuh keakraban. Keringat jadi saksi, bahwa gotong royong belum mati. Bagi Yasin, bangun talud adalah bangun kebersamaan. “Talud kuat, jalan aman. Gotong royong kuat, bangsa selamat. Kalau rakyat dan TNI kompak, tidak ada masalah yang tidak selesai,” pungkasnya.












