Sragen, 28 Juli 2015
( Kodim 0725//Sragen ) Tahun ini Kabupaten Sragen
mendapat kenaikan anggaran pertanian hinggan 200% atau tiga kali lipat. Hal itu
disebabkan Sragen menjadi salah satu kabupaten yang mencapai peningkatan
produksi padi. Demikian diungkapkan Menteri Peratnian (Mentan) Amran Sulaiman
dalam kunjungannya di kabupaten Sragen tepatnya di desa Gebang kecamatan
Masaran (27/7).
mendapat kenaikan anggaran pertanian hinggan 200% atau tiga kali lipat. Hal itu
disebabkan Sragen menjadi salah satu kabupaten yang mencapai peningkatan
produksi padi. Demikian diungkapkan Menteri Peratnian (Mentan) Amran Sulaiman
dalam kunjungannya di kabupaten Sragen tepatnya di desa Gebang kecamatan
Masaran (27/7).
“Terima
kasih para petani, Sragen produksinya (padi) tahun ini naik. Anggaran tahun
lalu Rp 20 miliar, tahun ini naik Rp 60,9 miliar. Kalau produksi tahun ini naik
lagi, tahun depan kita tambah,” kata Amran dalam dialognya dengan para kepala
dinas, penyuluh, dan petani di kabupaten Sragen.
kasih para petani, Sragen produksinya (padi) tahun ini naik. Anggaran tahun
lalu Rp 20 miliar, tahun ini naik Rp 60,9 miliar. Kalau produksi tahun ini naik
lagi, tahun depan kita tambah,” kata Amran dalam dialognya dengan para kepala
dinas, penyuluh, dan petani di kabupaten Sragen.
“Terima
kasih para petani, Sragen produksinya (padi) tahun ini naik. Anggaran tahun
lalu Rp 20 miliar, tahun ini naik Rp 60,9 miliar. Kalau produksi tahun ini naik
lagi, tahun depan kita tambah,” kata Amran dalam dialognya dengan para kepala
dinas, penyuluh, dan petani di kabupaten Sragen.
kasih para petani, Sragen produksinya (padi) tahun ini naik. Anggaran tahun
lalu Rp 20 miliar, tahun ini naik Rp 60,9 miliar. Kalau produksi tahun ini naik
lagi, tahun depan kita tambah,” kata Amran dalam dialognya dengan para kepala
dinas, penyuluh, dan petani di kabupaten Sragen.
“Terima
kasih para petani, Sragen produksinya (padi) tahun ini naik. Anggaran tahun
lalu Rp 20 miliar, tahun ini naik Rp 60,9 miliar. Kalau produksi tahun ini naik
lagi, tahun depan kita tambah,” kata Amran dalam dialognya dengan para kepala
dinas, penyuluh, dan petani di kabupaten Sragen.
kasih para petani, Sragen produksinya (padi) tahun ini naik. Anggaran tahun
lalu Rp 20 miliar, tahun ini naik Rp 60,9 miliar. Kalau produksi tahun ini naik
lagi, tahun depan kita tambah,” kata Amran dalam dialognya dengan para kepala
dinas, penyuluh, dan petani di kabupaten Sragen.
Dijelaskan
Eka Rini terkait sumber mata air tersebut, Irigasi tersebut bisa mengaliri 25
hektar lahan sawah. Irigasi tersier tersebut lebih murah ketimbang embung.
“Kalau ngebor (sumur) butuh waktu 2 minggu sampai 1 bulan,” kata Eka. Kunjungan tersebut dimanfaatkan para petani Sragen untuk
tanya jawab dengan Mentan. Sutanto, Pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air
(P3A), mengungkapkan perihal biaya biaya tenaga kerja di sektor pertanian.
Sebelum kunjungannya ke Sragen, Mentan pagi tadi mengunjungi area pertanian di
kabupaten Klaten.
Eka Rini terkait sumber mata air tersebut, Irigasi tersebut bisa mengaliri 25
hektar lahan sawah. Irigasi tersier tersebut lebih murah ketimbang embung.
“Kalau ngebor (sumur) butuh waktu 2 minggu sampai 1 bulan,” kata Eka. Kunjungan tersebut dimanfaatkan para petani Sragen untuk
tanya jawab dengan Mentan. Sutanto, Pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air
(P3A), mengungkapkan perihal biaya biaya tenaga kerja di sektor pertanian.
Sebelum kunjungannya ke Sragen, Mentan pagi tadi mengunjungi area pertanian di
kabupaten Klaten.













