Pada tanggal 17 April 2018 pukul 09.15 Wib – selesai di Pendopo Rumah Dinas Kab. Sragen
telah berlangsung Rapat Koordinasi Penajaman dan Optimalisasi Pemanfaaan
Alsintan Bantuan Pemerintah dalam rangka meningkatkan Produksi dan
Produktivitas Pertanian, sebagai penanggungjawab kegiatan Muhamad
Zhulzhiri, SP.MM (Kadinas
ketahanan pangan Kab.Sragen) diikuti sekitar 125 orang.
telah berlangsung Rapat Koordinasi Penajaman dan Optimalisasi Pemanfaaan
Alsintan Bantuan Pemerintah dalam rangka meningkatkan Produksi dan
Produktivitas Pertanian, sebagai penanggungjawab kegiatan Muhamad
Zhulzhiri, SP.MM (Kadinas
ketahanan pangan Kab.Sragen) diikuti sekitar 125 orang.
Hadir dalam acara tersebutDr. Ir. Momon Rusmono, MS (Kepala Badan
Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Pertanian RI), dr. Hj.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Letda Arm Waskito (Pa Sandi
Kodim 0725/Sragen), Muhamad Zhulzhiri, SP.MM (Kadinas
ketahanan pangan Kab. Sragen), Ir. Eka Rini Mumpuni Titi Lestari (Kadinas
Pertanian Kab. Sragen), Staf ketahanan pangan dan pertanian Kab. Sragen, Seluruh
Poktan, Gapoktan, PPL dan Upja (Usaha Pengelola Jasa Alsintan) Kab. Sragen.
Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Pertanian RI), dr. Hj.
Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Letda Arm Waskito (Pa Sandi
Kodim 0725/Sragen), Muhamad Zhulzhiri, SP.MM (Kadinas
ketahanan pangan Kab. Sragen), Ir. Eka Rini Mumpuni Titi Lestari (Kadinas
Pertanian Kab. Sragen), Staf ketahanan pangan dan pertanian Kab. Sragen, Seluruh
Poktan, Gapoktan, PPL dan Upja (Usaha Pengelola Jasa Alsintan) Kab. Sragen.
Dalam sambutannya Dr. Ir. Momon Rusmono, MS
(Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Pertanian
RI) mengatakan bahwa Menteri Pertanian berharap supaya bantuan alat tani
yang sudah diserahkan kepada Kelompok tani ataupun Gapoktan supaya bisa
dimanfaatkan, dan diharapkan supaya bantuan alat pertanian dari Mentan
dioptimalkan. Menteri Pertanian sudah menyerahkan bantuan alat pertanian di 13
Provinsi, dan diharapkan alat tersebut sudah digunakan dan apabila memang sudah
tidak layak supaya dilaporkan. Diharapkan alat pertanian yang sudah dibagikan
supaya dicek satu persatu, apakah memang sudah dimanfaatkan atau belum, karena
dari Tim Mentan masih menemukan ada bantuan trakor tahun 2017 yang masih belum
dipergunakan. Tim Mentan juga masih menemukan di beberapa Kodim dan Brigade
Kabupaten bahwa alat bantuan pertanian juga masih belum dimanfaatkan, inilah
yang harus dicek kembali lagi.
(Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Pertanian
RI) mengatakan bahwa Menteri Pertanian berharap supaya bantuan alat tani
yang sudah diserahkan kepada Kelompok tani ataupun Gapoktan supaya bisa
dimanfaatkan, dan diharapkan supaya bantuan alat pertanian dari Mentan
dioptimalkan. Menteri Pertanian sudah menyerahkan bantuan alat pertanian di 13
Provinsi, dan diharapkan alat tersebut sudah digunakan dan apabila memang sudah
tidak layak supaya dilaporkan. Diharapkan alat pertanian yang sudah dibagikan
supaya dicek satu persatu, apakah memang sudah dimanfaatkan atau belum, karena
dari Tim Mentan masih menemukan ada bantuan trakor tahun 2017 yang masih belum
dipergunakan. Tim Mentan juga masih menemukan di beberapa Kodim dan Brigade
Kabupaten bahwa alat bantuan pertanian juga masih belum dimanfaatkan, inilah
yang harus dicek kembali lagi.
aTerkait banyaknya penemuan-penemuan alat
bantuan pertanian yang belum dimanfaatkan, diharapkan masing-masing komponen
merealokasikan alat bantuan tersebut kepada Poktan dan Gapoktan yang lain,
termasuk yang berada di Kodim ataupun Brigade Kabupaten bila memang tidak
dipergunakan supaya dipinjamkan ke Poktan ataupun Gapoktan yang ada di Daerah
masing-masing. Diharapkan Upja (Usaha Pengelola Jasa Alsintan) dapat menjadi
Multi fungsi bagi Poktan dan Gapoktan, selain sebagai pembantu Alsintan
diharapkan Upja juga bisa menyiapkan benih-benih dan juga bisa menjadi Bengkel
bagi para Poktan dan Gapoktan, karena hal tersebut pasti akan lebih maksimal
dibandingkan Poktan ataupun Gapoktan harus mencari benih ataupun suku cadang
sendiri.
bantuan pertanian yang belum dimanfaatkan, diharapkan masing-masing komponen
merealokasikan alat bantuan tersebut kepada Poktan dan Gapoktan yang lain,
termasuk yang berada di Kodim ataupun Brigade Kabupaten bila memang tidak
dipergunakan supaya dipinjamkan ke Poktan ataupun Gapoktan yang ada di Daerah
masing-masing. Diharapkan Upja (Usaha Pengelola Jasa Alsintan) dapat menjadi
Multi fungsi bagi Poktan dan Gapoktan, selain sebagai pembantu Alsintan
diharapkan Upja juga bisa menyiapkan benih-benih dan juga bisa menjadi Bengkel
bagi para Poktan dan Gapoktan, karena hal tersebut pasti akan lebih maksimal
dibandingkan Poktan ataupun Gapoktan harus mencari benih ataupun suku cadang
sendiri.
Dalam sambutannya dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen) mengungkapkan
perlu diketahui bahwa pada tahun 2016 DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk pertanian
di Sragen mencapai 25 Miliyar, namun pada tahun 2017 menurun menjadi 8 Miliyar,
dan yang lebih parah pada tahun 2018 ini DAK di Sragen menjadi 2 Miliyar, maka
inilah yang harus dikejar. Hal ini yang harus disampaikan kepada Menteri
Pertanian, karena dengan DAK yang minim maka pasti akan mencapai hasil yang
tidak maksimal, karena jika memang hanya evaluasi dan melaporkan data-data,
maka itu tidak akan menemukan solusi yang baik. Jika memang DAK pertanian di
Sragen di programkan tidak melewati Dinas lagi, maka itu akan didukung, karena
yang terpenting DAK Pertanian di Sragen harus naik lagi, minimal harus sama
dengan pada tahun 2016. Kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi dan tanya jawab
dari Tim Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Pertanian RI
dengan seluruh Poktan, Gapoktan, PPL dan UPJA (Usaha Pengelola Jasa Alsitan)
Kab. Sragen.
perlu diketahui bahwa pada tahun 2016 DAK (Dana Alokasi Khusus) untuk pertanian
di Sragen mencapai 25 Miliyar, namun pada tahun 2017 menurun menjadi 8 Miliyar,
dan yang lebih parah pada tahun 2018 ini DAK di Sragen menjadi 2 Miliyar, maka
inilah yang harus dikejar. Hal ini yang harus disampaikan kepada Menteri
Pertanian, karena dengan DAK yang minim maka pasti akan mencapai hasil yang
tidak maksimal, karena jika memang hanya evaluasi dan melaporkan data-data,
maka itu tidak akan menemukan solusi yang baik. Jika memang DAK pertanian di
Sragen di programkan tidak melewati Dinas lagi, maka itu akan didukung, karena
yang terpenting DAK Pertanian di Sragen harus naik lagi, minimal harus sama
dengan pada tahun 2016. Kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi dan tanya jawab
dari Tim Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manuasia Pertanian RI
dengan seluruh Poktan, Gapoktan, PPL dan UPJA (Usaha Pengelola Jasa Alsitan)
Kab. Sragen.













