Dalam rangka HUT Korem 074/Wrt ke 52
Kodim 0725/Sragen menggelar lomba burung berkicau Danrem Cup bersama BOSS
(Barometer Ocehan Sukowati Sragen) yang
dilaksanakan di halaman Koramil 01/Sragen pada Minggu 22/04/2018.
Hadir pada lomba tersebut antara lain
Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M.MDS, Komandan Batalyon
Infanteri Raider 408/Sbh Mayor Inf Joni Eko Prasetyo, Kasdim 0725/Sragen Mayor
Inf Danu Prasetyo, Kompol Wajiman (Kasub Babin Ops Polres Sragen),Kapten Inf
Wariyo (Pajasrem 074/wrt), Perwira Staf Kodim 0725/Sragen dan Panitia lomba burung
ocehan.
Dandim 0725/Sragen Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo, M.MDS, Komandan Batalyon
Infanteri Raider 408/Sbh Mayor Inf Joni Eko Prasetyo, Kasdim 0725/Sragen Mayor
Inf Danu Prasetyo, Kompol Wajiman (Kasub Babin Ops Polres Sragen),Kapten Inf
Wariyo (Pajasrem 074/wrt), Perwira Staf Kodim 0725/Sragen dan Panitia lomba burung
ocehan.
Dalam sambutanya Komandan Korem 074/Wrt
melalui Dandim 0725/Sragen menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud
kebersamaan TNI beserta masyarakat se Solo raya guna menjaga eksistensi burung
kicau serta menjalin hubungan yang lebih erat antara TNI dan para penggemar
burung kicau mania. Burung adalah satwa yang sangat terpengaruh keberadaanya
akibat alih guna lahan hutan dan keanekaragaman jenis burung dapat dijadikan
indikator kualitas lingkungan, selain itu burung memiliki peran penting dalam
ekosistem antara lain sebagai penyerbuk, pemancar biji dan pengendali hama.
melalui Dandim 0725/Sragen menyampaikan bahwa acara ini merupakan wujud
kebersamaan TNI beserta masyarakat se Solo raya guna menjaga eksistensi burung
kicau serta menjalin hubungan yang lebih erat antara TNI dan para penggemar
burung kicau mania. Burung adalah satwa yang sangat terpengaruh keberadaanya
akibat alih guna lahan hutan dan keanekaragaman jenis burung dapat dijadikan
indikator kualitas lingkungan, selain itu burung memiliki peran penting dalam
ekosistem antara lain sebagai penyerbuk, pemancar biji dan pengendali hama.
Burung juga seringkali
digemari oleh sebagian orang dari keindahan bulu dan kicauanya sehingga tni
beserta masyarakat berkomitmen untuk melestarikan satwa khususnya jenis burung
kicau. Harapanya festival burung berkicau akan muncul komunitas – komunitas
baru yang akan mendukung upaya kelangsungan budidaya burung langka yang
memiliki suara kicauan khas dan banyak peminatnya. Lomba tersebut
terdiri dari beberapa kelas antara lain kelas Danrem, Dandim, Danramil dan Kelas
HUT kemudian untuk burung yang dilombakan antara lain Murai Batu, Cucak Hijau,
Kacer, Love Bird, Anis Merah, Konin dan Cendet. Dalam penilaian lomba tersebut juri mengamati
tiap burung yang digantangkan dan menilai burung dengan kriteria yang mempunyai
kicauan yang paling lama dan bisa menirukan suara jenis burung lain daripada
suara asli burung tersebut. Juri dalam perlombaan tersebut sebanyak 20 orang
yang terdiri dari 16 orang dari Sragen/lokal dan yang 4 orang luar daerah
Sragen.
digemari oleh sebagian orang dari keindahan bulu dan kicauanya sehingga tni
beserta masyarakat berkomitmen untuk melestarikan satwa khususnya jenis burung
kicau. Harapanya festival burung berkicau akan muncul komunitas – komunitas
baru yang akan mendukung upaya kelangsungan budidaya burung langka yang
memiliki suara kicauan khas dan banyak peminatnya. Lomba tersebut
terdiri dari beberapa kelas antara lain kelas Danrem, Dandim, Danramil dan Kelas
HUT kemudian untuk burung yang dilombakan antara lain Murai Batu, Cucak Hijau,
Kacer, Love Bird, Anis Merah, Konin dan Cendet. Dalam penilaian lomba tersebut juri mengamati
tiap burung yang digantangkan dan menilai burung dengan kriteria yang mempunyai
kicauan yang paling lama dan bisa menirukan suara jenis burung lain daripada
suara asli burung tersebut. Juri dalam perlombaan tersebut sebanyak 20 orang
yang terdiri dari 16 orang dari Sragen/lokal dan yang 4 orang luar daerah
Sragen.












