Sragen, kamis tanggal 17
Agustus 2017 pukul 09.15 s/d 10.25 bertempat di Stadion Taruna Sragen
Kp.Taman Asri,Kel.Kroyo, Kec Karangmalang, Kab Sragen telah dilaksanakan
kegiatan Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati hari ulang tahun
ke 72 kemerdekaan Indonesia tahun 2017 Kab Sragen sebagai Inspektur Upacara
Dr.Kusdinar Yuni Untung Sukowati (Bupati Sragen) dan sebagai Komandan Upacara
Kapten Inf Rusdi (Danramil 07/Ngrampal) dihadiri ± 1500 orang.
Agustus 2017 pukul 09.15 s/d 10.25 bertempat di Stadion Taruna Sragen
Kp.Taman Asri,Kel.Kroyo, Kec Karangmalang, Kab Sragen telah dilaksanakan
kegiatan Upacara Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati hari ulang tahun
ke 72 kemerdekaan Indonesia tahun 2017 Kab Sragen sebagai Inspektur Upacara
Dr.Kusdinar Yuni Untung Sukowati (Bupati Sragen) dan sebagai Komandan Upacara
Kapten Inf Rusdi (Danramil 07/Ngrampal) dihadiri ± 1500 orang.
Tampak
hadir dalam acara diantaranya Forkompimda Plus Kab.Sragen, Dr.Kusdinar
Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo M.MDS
(Dandim 0725/Sragen), Mayor Inf Muhamad Isnaini (Wadanyonif Raider 408/Sbh), AKBP
Arif Budiman SIK MH (Kapolres Sragen), Kapten Cpm Yohanes Sigit R (Dansub
Denpom IV/1-4 Sragen), Slamet Riyadi, SH MH (Ketua Pengadilan Negeri Sragen
Kelas I B), Herrus Batubara, SH (Kepala Kejaksaan Negeri Sragen), Bambang Samekto,
SH MH (Ketua DPRD Sragen), Para Perwira Kodim 0725/Sragen. j.Para Perwira Polres
Sragen, SKPD Kab. Sragen, Ka Bank, Ka BUMN/BUMD Sragen, Toga, Tomas dan tokoh
pemuda.
hadir dalam acara diantaranya Forkompimda Plus Kab.Sragen, Dr.Kusdinar
Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Letkol Arh Camas Sigit Prasetyo M.MDS
(Dandim 0725/Sragen), Mayor Inf Muhamad Isnaini (Wadanyonif Raider 408/Sbh), AKBP
Arif Budiman SIK MH (Kapolres Sragen), Kapten Cpm Yohanes Sigit R (Dansub
Denpom IV/1-4 Sragen), Slamet Riyadi, SH MH (Ketua Pengadilan Negeri Sragen
Kelas I B), Herrus Batubara, SH (Kepala Kejaksaan Negeri Sragen), Bambang Samekto,
SH MH (Ketua DPRD Sragen), Para Perwira Kodim 0725/Sragen. j.Para Perwira Polres
Sragen, SKPD Kab. Sragen, Ka Bank, Ka BUMN/BUMD Sragen, Toga, Tomas dan tokoh
pemuda.
Adapun
Susunan Upacara terdiri dari Genderang Sangkakala Gabungan Kodim 0725/Sragen,
Polres Sragen dan Yonif Raider 408/Sbh, 1 SSK Kodim 0725/Sragen, 1SSK Yonif
Raider 408/Sbh, 1 SSK Polres Sragen, 1 SSK Hansip/Linmas, 1SST Satpam, 5 SSK
Korpri, 1SSK Ormas Kepemudaan, 1SSK Organisasi Wanita, 1SSK IPSI, 1 SSK
Mahasiswa, 4 SSK Osis, 4 SSK Pramuka.
Susunan Upacara terdiri dari Genderang Sangkakala Gabungan Kodim 0725/Sragen,
Polres Sragen dan Yonif Raider 408/Sbh, 1 SSK Kodim 0725/Sragen, 1SSK Yonif
Raider 408/Sbh, 1 SSK Polres Sragen, 1 SSK Hansip/Linmas, 1SST Satpam, 5 SSK
Korpri, 1SSK Ormas Kepemudaan, 1SSK Organisasi Wanita, 1SSK IPSI, 1 SSK
Mahasiswa, 4 SSK Osis, 4 SSK Pramuka.
Amanat
Upacara yang dibacakan irup adalah sambutan Gubernur Jateng pada upacara
HUT RI ke 72 tahun 2017 dibacakan oleh Bupati Sragen : Hari ini rasa
nasionalisme dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia makin mengemuka
dan bergelora di dalam dada. Kita akan selalu ingat kepada mereka yang
telah berjuang untuk bangsa ini hingga merdeka. Kita akan selalu terkenang akan
semangat juang para pahlawan kusuma bangsa dekat sekali. Sedekat jantung
kita. PAHLAWAN adalah mereka yang telah mewakafkan diri untuk INDONESIA
MERDEKA. Pahlawan adalah mereka yang telah tulus ikhlas berkorban jiwa raga
demi Indonesia yang bersatu dan berdaulat.
Upacara yang dibacakan irup adalah sambutan Gubernur Jateng pada upacara
HUT RI ke 72 tahun 2017 dibacakan oleh Bupati Sragen : Hari ini rasa
nasionalisme dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia makin mengemuka
dan bergelora di dalam dada. Kita akan selalu ingat kepada mereka yang
telah berjuang untuk bangsa ini hingga merdeka. Kita akan selalu terkenang akan
semangat juang para pahlawan kusuma bangsa dekat sekali. Sedekat jantung
kita. PAHLAWAN adalah mereka yang telah mewakafkan diri untuk INDONESIA
MERDEKA. Pahlawan adalah mereka yang telah tulus ikhlas berkorban jiwa raga
demi Indonesia yang bersatu dan berdaulat.
Tugas
kita, menjaga api semangat juang kepahlawanan ini agar terus menyala,sejak
revolusi hingga pasca reformasi, sejak Sukarno sampai Joko Widodo, tidak boleh
kita biarkan api ini redup apalagi padam, meski kena angin topan dan badai yang
menghantam. Karena ini kekuatan dan jatidiri sejati kita sebagai sebuah bangsa
pejuang. Bangsa yang tidak pernah gentar dan pantang surut ke belakang
menghadapi persoalan dan tantangan. Saya ingin momentum hari ini menjadi
penumbuh semangat warga, kemudian menjadi kehendak kuat yang akhirnya
dibuktikan oleh kerja nyata. Sebab, yang paling penting, bagaimana mengisi
kemerdekaan. Saat ini NKRI yang kita cintai senantiasa tak pernah lekang
oleh ancaman dan tantangan. Dalam kemajemukan bangsa kita masih seringkali
menjadi pemantik munculnya perpecahan. Dalam kain kebangsaan kita juga
kerapkali terkoyak oleh karena ego dan kepentingan sepihak. Pun korupsi dan
gratifikasi masih menjadi praktik yang seringkali terjadi. Serta masih banyak
persoalan kita lainnya Betapa sedihnya Bung Karno, Bung Hatta. Betapa
menangisnya Jenderal Sudirman, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, ketika melihat masih
ada perpecahan di antara kita dan berbagai persoalan lain di negeri ini.
Padahal, mereka sudah mewariskan masa depan ini pada tangan kita sendiri.
kita, menjaga api semangat juang kepahlawanan ini agar terus menyala,sejak
revolusi hingga pasca reformasi, sejak Sukarno sampai Joko Widodo, tidak boleh
kita biarkan api ini redup apalagi padam, meski kena angin topan dan badai yang
menghantam. Karena ini kekuatan dan jatidiri sejati kita sebagai sebuah bangsa
pejuang. Bangsa yang tidak pernah gentar dan pantang surut ke belakang
menghadapi persoalan dan tantangan. Saya ingin momentum hari ini menjadi
penumbuh semangat warga, kemudian menjadi kehendak kuat yang akhirnya
dibuktikan oleh kerja nyata. Sebab, yang paling penting, bagaimana mengisi
kemerdekaan. Saat ini NKRI yang kita cintai senantiasa tak pernah lekang
oleh ancaman dan tantangan. Dalam kemajemukan bangsa kita masih seringkali
menjadi pemantik munculnya perpecahan. Dalam kain kebangsaan kita juga
kerapkali terkoyak oleh karena ego dan kepentingan sepihak. Pun korupsi dan
gratifikasi masih menjadi praktik yang seringkali terjadi. Serta masih banyak
persoalan kita lainnya Betapa sedihnya Bung Karno, Bung Hatta. Betapa
menangisnya Jenderal Sudirman, Tan Malaka, Sutan Sjahrir, ketika melihat masih
ada perpecahan di antara kita dan berbagai persoalan lain di negeri ini.
Padahal, mereka sudah mewariskan masa depan ini pada tangan kita sendiri.
Jangan biarkan persaudaraan bangsa kita terciderai dan tercerai berai karena
kepentingan sesaat dan kelompok semata. Jangan biarkan kain kebangsaan kembali
terkoyak karena warna kita yang berbeda. Pelangi akan selalu indah karena
warnanya yang berbeda. Namun dalam warna yang berbeda itu, MERAH PUTIH harus
selalu ada di dalam dada. Menjaga NKRI sebagai sebuah harga mati, dan
Bhinneka Tunggal Ika sebagai pemersatu bangsa. Mengamalkan UUD 1945 dengan
sebaik-baiknya, serta membela Pancasila dari setiap rongrongan yang
dihadapi Kita semua adalah INDONESIA yang ber- Pancasila. Dan Indonesia
adalah bangsa besar, yang akan terus besar dengan persatuan dan
saling berangkulan diantara putra-putrinya. Indonesia adalah bangsa hebat yang
terus menghebatkan diri dengan karya dan prestasi bersama. MERDEKA KITA
adalah bergerak serentak dan bekerja bersama memenuhi panggilan sejarah dan
tugas suci untuk Ibu Pertiwi. Bergotong royong dan ambil peran partisipatif dan
kontributif menyelesaikan setiap persoalan bangsa ini. Rumangsa melu
handarbeni, rumangsa wajib hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani. Dan pada
akhirnya bangga sebagai orang Indonesia yang cinta tanah air dan bersatu dalam
persaudaraan untuk kejayaan bangsa.
Ayo,
singsingkan lengan bajumu. Kepalkan tanganmu ke angkasa raya Indonesia
untuk sebuah kerja dan karya nyata dan saling bergandengan untuk maju.Niscaya
dunia akan tahu siapa Indonesia yang sebenarnya ketika kita kerja bersama.
Dunia akan ternganga, betapa hebatnya Indonesia yang melangkah secara bersama,
sayuk rukun dalam kebersamaan pastilah ada kekuatan yang memudahkan dalam
kebersamaan, selalu yakin ada penyelesaian pada setiap persoalan. Sendiri
dalam kerja kita hari ini tidak cukup berarti dibanding bersama dalam karya
apapun dan seberapapun karya kita akan sangat berarti bagi Ibu Pertiwi paling
tidak kita sudah berbuat untuk kebaikan, dan jangan hanya diam saja.
Saya berharap, mulai hari ini kita mampu berefleksi, mendorong terobosan agar
bangsa kita terbang lebih tinggi, bergerak lebih cepat, melangkah semakin kuat,
tidak ketinggalan dari kemajuan bangsa lain di pentas global. Hari ini
saya mengajak masyarakat Jateng untuk saling mengaca, peran apa yang telah
diberikan kepada bangsa dan negara.
singsingkan lengan bajumu. Kepalkan tanganmu ke angkasa raya Indonesia
untuk sebuah kerja dan karya nyata dan saling bergandengan untuk maju.Niscaya
dunia akan tahu siapa Indonesia yang sebenarnya ketika kita kerja bersama.
Dunia akan ternganga, betapa hebatnya Indonesia yang melangkah secara bersama,
sayuk rukun dalam kebersamaan pastilah ada kekuatan yang memudahkan dalam
kebersamaan, selalu yakin ada penyelesaian pada setiap persoalan. Sendiri
dalam kerja kita hari ini tidak cukup berarti dibanding bersama dalam karya
apapun dan seberapapun karya kita akan sangat berarti bagi Ibu Pertiwi paling
tidak kita sudah berbuat untuk kebaikan, dan jangan hanya diam saja.
Saya berharap, mulai hari ini kita mampu berefleksi, mendorong terobosan agar
bangsa kita terbang lebih tinggi, bergerak lebih cepat, melangkah semakin kuat,
tidak ketinggalan dari kemajuan bangsa lain di pentas global. Hari ini
saya mengajak masyarakat Jateng untuk saling mengaca, peran apa yang telah
diberikan kepada bangsa dan negara.
Sebelum
pelaksanaan Upacara diadakan Drama kolosal dengan judul Nyi Ageng Serang
Krido dengan tema “Merebut Bumi Sukowati” dan dilanjutkan Yel
Yel oleh Anggota TNI dan Polri. Dan Setelah selesai Upacara dilanjutkan
pemberian Piagam penghargaan dan pemberian Beasiswa kepada siswa yang prestasi.
pelaksanaan Upacara diadakan Drama kolosal dengan judul Nyi Ageng Serang
Krido dengan tema “Merebut Bumi Sukowati” dan dilanjutkan Yel
Yel oleh Anggota TNI dan Polri. Dan Setelah selesai Upacara dilanjutkan
pemberian Piagam penghargaan dan pemberian Beasiswa kepada siswa yang prestasi.












