Berita  

SHOLAWAT BERSAMA AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF DI DS. JAMBANGAN KEC.MONDOKAN

SHOLAWAT BERSAMA AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF DI DS. JAMBANGAN KEC.MONDOKAN
Mondokan, 12 Mei 2017
Pada hari Kamis tanggal 11 Mei 2017 pukul 08.00 s/d
11.40  bertempat di Pondok Pesantren Manba’uth Thoyyibah Dk.Sempurejo
Ds.Jambangan Kec.Mondokan Kab.Sragen telah dilaksanakan pengajian akbar dalam
rangka Akhirussanah,khataman ke XIII,Haul masyayikh dan Harlah NU  ke 94
serta sholawat bersama Al Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dari Surakarta
sebagai penanggung jawab kegiatan Abdur Rozaq,dihadiri lk 10.000 jamaah.

Hadir
dalam kegiatan tersebut H.Ganjar Pranowo,SH .MIP (Gubernur Jawa tengah), Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dari
Surakarta, KH.Riyard Mustofa (pengasuh Ponpes Manba’uth Thoyyibah,
KH.Ma‘ruf
(Ketua Rois NU Kab.Sragen), KH Agus Karim (Pengurus NU Kab.Sragen), H.Haryanto
(Waki ketua DPRD), H.Husein (Anggota DPRD F.PKB), Muspika Mondokan, Jaka
Pramana (Kepala desa Jambangan ) serta Jamaah pengajian.

Inti
sambutan H. Ganjar Pranowo,SH .MIP (Gubernur Jawa tengah) : Saya beberapa hari ini berkeliling
wilayah Jawa Tengah dan saya melihat Sragen ini jalannya rusak tapi jangan
khawatir saya sudah berkoordinasi dengan Pemda Sragen dan mulai tahun ini
anggaran pembangunan dinaikkan untuk memperbaiki jalan jalan Sragen yang
harapannya  kedepannya jalan Sragen lebih baik lagi. Didalam sholawatan
ada pesan pesan indah dan dulu Walisongo menyebarkan agama Islam dengan budaya
Jawa yang mudah diterima oleh masyarakat Jawa agar agama  Islam bisa
dengan mudah bisa masuk ketanah Jawa. Kalau kita  kompak dan Kuat maka
apapun yang akan berusaha  menghancurkan kita tidak mungkin bisa karena
kita sebagai warga NU dan masyarakat Indonesia akan tetap kuat biar siapapun
yang akan menggoyangnya.
KH.Ma‘ruf
(Ketua Rois NU Kab.Sragen) juga mengatakan kami dari pengurus NU mengajak
sengkuyung program NU di Kab.Sragen agar programnya dapat berjalan dengan
baik,maka warga NU mau membantu mendukung  program program yang telah
direncanakan dari NU. .Dulu Gusdur pernah berpesan bahwa antara Pondok
pesantren dengan NU tidak bisa dipisahkan,maka warga NU kalau mau membesarkan
NU maka putra dan putri  kita dimasukkan ke Pondok Pesantren.

.Inti
Tausyiah yang disampaikan KH Agus Karim (Pengurus NU Kab.Sragen) : Kalau kita
mau berjuang demi kebaikan dan agama  maka janganlah kita menghapus
persaudaraan karena sebuah kesalahan tapi hapuslah kesalahan demi memupuk
persaudaraan. Kalau kita bisa memanjukan NU maka putra putri kita dimasukkan ke
Ponpes agar anak anak kita bisa memanjukan ilmu Islam dengan belajar agama
Islam. Kita kalau menjadi pejabat maka kita harus bisa melindungi rakyatnya
dengan mendengarkan aspirasi rakyat dan membantu masyarakat dengan tanpa
memandang latar belakang. Para santri kita jadikan generasi penerus umat yang
bermoral dengan kita bekali ilmu agama Islam agar bisa meneruskan perjuangan NU
dan kedepannya NU akan lebih besar dengan jamaah yang besar pula. Makanya kalau
NU bisa jaya atau malah terjadi kemunduran itu semua ada ditangan para santri
dan akhlaknya dibentuk sedemikian rupa sehingga akan menjadi akhlak yang bagus
yang nantinya bisa jadi pemimpin yang berakhlak mulia. Dilanjutkan doa bersama
yang dipimpin langsung oleh Al Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dari
Surakarta.

SHOLAWAT BERSAMA AL HABIB SYEKH BIN ABDUL QODIR ASSEGAF DI DS. JAMBANGAN KEC.MONDOKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *