Kodim Sragen – Kedekatan Bintara Pembina Desa dengan masyarakat kembali terbukti menjadi kunci utama terciptanya komunikasi yang erat dan efektif. Hal itu terlihat di Dk. Ngeseng Kel. Kwangen, saat Serda Ibrahim, Babinsa Koramil 15/Gemolong, disambut hangat warga ketika berada di warung kopi pinggir Desa, Kamis(30/4).
Tak ada sekat. Warga yang sedang ngopi langsung menyapa, “Pak Ibrahim, mampir ngopi dulu.” Ada pula ibu-ibu yang tak canggung menitip pesan untuk disampaikan ke Babinsa Keakraban itu bukan dibangun sehari dua hari, melainkan buah dari konsistensi Serda Ibrahim hadir di tengah warganya.
“Pak Ibrahim itu sudah seperti keluarga. Setiap ada masalah, beliau orang pertama yang kami cari. Enak diajak rembugan, tidak jaim,” tutur Suroto, 52, Ketua RT 03 Dukuh Ngeseng.
Kedekatan itu terjalin karena Ibrahim rajin anjangsana, ikut kerja bakti, hadir di yasinan, hingga bantu warga yang panen. Dari kedekatan, lahir kepercayaan. Dari kepercayaan, komunikasi mengalir tanpa hambatan.Buktinya, kemarin. Ada informasi warga luar desa mencurigakan yang akan kontrak rumah. Berkat kedekatan, Ketua RT langsung telepon Serda Ibrahim tengah malam. Dalam hitungan menit, Babinsa datang bersama Bhabinkamtibmas mengecek. Potensi gangguan kamtibmas pun berhasil dicegah sejak dini.
“Kalau Babinsa jauh dengan rakyat, informasi pasti mampet. Tapi kalau dekat, warga tidak sungkan lapor. Sekecil apa pun info, bagi kami berharga untuk deteksi dini,” jelas Serda Ibrahim.
“Senjata Babinsa bukan laras panjang, tapi hati dan komunikasi. Kalau dekat dengan rakyat, semua persoalan wilayah cepat teratasi. Itulah hakikat Kemanunggalan TNI-Rakyat,” tegasnya.
Bagi Ibrahim, eratkan komunikasi adalah perintah harian. “Babinsa tanpa rakyat itu nol. Kuat karena rakyat, hebat karena rakyat. Makanya, kedekatan ini harus terus dijaga. Dari komunikasi yang baik, lahir desa yang aman, nyaman, dan maju,” Imbuhnya.












