Berita  

UPACARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE-70 DI STADION TARUNA SRAGEN

UPACARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE-70 DI STADION TARUNA SRAGEN
Sragen, 18 Agustus 2015 

Pada
hari Senin tanggal 17 Agustus 2015 pukul 09.30 s/d 11.50  diwilayah Kab.
Sragen berlangsung rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT RI ke 70 bertempat
di Stadion Taruna Sragen dilaksanakan Upacara Detik-detik Proklamasi dan
Pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT RI ke 70 dengan sebagai Inspektur
Upacara Bupati Sragen Bp. Agus Fatchur Rahman, SH, MH dan Komandan Upacara
Kapten Inf Daryanto ( Danramil 06/Gondang Kodim 0725/Sragen ), yang dihadiri +
1.500 orang. 


 

Hadir 
dalam acara tersebut FPD Plus Kab.Sragen beserta istri, Agus Fatchur Rahman SH,
MH (Bupati Sragen)
, AKBP Ari
Wibowo SIK (Kapolres Sragen)
, Letkol
Inf Edi Saputra SIP (Dandim 0725/Sragen
, Sapawi SH (Kepala Pengadilan Negeri Sragen), Victor Sahut Tampubolon (Kepala Kejaksaan Negeri
Sragen)
, Kapten Cpm  Aris
Yulianto (Dan Sub Denpom IV/4-1 Sragen)
, H. Daryanto, SH. MH (Wakil Bupati Sragen) beserta istri, Seluruh anggota
DPRD Sragen beserta istri
, Tatag
Prabawanto B, MM (Sekda Kab. Sragen) beserta istri, Azwar BC,IP,SH MM (Kepala
Lapas Sragen) beserta istri, Para Staf Ahli, Asisten, Badan, Dinas, Instansi
dan Bagian Kab. Sragen beserta istri, Ketua dan Anggota KPU Kab. Sragen, Para
Ketua Partai Politik Kab. Sragen, Toga, Tomas Toda dan tamu undangan.


 

Inti
amanat Gubernur Jawa Tengah Bp. H. Ganjar Pranowo, SH yang dibacakan oleh
Inspektur Upacara sebagai berikut , Sebagai warga Negara Indonesia yang
menjunjung tinggi komitmen dan senantiasa konsisten melaksanakan nilai-nilai
nasionarisme dan patriotisme, marilah terlebih dahulu kita pekikkan 3 kali
salam kemerdekaan yang sekeras- sekeras dan penuh semangat, agar daya juang
kita dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan terus terpatri menjadi
kekuatan yang kokoh untuk mewujudkan Jawa Tengah yang semakin sejahtera dan
berdikari.
Hari ini seluruh Warga
Negara Indonesia, tidak terkecuali kita yang ada di Jawa Tengah, merasakan
betapa nikmatnya udara segar kemerdekaan Repubrik Indonesia, yang terah
berhasil direbut oreh pendahulu kita para pejuang kusuma bangsa, dengan cucuran
darah, linangan air mata, hingga pengorbanan jiwa raga dan harta benda.

Pahlawan, adalah mereka yang rela berkorban untuk negara dan bangsanya, itulah
semangat tanpa pamrih para pejuang pendahulu kita, dalam mewujudkan Indonesia
yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, untuk itu menjadi tanggung
jawab kita sebagai generasi penerus, untuk dapat mengukir sejarah peradaban
baru yang terus berubah maju, tanpa harus mengorbankan harga diri dan jati
diri, karena itu memaknai kemerdekaan tidak sekedar melalui lomba-lomba,
melainkan menghargai jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan, dengan
terus meninglatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan. Kedaulatan
politik negara harus kita jaga sebagai bangsa yang merdeka, tidak boreh satu
negarapun mengintervensi, kita sebagai warga dunia harus  saling
menghormati kedautaran politik masing-masing. Tugas berat berikutnya adalah untuk mewujudkan
kemandirian ekonomi bangsa, kita harus mampu berdiri tegak diatas kaki sendiri,
memenuhi kebutuhan dalam negeri tanpa harus bergantung pada satu negara.

Dalam pergaulan nasional maupun internasional kita iuga harus mampu menunjukkan
kepribadian sebagai bangsa Indonesia, kita tunjukkan pada dunia bahwa kita
punya kepribadian dalam kebudayaan, kita memiliki semangat gotongroyong,
toleransi, musyawarah untuk mufakat dan Bhinneka tunggal Ika untuk membangun
kebersamaan. Itulah sesungguhnya
pondasi jatidiri yang selaras dengan potensi, kompetensi dan karak teristik
Bangsa Indonesia sebagai bangsa pejuang yang selalu ingin bertindak sportif,
kreatif dan inovatif dalam melakukan karya mandiri untuk mencapai tujuan
Indonesia Merdeka, yaitu damai, sejahtera, adil dan makmur.
Setahap demi setahap, mulai dari desa sampai kota,
mulai dari rakyat jelata sampai penguasa, kita sama-sama melakukan gerakanun
reformasi mental dan tingkah taku kita, menjadi pribadi-pribadi yang patut
menjadi teladan yang baik bagi anak cucu pewaris dan penerus cita-cita
Kemerdekaan Indonesia, hal ini saya sampaikan karena hal terberat yang perlu
dilakukan saat ini bukanlah berjuang tetapi mengisi kemerdekaan dengan berbagai
hal yang bermanfaat untuk Indonesia,  sebab pasca merdeka yang menjadi musuh
bukan lagi bangsa asing atau penjajah namun sesama atau sebangsa, Kebhinekaan
di pelosok Nusantara harus dijadikan sebagai kekayaan budaya dan khasanah
Indonesia, untuk
menjaga persatuan
dankesatuanbangsa.
UPACARA DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI KE-70 DI STADION TARUNA SRAGEN







Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *