Selasa, 19 Desember 2017 pukul 07.30 s.d 08.00 bertempat di halaman Setda
Kab. Sragen telah dilaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari Bela
Negara ke-69 Tahun 2017 yang bertindak sebagai Irup Dr. Hj. Kusdinar Untung
Yuni Sukowati (Bupati Sragen) dan sebagai Dan Upacara Kapten Inf Muayat
(Danramil 01 Sragen).
Kab. Sragen telah dilaksanakan upacara dalam rangka memperingati hari Bela
Negara ke-69 Tahun 2017 yang bertindak sebagai Irup Dr. Hj. Kusdinar Untung
Yuni Sukowati (Bupati Sragen) dan sebagai Dan Upacara Kapten Inf Muayat
(Danramil 01 Sragen).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Dr. Hj. Kusdinar Untung Yuni Sukowati
(Bupati Sragen), Bp. Dedy Endriyatno,SE (Wakil Bupati Sragen), Kapten Cpm
Johanes Sigit (Dansubdenpom IV/1-4 Sragen), Kapten Inf Kamalita (Pasilog Kodim
0725 Sragen), Kapten Inf Agus Dwiyono (Pabintal mewakili Danyon Raider 408 /
Sbh), Ibu. Nuruli Mahdilis,SH, MH (Ka Pengadilan Negeri Sragen), Tatag
Prabawanto, B. MM (Sekda Kab. Sragen), Bambang Heru Santoso (Kepala BPD Jateng
Sragen), Ibu Wulan (Mewakili Dirut BRI cabang Sragen), Heru Martono, SH (Ka
Badan Kesbangpolinmas Kab.Sragen).
(Bupati Sragen), Bp. Dedy Endriyatno,SE (Wakil Bupati Sragen), Kapten Cpm
Johanes Sigit (Dansubdenpom IV/1-4 Sragen), Kapten Inf Kamalita (Pasilog Kodim
0725 Sragen), Kapten Inf Agus Dwiyono (Pabintal mewakili Danyon Raider 408 /
Sbh), Ibu. Nuruli Mahdilis,SH, MH (Ka Pengadilan Negeri Sragen), Tatag
Prabawanto, B. MM (Sekda Kab. Sragen), Bambang Heru Santoso (Kepala BPD Jateng
Sragen), Ibu Wulan (Mewakili Dirut BRI cabang Sragen), Heru Martono, SH (Ka
Badan Kesbangpolinmas Kab.Sragen).
Amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan oleh Irup Dr.Hj.Kusdinar
Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Hari ini tanggal 19 Desember 2017, kita
memperingati Hari Bela Negara yang dilaksanakan secara serentak di seluruh
pelosok tanah air. Pada momentum Had Bela Negara tahun ini, saya ingin mengajak
seluruh rakyat Indonesia untuk senantiasa belajar dari sejarah perjuangan bangsa.
Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa
yang berdaulat tidak Iepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan
rakyat. Mereka berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah aimya
dari para penjajah. Sejarah juga telah mencatat bahwa membela negara tidak
hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap
warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara dalam bentuk yang Iain,
sebagaimana pemah dilakukan oIeh Mr. Safruddin Prawiranegara pada tahun 1948
guna menyelamatkan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan
membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat.
Nilai-nilai heroik tersebut yang perlu terus kita aktualisasikan meIaIui
berbagai karya nyata kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen), Hari ini tanggal 19 Desember 2017, kita
memperingati Hari Bela Negara yang dilaksanakan secara serentak di seluruh
pelosok tanah air. Pada momentum Had Bela Negara tahun ini, saya ingin mengajak
seluruh rakyat Indonesia untuk senantiasa belajar dari sejarah perjuangan bangsa.
Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai bangsa
yang berdaulat tidak Iepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan
rakyat. Mereka berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah aimya
dari para penjajah. Sejarah juga telah mencatat bahwa membela negara tidak
hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap
warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara dalam bentuk yang Iain,
sebagaimana pemah dilakukan oIeh Mr. Safruddin Prawiranegara pada tahun 1948
guna menyelamatkan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan
membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat.
Nilai-nilai heroik tersebut yang perlu terus kita aktualisasikan meIaIui
berbagai karya nyata kita dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada momentum peringatan hari Bela Negara hari ini, saya ingin mengajak
seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan aksi nyata dalam pembeIaan negara. Di
era ketergantungan terhadap teknologi informasi teIah membawa kita semua pada
cara pandang kita terhadap berbagai kemungkinan ancaman. Memasuki era milenium
ini, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah
maupun keselamatan segenap bangsa tidak Iagi bersifat tradisional atau ancaman
miIiter, tetapi sudah bersifat multidimensioanal dan berada di setiap Iini
kehidupan. OIeh karena itu, bentuk aktualisasi kecintaan kepada tanah air atau
patriotisme dan nas’ionalisme sudah barang tentu jauh berbeda dengan era perjuangan
para pendahulu kita, karena bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi pun berbeda.
seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan aksi nyata dalam pembeIaan negara. Di
era ketergantungan terhadap teknologi informasi teIah membawa kita semua pada
cara pandang kita terhadap berbagai kemungkinan ancaman. Memasuki era milenium
ini, tantangan dan ancaman terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah
maupun keselamatan segenap bangsa tidak Iagi bersifat tradisional atau ancaman
miIiter, tetapi sudah bersifat multidimensioanal dan berada di setiap Iini
kehidupan. OIeh karena itu, bentuk aktualisasi kecintaan kepada tanah air atau
patriotisme dan nas’ionalisme sudah barang tentu jauh berbeda dengan era perjuangan
para pendahulu kita, karena bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi pun berbeda.
Oleh karenanya saya minta kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para
generasi muda-generasi miIeniaI sebagai penduduk mayoritas rakyat Indonesia,
untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, merendahkan
manabat bangsa dan senantiasa waspada terhadap upaya infrltrasi ideologi dengan
cara yang sangat halus dan kekinian yang ‘ingin merubah atau menggantikan
Pancasila dan ingin memecah belah NKRI. Saat ini, kita juga menghadapi ancaman
keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional yang dilakukan oleh aktor
non-negara yang memiliki kemampuan teknologi serta dukungan finansial yang
kuat, dengan jaringan yang rapi dan tersebar di sejumlah negara. Banyak
anak-anak kita yang terjebak dalam ketergantungan pada narkotika. Banyak warga
negara kita yang juga masuk dalam jaringan perdagangan manusia. Kita harus
melawan kejahatan kemanusiaan ini sebagai bagian dari kecintaan kita pada Tanah
Air.
generasi muda-generasi miIeniaI sebagai penduduk mayoritas rakyat Indonesia,
untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, merendahkan
manabat bangsa dan senantiasa waspada terhadap upaya infrltrasi ideologi dengan
cara yang sangat halus dan kekinian yang ‘ingin merubah atau menggantikan
Pancasila dan ingin memecah belah NKRI. Saat ini, kita juga menghadapi ancaman
keamanan yang terkait dengan kejahatan internasional yang dilakukan oleh aktor
non-negara yang memiliki kemampuan teknologi serta dukungan finansial yang
kuat, dengan jaringan yang rapi dan tersebar di sejumlah negara. Banyak
anak-anak kita yang terjebak dalam ketergantungan pada narkotika. Banyak warga
negara kita yang juga masuk dalam jaringan perdagangan manusia. Kita harus
melawan kejahatan kemanusiaan ini sebagai bagian dari kecintaan kita pada Tanah
Air.
Kesadaran bela negara menjadi hal urgen untuk ditanamkan sebagai landasan
sikap mental dan perilaku bangsa lndonesia. Hal ini merupakan bentuk revolusi
mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi
kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional.
Kesadaran bela negara dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap
warga negara. oleh karena itulah, saya berharap agar para kader bela negara
yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia dapat menyebarkan nilai-nilai
bela negara kepada lingkungannya masing-masing, sehingga bela negara menjadi
kesadaran nasional dan gerakan nasional, sebagai bentuk tanggung jawab kita
semua dalam mempertahankan negara dan menjaga kelangsungan hidup negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
sikap mental dan perilaku bangsa lndonesia. Hal ini merupakan bentuk revolusi
mental sekaligus untuk membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi
kompleksitas dinamika ancaman sekaligus untuk mewujudkan ketahanan nasional.
Kesadaran bela negara dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesi setiap
warga negara. oleh karena itulah, saya berharap agar para kader bela negara
yang ada di berbagai daerah di seluruh Indonesia dapat menyebarkan nilai-nilai
bela negara kepada lingkungannya masing-masing, sehingga bela negara menjadi
kesadaran nasional dan gerakan nasional, sebagai bentuk tanggung jawab kita
semua dalam mempertahankan negara dan menjaga kelangsungan hidup negara
Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.












