Berita  

DANRAMIL-01/SRAGEN MEWAKILI DANDIM HADIRI UPACARA DALAM RANGKA MILAD MUHAMMADIYAH KE-107/104 M

DANRAMIL-01/SRAGEN MEWAKILI DANDIM HADIRI UPACARA DALAM RANGKA MILAD MUHAMMADIYAH KE-107/104 M
Sragen, 18 November 2016
Pada hari Jumat tanggal 18 Nopember 2016 pukul 08.00 s/d
08.25 bertempat di Alun – Alun Sasono Langen Putro telah dilaksanakan kegiatan
Upacara dalam rangka Milad Muhammadiyah ke – 107 / 104 M dengan tema ”
Membangun  Karakter Indonesia Berkemajuan ” sebagai Pembina Upcara K.
H. abdullah Afandi,  M. Ag (Ketua PDM kab.  Sragen)  diikuti ±
2.000 orang.
Hadir dalam kegiatan  sbb : dr.  Hj. 
Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati Sragen),
AKP Cahyo Widiarso, SH.  SIK (Kapolres Sragen), Bambang Samekto,
SH.  MH (Ketua DPRD Kab.  Sragen), Kapten
Inf Muayat (mewakili Dandim 0725/Sragen), Letkol Inf Andi Bagus Dian Arika
(Danyonif 408/SBH), Drs.  Tatag Prabawanto B,  MM (Sekda Kab. 
Sragen), Sri Pambudi, St (anggota DPRD Sragen Fraksi Golkar), Tamu undangan lainnya.

Inti amanat upacara Milad Muhammadiyah yang dibacakan oleh
K. H. abdullah Afandi,  M. Ag (Ketua PDM kab.  Sragen) sbb : Alhamdulillah
Muhammadiyah telah berusia 104 tahun dalam hitungan Miladiyah dan 107 tahun
dalam bilangan Hijriyah. Kita bersyukur kepada Allah karena berkat karunia dan
ridha-Nya, Muhammadiyah mampu bertahan dan berkembang dengan istiqamah dalam
menyebarluaskan dan memajukan misi dakwah dan tajdid menuju terwujudnya
masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang dicita-citakan selama ini. Pada
milad ke 107 ini, Muhammadiyah mengambil tema Membangun Karakter Indonesia
Berkemajuan. Membangun karakter ialah membentuk kepribadian yang khas berbasis
nilai-nilai Islam al-akhlaq al-karimah untuk melahirkan sosok insan muslim
Indonesia yang berbuat kebajikan-kebajikan serba utama dalam kehidupan di
lingkup individu, keluarga, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan global.

Bangsa Indonesia yang mayoritas muslim harus dibangun di
atas pribadi-pribadi yang berkarakter mulia seperti kuat dalam memegang prinsip
kebenaran, berbuat berbagai macam kebaikan, dan menepati batas-batas kepantasan
dalam kehidupannya berinteraksi dengan sesama dan pada saat ini dunia berada di era
perkembangan yang semakin dinamis dengan globalisasi yang membawa dampak
positif dalam mendorong kemajuan peradaban, juga membawa dampak negatif yang
melahirkan berbagai macam keburukan. Hal negatif sebagai imbas dari globalisasi
yang perlu kita cermati seperti budaya permisif yang berorientasi serba boleh,
hedonisme yang memuja kesenangan inderawi dan bermegah-megahan, dekadensi
moral, serta merebaknya kriminalitas yang semakin canggih sebagai ancaman
serius yang menggerus karakter masyararakat dan bangsa. Salah satu hal yang
dapat merefleksikan pentingnya pembangunan karakter bangsa tersebut misalnya
tercermin dari penggalan syair lagu kebangsaan Indonesia Raya yakni “bangunlah
jiwanya-bangunlah badannya”. Penggalan syair lagu kebangsaan dapat dimaknai
bahwasannya Indonesia sebagai bangsa diniscayakan untuk memprioritaskan
pembangunan jiwa, mental, moral atau karakter yang lebih bersifat
substantif-hakiki di luar pembangunan yang bersifat fisik (badan) yang
seringkali diprioritaskan. Ingatlah bahwa bangunan fisik itu sekuat apapun akan
hancur, tetapi bangunan karakter, pola pikir, jiwa, mentalitas, dan perilaku
utama diyakini akan lebih kuat dan kokoh.

Sejarah bangsa-bangsa di dunia mengajarkan bahwasanya
kehancuransebuah peradaban bukan hanya karena serangan dari luar, akan tetapi
juga dari dalam karena runtuhnya karakter manusianya yang terperosok dalam
keadaan fi-asfal as-safilin, suatu kondisi kehidupan manusia yang jatuh ke
titik terendah dalam keadaban. Bangsa Indonesia mempunyai modal bawaan sebagai
bangsa yang besar, posisi Indonesia yang berada di persimpangan dua benua dan
samudra luas menjadikan Indonesia berada pada posisi yang strategis dan
diuntungkan. Kekayaan alam yang terkandung dalam kandungan ibu pertiwi begitu
melimpah sehingga menjadi bekal untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur
yang diridhai Allah SWT. Semuanya merupakan anugerah Allah yang dilimpahkan
kepada bangsa Indonesia yang tentu wajib untuk disyukuri dan tidak boleh
disia-siakan. Tinggal bagaimana manusia-manusia yang menempati bumi dan tanah
air Indonesia ini memanfaatkan dan memaksimalkan modal dan potensi yang sangat
berharga itu dengan sebaik-baiknya sebagai wujud syukur dan iman untuk kemajuan
Indonesia. Allah mengingatkan dalam Al-Quran.

 Inti sambutan yang
disampaikan oleh dr.  Hj.  Kusdinar Untung Yuni Sukowati (Bupati
Sragen) : Hari ini kita bisa melaksanakan kegiatan upacara dalam rangka Milad
Muhammadiyah ke – 107  H/ 104 M semoga bisa membawa kemajuan seperti yang
amanatkan oleh pembina upacara demi kejayaan Bangsa dan Negara. Kami selaku
Bupati Sragen mengucapkan selamat Milad Muhammadiyah ke – 107 M/104 M, dan saya
ucapkan terikmasih kepada Muhammadiyah yang mau mendukung program pemerintahan
Sragen sehingga terwujud Guyub Rukun Membangun Sukowati dan terbentuknya
generasi yang baik,  cerdas dan jauh dari narkoba.  Saya berpesan kepada hadirin semua bahwa
kemajuan Kab.  Sragen di pundak hadirin semua,  untuk yang masin
menjadi pelajar, belajar dengan sungguh – sungguh. Semoga di tahun yang akan
datang yang menjadi Presiden,  Menteri berasal dari warga Sragen.

DANRAMIL-01/SRAGEN MEWAKILI DANDIM HADIRI UPACARA DALAM RANGKA MILAD MUHAMMADIYAH KE-107/104 M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *