Gemolong, 28 Desember 2015
Minggu, 27 Desember 2015 pukul 09:30
s/d 11:00 di Gereja GKJ Selokathon Pepanthan Gemolong Dk. Ngeseng Rt. 03, Kel. Gemolong Danramil 15/Gemolong
Kapten Inf Agus Suprapto dan 3 orang anggota dan 3 orang anggota Polsek
Gemolong melaksanakan kegiatan pengamanan (PAM) perayaan Natal tahun 2015.
Dalam perayaan Natal di Gereja GKJ
Selokathon Pepanthan Gemolong Gemolong tahun 2015 ini dihadiri kurang lebih 100
orang Jemaat dengan dipimpin langsung oleh Pendeta Pendi Susanto, S. Si dari
Surakarta dengan tema “Gesang Sesarengan Pinongko Brayatipun Gusti ALLAH”. Hadir
dalam kegiatan tersebut Muspika Kecamatan Gemolong dan Lurah Kel. Gemolong Bp.
Sumarno, SThi.
s/d 11:00 di Gereja GKJ Selokathon Pepanthan Gemolong Dk. Ngeseng Rt. 03, Kel. Gemolong Danramil 15/Gemolong
Kapten Inf Agus Suprapto dan 3 orang anggota dan 3 orang anggota Polsek
Gemolong melaksanakan kegiatan pengamanan (PAM) perayaan Natal tahun 2015.
Dalam perayaan Natal di Gereja GKJ
Selokathon Pepanthan Gemolong Gemolong tahun 2015 ini dihadiri kurang lebih 100
orang Jemaat dengan dipimpin langsung oleh Pendeta Pendi Susanto, S. Si dari
Surakarta dengan tema “Gesang Sesarengan Pinongko Brayatipun Gusti ALLAH”. Hadir
dalam kegiatan tersebut Muspika Kecamatan Gemolong dan Lurah Kel. Gemolong Bp.
Sumarno, SThi.
Dalam kesempatan tersebut pendeta Pendi Susanto, S.Si menyampaikan
beberapa hal sebagai berikut manusia itu sama drajatnya didepan/mata Gusti
ALLAH, semua tidak ada bedanya. menceritakan kisahnya Nabi Nuh yang diutus
ALLAH untuk membuat perahu agar Umatnya tetap hidup dan yang tidak patuh sama
ALLAH ditenggelamkan semua, hanya Umatnya Nabi Nuh yang hidup. bukan orang
Kristen saja brayatnya Gusti Allah, maka
dari itu diharapkan sesame brayatnya gusti Allah hidup bersama didunia, rampok,
maling, koruptor itu semua juga beriman tetapi
perbuatanya belum bisa dibilang hidup bersama karena belum bisa menghargai dan menghormati sesama manusia. kalau
semua orang melaksanakan perintah Gusti Allah berarti bisa dinamakan Brayatnya
Gusti Allah. kalau tetangga kita sengsara, kita harus merasakan kalau mukti
tetangga harus mukti ini yang dinamakan hidup bersama, jangan sampai kalah sama
hewan, kalau sudah kenyang pergi bergantian makan.
beberapa hal sebagai berikut manusia itu sama drajatnya didepan/mata Gusti
ALLAH, semua tidak ada bedanya. menceritakan kisahnya Nabi Nuh yang diutus
ALLAH untuk membuat perahu agar Umatnya tetap hidup dan yang tidak patuh sama
ALLAH ditenggelamkan semua, hanya Umatnya Nabi Nuh yang hidup. bukan orang
Kristen saja brayatnya Gusti Allah, maka
dari itu diharapkan sesame brayatnya gusti Allah hidup bersama didunia, rampok,
maling, koruptor itu semua juga beriman tetapi
perbuatanya belum bisa dibilang hidup bersama karena belum bisa menghargai dan menghormati sesama manusia. kalau
semua orang melaksanakan perintah Gusti Allah berarti bisa dinamakan Brayatnya
Gusti Allah. kalau tetangga kita sengsara, kita harus merasakan kalau mukti
tetangga harus mukti ini yang dinamakan hidup bersama, jangan sampai kalah sama
hewan, kalau sudah kenyang pergi bergantian makan.













