Selasa, 1 Mei 2018 Pkl 15.30 Wib bertempat di Dukuh Bulakrejo Rw
13/14 Desa Tangkil melaksanakan giat Deep Ekology Culture Antroposentrisme Adat
Sadranan oleh Sanggar Seni Subur Budaya Bulakrejo Tangkil. Hadir dalam kegiatan Camat Sragen, Perangkat
Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Todat, Tomas dan 150 Warga.
13/14 Desa Tangkil melaksanakan giat Deep Ekology Culture Antroposentrisme Adat
Sadranan oleh Sanggar Seni Subur Budaya Bulakrejo Tangkil. Hadir dalam kegiatan Camat Sragen, Perangkat
Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Todat, Tomas dan 150 Warga.
Sadranan
dalam rangka Ruwahan yang dilaksanakan oleh Sanggar Seni Subur Budaya ini
merupakan pelestarian adat yang berkontruksi pda Antroposentrisme budaya
masyarakat yang berkesinambungan guna menjaga serta melestarikan nilai budaya
dalam Culture Keindonesiaan. Giat Sadranan ruwahan ini dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur warga atas berkah dan nikmat yg telah diberikan Allah
SWT serta tradisi ini berjalan secara turun temurun dan dilaksanakan dari
generasi ke generasi oleh Masyarakat Dukuh Bulakrejo.
dalam rangka Ruwahan yang dilaksanakan oleh Sanggar Seni Subur Budaya ini
merupakan pelestarian adat yang berkontruksi pda Antroposentrisme budaya
masyarakat yang berkesinambungan guna menjaga serta melestarikan nilai budaya
dalam Culture Keindonesiaan. Giat Sadranan ruwahan ini dilaksanakan
sebagai wujud rasa syukur warga atas berkah dan nikmat yg telah diberikan Allah
SWT serta tradisi ini berjalan secara turun temurun dan dilaksanakan dari
generasi ke generasi oleh Masyarakat Dukuh Bulakrejo.
Budaya
Sadranan ini merupakan adat Tradisi nguri uri budaya jawi dalam bentuk kirab
Sodakohan ambengan dgn tujuan memohon pada Alloh SWT agar ketentreman,
kebarokan senantiasa menyertai masyarakat serta dijauhkan dari balak bencana
dan sebagai wujud giat doa bersama kepada para leluhur guna memberikan hikmah
yang terdalam bahwa Kehidupan manusia didunia ini akan berakhir/meninggal
dunia.
Sadranan ini merupakan adat Tradisi nguri uri budaya jawi dalam bentuk kirab
Sodakohan ambengan dgn tujuan memohon pada Alloh SWT agar ketentreman,
kebarokan senantiasa menyertai masyarakat serta dijauhkan dari balak bencana
dan sebagai wujud giat doa bersama kepada para leluhur guna memberikan hikmah
yang terdalam bahwa Kehidupan manusia didunia ini akan berakhir/meninggal
dunia.











