Selasa, 02 Oktober 2018 bertempat di
PT.Batik keris cemani Sukoharjo, Kodim Sragen kirim 14 Persitnya untuk pecahkan
rekor muri membatik dengan peserta terbanyak. Kegiatan tersebut dalam rangka
memperingati hari batik Nasional dengan tema “membatik merekatkan
kebhinekaan Nusantara”.
PT.Batik keris cemani Sukoharjo, Kodim Sragen kirim 14 Persitnya untuk pecahkan
rekor muri membatik dengan peserta terbanyak. Kegiatan tersebut dalam rangka
memperingati hari batik Nasional dengan tema “membatik merekatkan
kebhinekaan Nusantara”.
Kegiatan membatik diikuti kurang lebih
350 orang terdiri dari Persit jajaran Korem 074/Wrt, Persit Brigif 6/Kostrad,
Persit group 2 Kopasus, Pia ardhya Garini (istri TNI AU) dan Bhayangkari.
Kegiatan ini serentak dilaksanakan dibeberapa kota diindonesia.
350 orang terdiri dari Persit jajaran Korem 074/Wrt, Persit Brigif 6/Kostrad,
Persit group 2 Kopasus, Pia ardhya Garini (istri TNI AU) dan Bhayangkari.
Kegiatan ini serentak dilaksanakan dibeberapa kota diindonesia.
Adapun urutan kegiatan diantaranya
peserta datang dan disiapkan tempat duduk melingkar sejumlah 8 orang dalam 1
kelompok, ditengahnya terdapat wajan berisi malam/lilin cair diatas kompor.
Peserta secara serentak dipersilahkan membatik secara bersama sama, masing
masing peserta mendapat kain polos yang sudah ada polanya, canting serta
spangkring.
peserta datang dan disiapkan tempat duduk melingkar sejumlah 8 orang dalam 1
kelompok, ditengahnya terdapat wajan berisi malam/lilin cair diatas kompor.
Peserta secara serentak dipersilahkan membatik secara bersama sama, masing
masing peserta mendapat kain polos yang sudah ada polanya, canting serta
spangkring.
Setelah selesai membatik kemudian
dilanjutkan pewarnaan atau colet, peserta bebas memilih warna yang sudah
disediakan panitia ada merah, kuning, ungu, coklat dan pink. Setelah proses
pewarnaan dilanjutkan dengan merendam kain hasil batik tadi dengan cairan asam
sulfat atau H2SO4 atau air accu zuur, selanjutnya kain dijemur diterik
matahari. Jadilah kain batik yang siap dibuat pakaian.
dilanjutkan pewarnaan atau colet, peserta bebas memilih warna yang sudah
disediakan panitia ada merah, kuning, ungu, coklat dan pink. Setelah proses
pewarnaan dilanjutkan dengan merendam kain hasil batik tadi dengan cairan asam
sulfat atau H2SO4 atau air accu zuur, selanjutnya kain dijemur diterik
matahari. Jadilah kain batik yang siap dibuat pakaian.
Ny. Dita Camas Prasetyo yang juga hadir
dalam kegiatan mengatakan “batik adalah jati diri bangsa Indonesia, tidak
ada negara di dunia yang memiliki seni batik kecuali Indonesia, kita orang
Indonesia wajib melestarikannya”. “Batik sangat identik dengan kaum hawa,
maka dari itu peserta juga dari Persit alias para wanita” paparnya.
dalam kegiatan mengatakan “batik adalah jati diri bangsa Indonesia, tidak
ada negara di dunia yang memiliki seni batik kecuali Indonesia, kita orang
Indonesia wajib melestarikannya”. “Batik sangat identik dengan kaum hawa,
maka dari itu peserta juga dari Persit alias para wanita” paparnya.













