Berita  

MUSPIKA SAMBIREJO MEMPERINGATI HARI KARTINI KE-139

MUSPIKA SAMBIREJO MEMPERINGATI HARI KARTINI KE-139

Jumat,  20 April 2018 , Pkl 07.30 – 08.30 Wib, telah
dilaksanakan Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-139
Tahun 2018 di Lapangan Trimurti Sambirejo,  Sragen. Hadir dalam kegiatan  Muspika Sambirejo Bpk. Rusmanto, S.H Camat Iptu
H. Wardi Wakapolsek , Pelda Wama, Ibu Purwaningsih, S.Pd, M.Pd Ka UPTD
Pendidikan Kec. Sambirejo, dr. Wisnu Retnaningsih Ka Puskesmas Kec. Sambirejo, Ka
UPTB / D Kec. Sambirejo, Ka SMK / SMA / SMP / MTs / SD / MI se Kec. Sambirejo, Perwakilan
Guru se Kec. Sambirejo, Kepala desa se Kec. Sambirejo dan perangkat serta seluruh
peserta upacara lk. 125 orang.

Amanat dari
Bp Rusmanto,  SH ( Camat Sambirejo) mengungkapkan pada zaman dahulu,
kaum wanita memiliki derajat yang rendah dibandingkan kaum laki – laki. Wanita
dipandang sebagai kaum yang lemah dan juga dianggap sebagai pelayan para kaum
laki – laki. Oleh sebab itu, mereka selalu tertindas dan sering kali juga tidak
pernah mendapatkan hak-haknya. Melihat kenyataan ini, R.A Kartini merasa iba.
Hatinya tergugah untuk melakukan sesuatu dan menyelamatkan kaumnya dari ketidak
adilan ini. Atas dasar tersebut beliau bersama teman – temannya mendirikan
sebuah sekolah bagi para wanita yang pertama di Indonesia. Ibu Kartini bersama
teman-temannya mengajarkan kaum wanita pada saat itu ilmu – ilmu yang
bermanfaat, seperti berhitung, membaca, dan masih banyak lagi. Atas
perjuangannya tersebut, perlahan – lahan derajat kaum wanita naik dan mulai setara
dengan kaum laki-laki. Meskipun berasal dari keluarga bangsawan, RA Kartini
tidak senang untuk disembah dan diagungkan seperti bangsawan lainnya. Dia
sangat dekat dengan rakyat-rakyat kecil bahkan dia merasa sangat sedih melihat
mereka ditindas oleh para bangsawan lainnya.

R.A Kartini
adalah sosok yang sederhana dan rajin. Meskipun dia berhenti bersekolah, dia
tetap belajar sendiri di rumahnya. Bahkan dia selalu mengirim tulisan yang
berisi pemikiran – pemikiran dirinya kepada majalah-majalah yang ada di
Belanda. Dia juga selalu berkirim surat untuk bertukar pikiran kepada teman –
temannya yang ada di Belanda. Hasil surat – surat tersebut telah dibukukan dan
sangat terkenal dengan judul Habis Terang Terbitlah Terang. Dengan meneladani
sosok R.A Kartini, kita bisa berjuang untuk melanjutkan perjuangan dan cita –
cita Ibu Kartini untuk menyelamatkan kaum perempuan. Hal ini dikarenakan saat
ini masih banyak perempuan yang membutuhkan bantuan dan membutuhkan ibu-ibu
Kartini baru yang bermunculan untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Oleh karena
itu, marilah kita meneladani sikap dan perilaku Ibu Kartini.

MUSPIKA SAMBIREJO MEMPERINGATI HARI KARTINI KE-139

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *